Morning Light – Windhy Puspitadewi

“Novel ini ditujukan untuk kalian, khususnya para bunga matahari yang masih berusaha mengejar matahari”

Itulah sederet kata yang tertulis di kata pengantar Morning Light karya Windhy Puspitadewi, yang membuat saya semakin tertarik dan menebak-nebak isi ceritanya . Yang terbayang dalam pikiran saya buku ini bercerita tentang seorang gadis yang naksir abis dengan temannya , terus mengejarnya hingga sampai pada satu titik di mana dia berhenti berharap. Hal ini tentu saja diperkuat dengan keterangan lain di kata pengantar di mana si penulis mengatakan bahwa novel ini berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri, di mana ada seseorang yang dikejar sejak dia kecil . Continue reading

Refrain (Saat Cinta Selalu Pulang)

cover Refrain yang ada amplopnya buat surat2an 😉

Pernah tidak merasa tertipu dengan tulisan di cover depan atau belakang sebuah buku? Yang di cover itu tertulis cerita yang begini dan begitu tapi ternyata isinya tak seperti yang ada dalam pikiran kita ketika membaca isi tulisan di cover. Atau malah tulisan di cover tidak mampu menjelaskan isi bukunya. (Tulisan di cover yang saya maksud bukan endorsement ya…)

Atau pernahkah mengalami hal yang sebaliknya? Saat membaca tulisan di cover depan atau belakang yang isinya ternyata sangat sesuai dengan isi bukunya Jika hal itu ditanyakan pada saya, maka ya. Saya pernah menemukan buku itu. Di sebuah buku berjudul Refrain yang ditulis Winna Efendi, di cover depan sebagai sub judulnya tertulis Saat Cinta Selalu Pulang. Saya menunggu-nunggu apa maksud dari kalimat itu dan saya menemukan maksudnya saat selesai melahap buku ini. Continue reading

forgiven (yang tak terlupakan)

“Everyone makes mistakes. But only a few could forgive. Padahal ada banyak kesalahan yang hanya perlu dimaafkan bukan dihukum.”

Saya pernah menonton sebuah film Jepang yang berkisah tentang seorang jenius yang sangat gandrung dengan matematika. Suatu ketika si jenius ini terlibat dalam sebuah pembunuhan dan kemudian ada satu orang jenius lagi yang gandrung dengan fisika yang mencoba mencari titik terang dari pembunuhan tersebut. Film itu menarik, karena si jenius matematika mencoba membuat alibi dengan logika matematika yang bermain di otaknya, yang menggandrungi fisika pun juga dengan logika2 fisikanya mencari tau apa yang terjadi di balik pembunuhan itu. Apa judul filmnya? Saya lupa!

Alena (Selubung Cinta di Muzdalifah)

“… dalam perjalanan umrah atau haji… biasalah kalau ada jamaah pria dan wanita yang jomblo… jadinya ada ajang perjodohan dari teman2 sesama jamaah…”…

hemm… jadi teringat kata2 itu .. dan aq berpikir keras… siapa yang mengatakan hal tersebut…

aha… !!!

q temukan jawabnya… Syaiful Jamil ternyata… hehe…
dalam sebuah wawancara ketika ditanya padanya bagaimana bisa kenal dengan ‘tunangannya’ yang dari Malaysia…
hehe… jadi infotainment banget deh…

oke lah… tak seberapa penting darimana kalimat itu.. tapi sepertinya kalimat itu cukup mewakili untuk buku yang satu ini…
ALENA… yang ada sub judulnya… Selubung cinta di Muzdalifah…
wah… untung aja mbak Ifa Avianty sang penulisnya gunain sub judul itu… soalna aq hanya tertarik akan kata Muzdalifah, sehingga ‘menarik’ buku itu menjadi koleksi pribadi..… mungkin karena kerinduan untuk bisa ke sana. Amin…

Ceritain dong yan….

Oke deh… simple aja ya… tentang seorang bernama Alena… akhwat yg dinamis, energik,modern… menunaikan rukun Islam yang kelimanya.. trus bertemu Khaidir, muthawifnya yang juga masih jomblo.. seorang mahasiswa S2 di Yaman, indo-arab, backpacker… trus deh dijodohin ibu2 jamaah lain…

Biasa aja tuh ceritanya… hehe… emang biasa sih.. kan yang cerita aq.. yanti kan ga pandai cerita… tapi walaupun sama2 jomblo dan dijodoh2in teman2 sesama jamaah.. sampai didoain di multazam lagi supaya berjodoh… tetap aja susah bersatu… karena Alena sudah dalam status lamaran orang lain..

Ialah Haikal… the Ice prince.. seorang pengusaha muda… juga rising star politik Indonesia.. tampan … genius tapi seperti gunung es… melihat penggambaran tokoh yang hampir selalu tanpa ekspresi ini.. membuat aq teringat Limbad.. runner up de master itu… ^_^…

Alena pun berusaha meneguhkan hatinya untuk tidak tertarik pada Khaidir… ingin setia terhadap komitmennya pada Haikal… yang pada malam terakhirnya di Mekkah.. Alena mendapatkan sebuah sms dari Haikal…
“finally… I found the answer, hope you’ve found yours…”

The answer apakah??? Yang kemudian membuat hidup Alena menjadi berbeda…

Ternyaata apa yan?
Wah… dah q bilang aq ga pandai bercerita…. Intip novelnya aja deh… jadi lebih seru… hehe… Jadi kayak resensi di majalah….

Catatan q tentang novel ini…

Ini buku kedua setelah Diorama Sepasang AlBanna… yang ingin q teriakkan pada dunia….
GUE BANGETTTTTT…..

seperti sebuah memoar tentang perjalanan haji seseorang… mbak Ifa juga mengemasnya dengan berbagai info tentang haji juga tentang sejarah2 tempat bersejarah umat Islam…

membacanya seperti membaca diary pribadi qta jika berada di sana… tampat2 ziarah di mekkah.. pemakaman Ma’la, jabal tsur, gua hira, Arafah, Jabal Rahmah, Mina.. dan tempat2 lain di mekkah yang lazim dikunjungi para jamaah Haji…

juga di madinah.. mesjid Quba, Uhud, pasar Kurma dll… tak ketinggalan tour di kota Jeddah… mesjid terapung, makam Siti Hawa, Sepeda Nabi Adam.. hehe… beneran sepeda Nabi Adam ya?? Sepertinya bukan… ^_^..

buku yang bagus deh buat yang pengin membangkitkan kenangan atau kerinduan terhadap Tanah Suci…

Apalagi mbak Ifa yang jago bahasa Inggris ini.. hampir selalu menggunakan kata2 dalam bahasa Inggris.. entah itu di percakapan.. atau mengungkapkan perasaan… buat yang English nya klepak-klepek kayak aq.. buku ini oke buat belajar dan nambah kosa kata baru… ^_^

… Catatan yg lain… klo dilihat sih sepertinya setting waktunya tahun 2008… soalna diceritakan Haikal sedang persiapan untuk pemilu 2009… tapi kok masih ada Pasar Seng?
Alena yg ikut jamaah haji khusus… tapi kumpul di asrama pondok gede???
Sama juga ketika dalam perjalanan dari Arafah ke Mina.. saat Alena mencium aroma maskulin yang diyakininya Khaidir berada di dekatnya… bukankah saat itu dalam kondisi Ihram? Yang berarti ga boleh memakai wangi-wangian… atau mungkin aroma itu bukan parfum kali ya? Ga tau juga deh…

trus lagi ketika diceritakan betapa ‘mudahnya’, Alena dan teman2 mencium Hajar Aswad… malah sempat berdiskusi lagi di depan Hajar Aswad… hari2 menjelang Wukuf adalah hari2 terpadat di Mekkah, klo menurut pikiran q hal seperti ini terlalu fiksi… tapi.. ga tau juga deh… hanya pikiran q aja.. mungkin pikiran yang mewakili rasa iri karena ketidakmampuan kali ya… ^_^

Yah… walaupun ada beberapa “ketidaknyamanan” saat membaca novel ini… tapi novel ini cukup oke.. dengan ending yang mengejutkan.. bahwa jodoh qta itu adalah sebuah RahasiaNYA.. dan qta tak akan menduganya.. jadi… jangan terlalu berharap dengan seseorang jika tak ingin kecewa.. huhu…
seperti kata2 OST KCB..
‘garis tangan tergambar… tak bisa aq menentang… “

selain ending novel ini juga menggambarkan pengingat kematian yang menggetarkan…
seperti kata2 Alena..

“aku belajar dari kematian.. bahwa bersicepat dengan malaikat maut bagaikan bersiaga duapuluh empat jam dengan amunisi kebaikan…”

Dongeng Semusim

Don’t Judge Book From the Cover. Itu ya yang sering dikatakan orang2.. tapi jangan salahkan saya kalau sy suka dengan cover buku ini. Pink gitu loh.. eh.. beneran pink kan?.. benar atau tidaknya ga penting.. yang penting sy suka ^^. Dan karena covernya pink pastinya dapat ditebak para pembaca yang budiman kalau ini bercerita tentang cinta. Uhuk.. uhuk.. cinta lagi.. cinta lagi..

“Mengapa cinta lagi dan lagi-lagi cinta? Karena cinta adalah inspirasi dari hidup itu sendiri. Cinta itu universal, dan merupakan naluri dasar manusia yang tak habis untuk digali. Bukankah kitapun tak bosan untuk menyemai cinta setiap hari?”.. (bagian yang bercetak tebal sy ambil dari ‘sebab cinta tak bermata-nya mbak Ifa Avianty).. so.. jangan protes lagi ya buat teman sy yang katanya udah bosan dengan cinta… hoho… (ada gitu orang yang bosan dengan cinta?)

Oke.. kembali ke buku yang mau sy review.. eniwei.. sy dapet gratis lho.. hehe.. thanks buat mbak Sefry…^^.. buku dengan judul Dongeng Semusim yang ditulis oleh mbak Sefryana Khairil ini emang bicara cinta sepasang dua anak manusia yang berlabuh dalam sebuah biduk bernama Pernikahan (ehem!).

Seperti yang pernah sy tulis di review Facebook on Love nya mbak Ifa.. Pernikahan itu bukanlah sebuah akhir, tapi merupakan awal dari sebuah kehidupan baru, makanya dalam ucapan selamat untuk pengantin baru kan sering disebutin “selamat menempuh hidup baru”.. begitupan ketika dua manusia di buku ini, Sarah dan Nabil memasuki kehidupan mereka pasca menikah, banyaaaaakk sekali hal-hal yang terjadi dalam hidup mereka yang tak terduga sebelumnya. Terlebih bagi Sarah yang dengan pengorbanannya menyamakan keyakinan seperti yang dianut suaminya.

Huaaa… hal ini pernah menjadi bahan diskusi sy dengan seorang teman. Bagaimana jika pasangan qta itu muallaf? Dan diskusi kami sampai pada satu kesimpulan, pasangan yang satunya mestinya haruslah seseorang yang punya pemahaman Islam yang kuat dan mungkin akan lebih mudah jika yang muallaf itu adalah istrinya, karena peran seorang suami kan emang jadi imam buat keluarga. (tapi ga juga ding… sy teringat seseorang yang sy temui mengajarkan Iqro buat suaminya yang bule dalam sebuah perjalanan sy di akhir 2008.. kapan2 deh sy ceritakan.. tapi ga janji..)..

Lalu mudahkah buat kehidupan Sarah dan Nabil? kan istrinya yang muallaf gituh… dan sang suami bisa jadi imam buat Sarah.. ah.. sayang jawabannya itu TIDAK. Kalau boleh blak-blakan sy nyebut Nabil belum bisa jadi imam yang baik buat Sarah,, haha,,, kasar yah istilahnya? Tapi.. yang namanya Hidayah itu hak mutlak kepunyaan Allah kan… dan bisa diberikanNYa pada siapa saja yang dikehendakinya.

Begitupun dalam cerita ini.. di mana digambarkan karakter Sarah lah yang justru gigih mendalami agama barunya, tanpa bantuan suami.. eits.. tapi dibantu oleh teman dan adik iparnya.. Nabil malah terkesan cuek jika Sarah bertanya tentang shalat dhuha, ngaji dan hal2 berkaitan dengan agama. Eits.. bukan cuek tapi ga suka ya,,. Hingga kemudian perubahan-perubahan Sarah ke arah yang lebih religius membuat Nabil justru tidak suka. Rasa tidak suka Sarah tehadap perubahan Nabil sama dengan rasa tidak suka Nabil melihat perubahan Sarah.

Wadooh… gimana dong? Ribet yah… ga kok.. sebetulnya ga ribet.,.. sy suka dengan kata2 sohibnya Nabil yang bernama Aan saat mengatakan “nggak selamanya hidup berjalan sesuai keinginan qta. Kadang-kadang qta juga harus memandang sesuatu dari kacamata orang lain.”.. dan itulah yang menjadi masalah.. terkadang qta terlalu egois dengan melihat persoalan hanya dari kacamata qta.(… barusan sy mendapat kata2 ini di status dosen favorit sy.. ^^..)

Wew… tentunya sy bukan orang yang berhak bicara banyak tentang sebuah pernikahan, belum punya pengalaman gituh :)..tapi sy percaya aja saat banyak orang yang bilang kalau qta memang akan melihat bagaimana pribadi seseorang itu sebetulnya saat sudah menikah.. dan bagaimana ketika qta melapangkan hati untuk menerima pasangan qta apa adanya, di sanalah dibutuhkan komitmen. Sy sepakat dengan endors yang ada di buku itu, seperti kata mbak Ifa Avianty bahwa pernikahan adalah sisi real dari cinta, bahwa dalam pernikahan, cinta dan komimen sama pentingnya.

Dan oleh endors yang diberikan seseorang bernama Roos kalau novel ini mengajarkan bagaimana menyikapi pernikahan sebagai sesuatu yang saling melengkapi dan membuatnya menjadi utuh, semuanya memang tidak mudah dan perlu usaha keras yang tidak saja menguras energi tapi juga emosi.

Lalu bagaimana dengan pernikahan Nabil dan Sarah? Sanggupkah mereka keluar dari segala permasalahan dan perbedaan yang semakin meruncing. Jawabnya… heuheu… ada teman yang protes kalau review sy jangan nyeritain ending.. so.. yang mau tau endingnya.. baca novelnya aja ya… ^^

Pada sebuah cinta.. kisah ini pernah ada.. dan review ini berakhir hingga di sini saja..

(makasih buat mbak Sefry atas bukunya.. maaf reviewnya kelamaan muncul… buat mbak Ifa.. makasih untuk cinta tak bermata-nya.. ^^…)

Seberkas dari “Cinta Semusim”

Cinta.. setahuku berasal dari rasa ketertarikan. kecendrungan. ada satu atau beberapa hal yang membuat qta terpesona padanya. Rupanya kah atau apanya. Yang jelas, qta merasakan ada magnet yang terus menarik-narik kita untuk selalu ‘mendekat’ padanya.

Kadang ketertarikan tak juga selalu berujung pada cinta. Kalau ini biasanya terjadi ketika kita semakin mendekatinya, ternyata kita mendapati bahwa dia tak seindah yang kita kira. Pandangan mata kan suka menipu juga. Kita menyadari bahwa ternyata dia tidak semenarik yang kita duga.

Bisa saja fisiknya yang membuat kita akhirnya tak bisa mencintainya.. bisa juga karena.. ada hal lain yang tidak mungkin kita tembus.

Haruskah aku bicarakan juga yang satu ini? sementara cinta itu sendiri, sepenuhnya adalah kuasa hati dan akal kita untuk menerjemahkannya.

Hati adalah sensor positif yang dapat dengan segera berbunyi ketika kita mulai jatuh cinta pada seseorang. Kita merasakan getar-getar yang bahkan kita sendiri tak sanggup menjabarkannya.

Akal? Bagaimana ini, sementara katanya cinta itu buta? Ya. Bisa saja cinta itu buta. Tanyakan saja kepada akal kita. Kalau dia tak sanggup menjelaskan alasan logis mengapa kita jatuh cinta pada seseorang, apalagi kalau kita kemudian tanpa alasan mengorbankan semuanya untuk cinta itu, maka cinta itulah yang buta.

Agar kita dapat memberikan sepasang mata bagi cinta yang buta itu, berikan dia alasan yang logis tentang mengapa kita jatuh cinta kepada seseorang. Lalu, tanyakan pula batas-batas apa saja yang kita pegang dengan erat selama kita berada dalam perahu cinta itu.

Lalu, kalau bedanya cinta dengan sayang?

Sayang adalah sebuah perasaan kedekatan hati yang tumbuh karena interaksi yang intens. Sayang bisa jadi lebih personal dan lebih lembut daripada sekedar cinta, apalagi ketertarikan. Sayang adalah tahap selanjutnya dari chemistry atau perasaan cocok dan terpenuhi. Sayang juga bisa merupakan tahap selanjutnya dari cinta. Atau sebaliknya, setelah rasa sayang terbitlah cinta.

Oops, filosofikah?

Nggak juga rasanya. Aku hanya ingin mengurai dengan jelas, perasaan apa yang sedang bermain di hati, saat ini. maka aku memerincinya sedemikian rupa, untuk menemukan sedang di mana saya sekarang.

Bismillah.

Aku membuka kotak pandoraku.

Jack in the box? tentu saja bukan.

Seperti kata Tom Hanks di film Forrest Gump. Hidup itu seperti sekotak coklat. Kita nggak tahu, apakah kita akan mendapat manis atau yang pahit.

Tetapi rasanya sama. Sensasinya sama. Deg-degan. Exciting.

Saya juga.

Saya melongok ke dalam kotak pandora itu (atau kotak coklatnya si Tom Hanks)

Saya.. akhirnya memilih.

Saya kembali menemukan perasaan saya yang mungkin telah berkarat kepadanya. Saya bukan hanya cendrung kepadanya. Tapi juga cinta dan sayang. Dengan sepenuh hati

***

heuheu… tulisan di atas bukan tulisannya yanti lhoo… tapi postingan di MP seseorang. jangan tanya apa alamat MPnya.. karena sang pemilik MP itu fiksi. ada di novelnya mbak Ifa Avianty yang judulnya Cinta Semusim. karena tadi sudah mengetik separuhnya di notes adik tingkat sy… jadi tanggung nih.. sy ketik selengkapnya.. hihihi…

Dalam novel itu.. beberapa detik setelah postingan di tampil di MP.. dua wanita menangis. Yang satu menangis bahagia… yang satunya menangis tergugu.. sedih.. kalah.. terhempaskan… entah karena saya terlalu memakai perasaan dalam membacanya atau karena mbak Ifa begitu piawai dalam mengolah cerita.. maka sensasi yang sy dapatkan ketika membaca itu adalah apa yang dirasakan kedua wanita itu.. hoho.. aneh bukan.. sy bisa merasakan bagaimana menjadi Alita yang tersenyum bahagia.. tapi saya juga bisa merasakan Sosa yang terhempas dan kalah. hiks..

Sebuah novel yang sangat manis dan keren dari mbak Ifa Avianty.. banyak kata2 bagus di sana.. 🙂

 

*had been posted at Mp ‘n FB on 140210*

Galaksi Kinanthi (review)

Seperti penulisnya yang seperti mengakhiri sebuah perjalanan jauh.. maka begitupun saat sy membacanya… tersedot dalam gelombang rasa yang kadang menghantam karang.. atau dengan riaknya yang pelan tapi menenggelamkan.. hadoh.. lebay nih… :p

Galaksi Kinanthi, sebuah karya dari Tasaro GK.. pertama menemukan judulnya dari review seorang kakak.. tertarik tapi belum berniat membacanya.. sy akan membacanya.. tapi nanti dalam waktu yang tidak tahu kapan.. hingga akhirnya ada satu hal yang membuat keinginan sy untuk membacanya begitu kuat.. keinginan membacanya seperti sebuah bom waktu, yang sy yakini akan meledak pada saatnya, dan ketika saat itu tiba sy pun tak mampu mencegahnya.. Terima kasih tak terhingga buat seorang kawan yang membantu sy menemukan buku itu.. 🙂

Galaksi Kinanthi, bercerita tentang perjalanan hidup Kinanthi.. dari Kinanthi kecil.. miskin.. terpinggirkan dari masyarakat bahkan tersudutkan karena kemiskinan.. karena kemaksiatan yang dilakukan bapaknya. Kinanthi kecil tak berkawan, dan hanya seorang Ajuj yang membuka seluruh hidupnya untuk dimasuki Kinanthi. Sebuah persahabatan yang membuat keduanya merasa nyaman namun tak mengenakkan buat orang di sekitar mereka.

Sampai pada suatu ketika.. Kinanthi pun harus pergi meninggalkan dusun. Untuk kehidupan yang lebih baik kata orangtuanya walau hal yang sebenarnya adalah dijual. Rupanya kemiskinan telah mampu menggadaikan kasih sayang orangtua terhadap anaknya hanya dengan 50 kg beras. Kinanthi menjadi babu tapi tetap merasakan nikmatnya sekolah dan menjadi bintang karena kecerdasannya.. tapi tak lama.. hingga kemudian kehidupannya menjadi seorang pelajar dicabut dari hidupnya.

Kinanthi, yang beranjak dewasa terbang.. melintasi lautan sampai pada suatu negara di Timur Tengah.. menjadi Tenaga Kerja Wanita istilah kerennya.. walaupun bagi para majikan mereka dianggap sebagai budak. Inilah titik puncakl di mana segala emosi.. sedih.. haru.. marah.. semuanya berkecamuk menjadi satu dalam diri saat membacanya. Hingga tak sadar mata basah.. hingga tak sadar jarum pendek di jam dinding sudah menyentuh pada angka di mana sy harusnya sempurna terlelap.

Tapi tak ingin berhenti.. huruf2 yang terbaca membuat sy membuka mata.. saat ini.. ketika sy dengan nyamannya menulis review buku itu.. di sana.. di belahan dunia sana… mungkin saja ada saudari sy menahan nestapa.. merasa sakit dengan hukuman yang tak semestinya.. perlakuan tak sepantasnya, pelecehan yang membuat geram siapa saja, yang masih berhati nurani tentunya.

Sakit, derita, nelangsa seolah berteman akrab dengan mereka.. sampai pada kesadaran melawan atau bertahan sama saja.. bunuh diri atau membunuh juga tak ada bedanya. Dunia gelap tak berujung dalam pandangan mereka. Walaupun di sini qta dengan nyamannya menyebut mereka dengan gelar kehormatan “Pahlawan Devisa”.. (semoga tak semuanya bernasib serupa.. berharap sangat yang lain baik2 saja)

Itulah yang dialami Kinanthi.. sampai kemudian kemerdekaan diperolehnya membuat hidupnya menjadi tak sama dengan sebelumnya.. kecemerlangan terus diraihnya hingga dia menjadi seperti Ratu. Tapi ada satu hal yang sebegitu sulit untuk dilepaskannya.. sebuah nama yang telah menjajah hatinya sekian lama. Bagaimana akhirnya? Baca sendiri saja yaaa…. 🙂

Galaksi Kinanthi.. novel apik.. keren.. dan perpaduan dari berbagai harmonisasi rasa yang dikemas sedemikian manis di dalamnya.. hoho.. tolooong.. sy bukan kritikus sastra yang bisa menilai dengan sangat nyastra. Hanya bisa berkata.. sy suka… suka sekali.. memotret banyak hal dalam sebuah kemasan utuh.

Tentang kebiasaan2 masyarakat yang mengandung syirik.. tentang potret buram TKW negeri ini.. ini negara kaya.. tapi kenapa ratusan.. ribuan.. puluh ribuan atau apakah lebih banyak menerima perlakuan tak adil di luar negeri sana. Kata seorang teman.. sebuah fakta yang sangat menyedihkan justru hal itu terjadi di “Arab”

Ah.. tak semuanya kok yan TKW yang mendapat perlakuan tak adil.. yah.. memang tak semuanya.. seperti jawaban di buku itu.. untuk menemukan mereka yang bahagia kita akan melewati dulu mereka yang lebih banyak berteman dengan nestapa.. Apapun itu.. semoga saudari2 qta yang tengah mengais rezeki di belahan dunia sana.. dalam keadaan baik2 saja.. dijauhkan dari bahaya yang mengancam dan selalu dilindungiNya.. Amin…

Eh… jadi banyak ngelantur.. selepas dari perjuangan Kinanthi untuk merdeka.. sy merasa semua berjalan seadanya.. kata seorang kawan.. pada bagian itu terasa membosankan.. hehe… tapi menemukan “gairah” kembali saat ada di bagian hampir ending sampai benar2 ending yang mengejutkan.. dengan sebuah rumusan “Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa seseorang yang kamu cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani.”

Dan.. satu lirik lagu yang pas.. sama dengan Strawberry Shortcake.. 🙂
“Meski waktu datang.. dan berlalu sampai kau tiada bertahan.. semua takkan mampu mengubahku.. hanyalah kau yang ada di relungku.. hanyalah dirimu.. mampu membuatku jatuh dan mencinta.. Kau bukan hanya sekedar indah.. kau tak akan terganti.. ”

oh iya.. lupa.. hehe… tambahan.. ada satu dua kalimat yang sy rasa ngepas juga nih.. sy dapat dari postingan salah satu tetangga di MP yang alamatnya http://syabli.multiply.com
dalam sebuah postingan berjudul penantian seorang gadis..
“dalam diri perempuan ada kekuatan luar biasa untuk bertahan dalam perasaannya. Entah sang lelaki tak pernah mengerti atau tak pernah memberi jawaban. Perempuan bisa menyimpan perasaan itu bertahun-tahun. Kekuatan hebat yang sangat disayangkan kalau harus diorientasikan kepada hal yang fana. Seorang laki-laki.

Jujur, untaian kalimat terakhir ini aku tuliskan untuk perempuan-perempuan hebat yang sedang salah menempatkan perasaannya. Perempuan kuat dengan perasaan perkasanya. Jangan kau orientasikan kekuatanmu itu pada sesuatu yang nantinya pasti mati, seorang laki-laki. Alangkah elok kalau kau berdiri di gerbang itu. Berdiri dan menanti zat yang tak pernah mati.” —> sebuah nasehat untuk diri sy pribadi..

dan buat para laki-laki.. jangan sembarangan memberikan harapan.. *sebal* :p

*070310… tidak semua penantian ada ujungnya.. tidak semua perasaan harus diperjuangkan.. ada hal2 yang juga pantas diunggulkan.. –> masih nyomot dari Galaksi Kinanthi… *