Tadarus Cinta Buya Pujangga

Jika ada yang sudah menonton film atau cuma menonton trailer dari film Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck maka di sana akan menemukan adegan tentang pacuan kuda. Dan tahukah kalian, kalau Buya Hamka, penulis novel TKVdW itu pernah menjadi joki pacuan kuda semasa beliau masih kecil dulu. Itu saya baca dalam sebuah buku berjudul Tadarus Cinta Buya Pujangga.

Tadarus Cinta Buya Pujangga adalah novelisasi Kehidupan Buya Hamka saat beliau kecil hingga berusia 30 tahun. Malik, nama panggilan Buya Hamka masih kecil ternyata menyimpan perasaan lara karena perpisahan kedua orang tuanya. Dalam usianya yang baru 12 tahun, Malik tahu bahwa perkawinan menurut pandangan adat Minang bukanlah semata-mata hubungan pribadi antara lelaki dan perempuan yang menikah saja. Yang sebetulnya ‘menikah’ adalah kedua suku di belakang suami istri. (Hal 117)

Malik pun didera kebingungan untuk memilih antara tinggal dengan ibunya atau pun ayahnya. Persoalan keluarga yang dihadapi Malik ini membuat Malik melanggar beberapa aturan seperti membolos sekolah dan menjadi joki pacuan kuda. (Hal 121) Continue reading

Advertisements

Kegigihan dan Putihnya Hati Oshin

Yang saya ingat dari Oshin adalah serial Jepang yang puanjang dan ditayangkan tiap minggu di TVRI. Kemudian saya berpikir, mungkin panjangnya kisah Oshin itu karena cuma ditayangkan seminggu sekali, jadi berasa panjang. Beda dong dengan drama dan sinetron sekarang yang ditayangkan tiap hari. Kalau nonton drama Korea 20 episode bisa selesai 2 hari *ups*

Eh, ternyata pas saya kepoin si Oshin ini ternyata episodenya beneran panjang, loh, Kaka. Ada 297 episode dan ditayangkan seminggu sekali. Pantas aja kan waktu tayangnya bertahun-tahun dan melekat jadi kebiasaan.

Kata suami pas saya beritahu jumlah episode Oshin, pantas aja kok panjang, ceritanya kan dari Oshin kecil, remaja, hingga tua. Continue reading

Setelah Menonton Film 12 Menit untuk Selamanya

Gambar

Saya menunggu-nunggu film ini setelah jatuh cinta pada novelnya yang wow luar biasa bagi saya. Direncanakan tayang desember tahun kemarin, tapi ditunda hingga akhir januari. Ceritanya sama dengan di novel karena memang novel itu ditulis berdasarkan skenario filmnya. Penulis skenario dan penulis novelnya juga sama : Oka Aurora.

Yang mau lihat sekilas tentang ceritanya ada di review novel yang sudah saya tulis di sini

Lalu, bagaimana kesan saya setelah menontonnya?

Openingnya aja udah bikin saya nangis. Melihat tim marching band latihan dengan setting alam Bontang bikin saya terharu. Saya suka sekali melihat mereka latihan di tempat yang terbuat dari kayu (apa sih namanya) di tepi laut itu. Pemandangan yang ditawarkan baguss. Bikin pengin ke Bontang. Continue reading

Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta – Tasaro GK

image

Tadinya saya mengira Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta adalah sebuah novel. Kangen buanget dengan karya Tasaro GK yang serupa dengan Galaksi Kinanthi. Novel panjang yang manis dramatis yang membacanya bikin saya serasa menjalni sebuah perjalanan yang panjang. Tapi sayangnya, TSKdC bukan novel melainkan sebuah kumpulan cerpen, dan ketika saya mengetahui kalau bukan novel, saya mengurungkan niat buat membelinya. Terlebih pas ngecek harganya di toko buku besar, perlu banyak rupiah buat mendapatkannya.

Mahalnya buku ini mungkin disebabkan oleh tampilan bukunya yang terlihat Wah. Penuh warna. Ada frame berwarna di tiap halaman, warnanya seragam untuk halaman-halaman di bab yang sama, ketika berpindah bab, warnanya beda lagi. Jadinya ketika dilihat dari samping serasa menatap rainbow cake. Hal itu jadi bikin saya bertanya-tanya, yang penting itu isi tulisan atau tampilan? Kalau tampilan sebuah buku bikin harga buku melambung tinggi kan pembeli buku yang rada-rada sok kepengin hemat seperti saya ini mikir 4-5 kali buat belinya. Semoga ke depannya karya-karya Tasaro lebih ramah di kantong deh.
Continue reading

Frankfurt to Jakarta (Janji, Kenangan dan Takdir)

Bagaimana rasanya jika suatu hari seorang istri mengetahui kalau suaminya masih menyimpan rasa pada mantannya? Terlebih belum ada pernyataan ‘berakhir’ antara sang suami dengan mantan? Dan juga saat mendapati bahwa sang mantan itu lebih segala-galanya dari seorang perempuan lugu yang berstatus sebagai istri? Hooo… Nyesak dong ya. Itulah cerita yang saya temukan dalam sebuah novel berjudul Frankfurt to Jakarta.

Frankfurt to Jakarta (selanjutnya kita sebut FtJ) adalah karya duet dari mbak Leyla Hana dan mbak Annisah Rasbell. Awal membuka novel itu, saya kaget lho mendapati ada nama saya di ucapan terima kasih. Ya ampyuuun.. Saya langsung terharu gimana gitu. Benaran nggak nyangka ada nama saya tertulis di sana. Langsung saya foto dan kasih tau teman-teman. Hihihi…

Continue reading

Paket Komplit dalam Kesturi dan Kepodang Kuning

Kenal yang namanya kepodang?

Tadinya saya pikir kepodang itu semacam kupu-kupu atau capung. Eaaa… Ternyata burung tho. Penasaran dengan kepodang karena baru saja menyelesaikan novel yang judulnya Kesturi dan Kepodang Kuning. Oya, kalau bicara Kesturi, ingatnya nama buah, jadi awalnya mengira ini adalah cerita tentang buah dan binatang sejenis kupu-kupu. Hahaha… Ternyata salah. Kesturi adalah nama orang, nama seorang bayi cantik dari seorang ibu bernama Sriyani.

Gambar
Yang menakjubkan adalah Kesturi, si bayi cantik itu bersahabat dengan Kepodang, seekor burung yang diberi nama Srikandi oleh Sriyani. Persahabatan yang ajaib, Kesturi kerap bercengkrama dengan burung Kepodang itu di pagi hari. Hal yang menarik perhatian seorang pemuda bernama Satrio yang memang sedang melakukan penelitian burung kepodang yang mulai susah ditemukan. Satrio pun meminta izin kepada Sriyani buat mengambil video keakraban Kesturi dengan Kepodang Kuning setiap hari.
Continue reading

La Tahzan (The Movie)

Gambar

Jika melihat judulnya sebagian orang mungkin mengira ini diambil dari judul buku best seller karya Aidh Al-Qarni. Terlebih di awal filmnya dikatakan kalau film ini berasal dari sebuah karya best seller La Tahzan. Seorang teman juga sempat berkata pada saya ingin meminjam novel La Tahzan, dan saya pun kemudian mengabarkan kepadanya kalau La Tahzan yang saya punya bukan buku berjenis novel, tapi kumpulan kalimat motivasi dan hikmah. Sedangkan film La Tahzan (yang waktu itu belum dirilis) adalah bagian karya dari La Tahzan for Student, kumpulan kisah2 inspiratif para pelajar di Jepang. Saya mengetahui hal tersebut karena sempat membaca postingan blog sang pemilik ide cerita.

La Tahzan bercerita tentang persahabatan yang sangat dekat antara Viona (Atiqah Hasiholan) dan Hasan (Ario Bayu). Viona, gadis sunda ini menyukai beragam hal tentang hello kitty dan juga Jepang. Viona dan Hasan kemudian punya mimpi ingin bersama-sama pergi ke Jepang. Persahabatan yang sangat dekat antara wanita dan pria sangat jarang tanpa melibatkan perasaan, begitu juga Hasan dan Viona. Continue reading