Ayam Penyet ala Agus Sasirangan

Ayam penyet adalah salah satu makanan favorit saya. Kalau makan di Wong Solo, saya nyaris selalu memilih menu ayam penyet. Ayam penyet itu adalah ayam yang diungkep dulu kan ya? Nah, untuk ayam ungkep ini saya menyukai ayam ungkep bikinan mama. Rasanya khas dan enak. Pernah mencoba bikin setelah sebelumnya bertanya pada mama apa saja bahan-bahannya. Tapi, rasanya kok enggak mirip ya? Heuu….

Kemarin saya mencoba lagi memasak ayam ungkep, setelah sebelumnya membeli ayam kampung bersama mama. Waktu mau memulai memasak, mama mengeluarkan resep andalannya. Ternyata resep itu dari Agus Sasirangan, runner up master chef, salah satu acara masak-masak di TV nasional itu loh.

Pada koran Banjarmasin Post, dulu ada rubrik Cooking with Agus Sasirangan. Ada tanya jawab dari pembaca untuk chef Agus. Nah… Salah satu pertanyaannya bagaimana cara membikin ayam penyet yang enak dan bumbunya pas. Lembaran koran itu ternyata disimpan mama dan dijadikan panduan beliau buat bikin ayam ungkep.     

Continue reading

Advertisements

Carancam – Daur Ulang Sisa Ikan

Hemat dan Irit itu seperti sudah menjadi nama tengah mama saya. Dan tentu saja beliau berusaha mengajarkannya kepada saya, anak bungsu tercintanya ini. Tapi, ya, kadang-kadang saya nggak seirit dan sehemat mama juga. *Maafkan anakmu, Ma*

Ada beberapa hal yang mama ajarkan tentang pengiritan, misalkan dalam memakai kompor elpiji. Mama bilang jangan sering dimati-hidupkan. Karena jika kompor elpiji dinyalakan, pementikan awal itu memakai lebih banyak elpiji. Jadi, cara ngiritnya itu, kecilkan apinya jika sudah selesai masak dan ada yang mau dimasak berikutnya. Jadi, sebelum yang satu masak, yang lain udah siap dimasak lagi.

Kali ini yang mau saya share adalah cara mama mendaur ulang ikan yang sudah dimasak. Dalam keluarga kami tidak terbiasa mangilau ikan. Mangilau bahasa Indonesianya apa ya? Menggado? Maksudnya makan ikan doang gitu, tanpa nasi. Jadi, biasanya ada gitu ikan sisa. Entah bakar atau goreng, atau bisa juga pepes. Kalau dibuang kan sayang tuh, biasanya dagingnya masih banyak. Dan kami tidak punya peliharaan kucing. Continue reading

Bikin Brownies tanpa Mixer dan Oven

Sejak bergabung di grup Dapur Aisyah di FB saya seolah menemukan keajaiban-keajaiban dalam dunia permasakan. Hal-hal yang saya rasa mustahil dikerjakan ternyata bisa dengan resep-resep istemewa.

Dulu, saya pernah cerita tentang Pizza Magic Com yang saya anggap sebagai penemuan terdahsyat abad ini. Hahahaha… Kemudian ada juga resep lazy bread, saya menamainya saat membikin roti semudah bikin pisang goreng. Soalna lazy bread itu nggak pakai ulen-ulenan. Bahan-bahan tinggal campur dan didiamkan gitu aja. Kapan-kapan saya bikin postingan khusus deh ya soal Lazy Bread.

Baca juga : Menaklukkan Kepiting

Nah, beberapa hari yang lalu saya lihat lagi resep brownies hemat telur tanpa mixer dan oven dari anggota Dapur Aisyah yang namanya Ummu Abdillah Ahnaf
Continue reading

Udang Goreng Telur Asin

Kemarin saya memasak udang goreng tepung dengan jumlah yang banyak. Maklum ye mau mudik. Jadi ngabisin stok makanan di kulkas. Pas dikasih lihat ke suami hasil masakan saya, eh dia malah bilang : “Masak sama telur asin aja sebagian udangnya.”

Mendengar requestnya itu saya mikir sejenak dan kemudian menyetujui usulannya. Walau menjelang bedug, tapi masak udang telur asin ga ribet. Soalna udangnya udah di goreng tepung sih. Hihihi… Jadi tinggal siapin bawang putih 2 siung, daun bawang secukupnya dan 1 butir telur asin yang diancurin. Bahan lainnya margarine dan sedikit gula yang dilarutkan dengan air panas.

Cairkan margarine, masukkan bawang putih, tumis sampai layu. Setelahnya masukkan telur asin yang sudah dihancurkan. Masukin udang, daun bawang yang sudah diiris tipis dan larutan gula. Masak sampai kental. Selesai. Rebes. Ga pakai lama. Buat dimasak sahur juga ga makan waktu lama. Ya dengan catatan udangnya udah digoreng. Hehehhe…

Tapi saya kemarin eksekusi masaknya bada maghrib. Biar masih hangat 😀

Ini resep baru di dapur saya. Wekeke.. Dan tumben2an suami suka dengan resep baru ini. Biasanya kan dia sukanya ama resep jadul :p

Resep udang telur asin saya temukan di sebuah koran daerah pas mudik bulan april kemarin. Ketika membaca judul resepnya saya langsung tertarik karena mengingatkan saya pada menu di satu tempat makan yang pernah saya cicipi dulu. Bukan udang sih, dulu saya makannya kepiting soca. Rasanya.. Duh.. Ngangenin banget. Saya suka gitu deh. Tapi berhubung letaknya di Banjarmasin, jadi jaraaang sekali saya berkesempatan makan di sana. Di Balikpapan belum ada cabangnya.

Resep di koran itu pun saya gunting dan saya bawa waktu kembali ke kaltim. Dan sekarang, entah terselip di mana tuh potongan koran. Ga nemu euy. Jadi solusinya ya apalagi kalau bukan bertandang ke rumah mbah Google. Dan mbah Google pun menunjukkan arah ke satu dapur bernama Ordinary Kitchen. Di sana saya menemukan resep Udang Telur asin yang kemudian saya coba dengan bahan yang disesuaikan.

Berikut resep aslinya dari Mak Ricke Indriani

Bahan:
500 gram udang, kupas kulitnya, buang kepalanya dan sisakan ekornya (pilih udang ukuran sedang/besar) –saya kemarin ga tau deh timbangan udangnya berapa. Secukupnya lah–
2 sdt air jeruk nipis/lemon
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
6 sdm tepung maizena –kemarin goreng tepungnya pakai tepung bumbu biasa. Ga niat buat bikin ini sih dan ternyata lebih enak pakai tepung bumbu biasa. Hihihi–
3 butir kuning telur asin, haluskan –kalau saya putihnya juga dicemplungin. Lah, kalau putihnya ditinggal siapa yang makan? :p–
50 ml air panas
1/4 sdt kaldu bubuk –ini ga pakai. Ternyata kaldu bubuk di rumah udah kadaluarsa.–
3 siung bawang putih, cincang halus
1/4 sdt gula pasir
1 batang daun bawang, iris halus
Minyak goreng
2 sdm margarin

Cara membuat:
1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis, garam dan merica bubuk. Diamkan sekitar 15 menit. Taburkan maizena dan balut sampai rata. Goreng udang dengan minyak yang banyak hingga matang dan tepung kering. Angkat. Sisihkan.
2. Larutkan kaldu bubuk dalam air panas. Sisihkan.
3. Panaskan margarin, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan kuning telur asin, aduk rata.
4. Masukkan air kaldu dan gula pasir. Masak hingga mendidih. Masukkan daun bawang. Aduk rata sebentar. Masukkan udang goreng. Aduk cepat sampai udang terbalut rata. Matikan api. Angkat. Sajikan panas.

Oya, ngomong-ngomong tentang Daun Bawang, saya kemarin nemu tips memberdayakan daun bawang di rumah dari FBnya majalah Ummi. Nih fotonya :

Gambar

Kata Majalah Ummi di keterangan fotonya : Lain kali jika Anda membeli daun bawang, potong bagian bawahnya yang berwarna putih, masukkan ke dalam gelas atau toples, kemudian isi dengan air. Kurang lebih 10 hari kemudian, akan tumbuh daun bawang lagi! Lumayan kan, nggak perlu beli

Saya belum nyoba sih. Yang nyoba kalau berhasil kasih tau ya. Hehehe….

Pizza Magic Com

Beberapa hari ini saya senang banget nongkrong di salah satu grup tentang masak memasak di FB. Namanya Dapur Aisyah. Pas saya lihat kaget aja membernya udah 11 ribuan. Pantes aja lalu lintas di dapur itu ramai sekali 🙂

Salah satu hal yang ramai diperbincangkan adalah Pizza Magic Com alias bikin pizza dengan menggunakan Magic Com alias rice cooker. Eh, magic com sama ga sih dengan rice cooker? *ragu*

Sebagai seorang wanita di dunia ini yang belum punya oven di dapurnya tentulah resep pizza ini menarik perhatian saya. Penasaran juga emang beneran bisa gitu bikin pizza dengan magic com. Maka hari ini saya mencobanya daripada terus diselimuti rasa penasaran.

Continue reading

Bingka Kentang atau Kue Lumpur?

    Gara-gara beberapa hari ini lihat status sepupu saya yang isinya bingka mulu, saya jadi disergap kangen ama wadai yang satu itu. Sepupu saya itu katanya jualan bingka kentang gitu, trus laris manis. Malah sempat ada statusnya yang bilang kalau dia tutup toko setengah hari khusus buat bikin bingka. FYI, sepupu saya ini jualan baju dan punya toko gitu. Membaca status itu saya pun langsung kirim BBM ke dia.

    “Banyak hujungan bajual bingka bisa nih daripada badagang di toko?” (Lebih banyak untung jual bingka ya dibanding jualan di toko?)

    Dan sepupu saya menjawab singkat, “Aslee.”

    Maksudnya Asli, sepertinya menyepakati pertanyaan saya di atas. Dan hal ini membuat keinginan saya buat bikin bingka semakin menjadi-jadi, siapa tau bisa jualan juga. Hahahaha…..

Continue reading