[Cerfet] Pelangi Rindu 5

 

“Raga.” Suara itu membuatku berbalik. Sesosok tubuh dengan kemeja panjang warna hitam yang lengannya digulung hingga siku mendekatiku. Dia melangkah dari sebuah mobil yang pintu depan sebelah kanannya masih terbuka.

“Apa yang kau lakukan di atas jembatan ini?” Gandhi, otakku menyebut namanya yang sudah berada di depanku. Gandhi menjabat tanganku erat. Aku berbalik setelah Ghandi melepaskan tanganku. Pandanganku mengarah ke kiri dan ke kanan, mencari-cari kamu yang tak ada lagi di dekatku. “Kalya.” Aku berbisik lirih sekali. “Kamu di mana?”

“Aku turut berduka atas kepergian Ibu kamu, Ga. Sorry, kemarin aku nggak datang ke pemakaman. Lagi di luar kota. Tapi, teman-teman datang, kan?” Aku menjawab pertanyaan Ghandi dengan anggukan. Pandanganku kusapukan ke segala penjuru, mencari sosokmu. Jangan pergi lagi. Aku bergumam sendiri. Continue reading