Tadarus Cinta Buya Pujangga

Jika ada yang sudah menonton film atau cuma menonton trailer dari film Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck maka di sana akan menemukan adegan tentang pacuan kuda. Dan tahukah kalian, kalau Buya Hamka, penulis novel TKVdW itu pernah menjadi joki pacuan kuda semasa beliau masih kecil dulu. Itu saya baca dalam sebuah buku berjudul Tadarus Cinta Buya Pujangga.

Tadarus Cinta Buya Pujangga adalah novelisasi Kehidupan Buya Hamka saat beliau kecil hingga berusia 30 tahun. Malik, nama panggilan Buya Hamka masih kecil ternyata menyimpan perasaan lara karena perpisahan kedua orang tuanya. Dalam usianya yang baru 12 tahun, Malik tahu bahwa perkawinan menurut pandangan adat Minang bukanlah semata-mata hubungan pribadi antara lelaki dan perempuan yang menikah saja. Yang sebetulnya ‘menikah’ adalah kedua suku di belakang suami istri. (Hal 117)

Malik pun didera kebingungan untuk memilih antara tinggal dengan ibunya atau pun ayahnya. Persoalan keluarga yang dihadapi Malik ini membuat Malik melanggar beberapa aturan seperti membolos sekolah dan menjadi joki pacuan kuda. (Hal 121) Continue reading

Advertisements

Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta – Tasaro GK

image

Tadinya saya mengira Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta adalah sebuah novel. Kangen buanget dengan karya Tasaro GK yang serupa dengan Galaksi Kinanthi. Novel panjang yang manis dramatis yang membacanya bikin saya serasa menjalni sebuah perjalanan yang panjang. Tapi sayangnya, TSKdC bukan novel melainkan sebuah kumpulan cerpen, dan ketika saya mengetahui kalau bukan novel, saya mengurungkan niat buat membelinya. Terlebih pas ngecek harganya di toko buku besar, perlu banyak rupiah buat mendapatkannya.

Mahalnya buku ini mungkin disebabkan oleh tampilan bukunya yang terlihat Wah. Penuh warna. Ada frame berwarna di tiap halaman, warnanya seragam untuk halaman-halaman di bab yang sama, ketika berpindah bab, warnanya beda lagi. Jadinya ketika dilihat dari samping serasa menatap rainbow cake. Hal itu jadi bikin saya bertanya-tanya, yang penting itu isi tulisan atau tampilan? Kalau tampilan sebuah buku bikin harga buku melambung tinggi kan pembeli buku yang rada-rada sok kepengin hemat seperti saya ini mikir 4-5 kali buat belinya. Semoga ke depannya karya-karya Tasaro lebih ramah di kantong deh.
Continue reading

Frankfurt to Jakarta (Janji, Kenangan dan Takdir)

Bagaimana rasanya jika suatu hari seorang istri mengetahui kalau suaminya masih menyimpan rasa pada mantannya? Terlebih belum ada pernyataan ‘berakhir’ antara sang suami dengan mantan? Dan juga saat mendapati bahwa sang mantan itu lebih segala-galanya dari seorang perempuan lugu yang berstatus sebagai istri? Hooo… Nyesak dong ya. Itulah cerita yang saya temukan dalam sebuah novel berjudul Frankfurt to Jakarta.

Frankfurt to Jakarta (selanjutnya kita sebut FtJ) adalah karya duet dari mbak Leyla Hana dan mbak Annisah Rasbell. Awal membuka novel itu, saya kaget lho mendapati ada nama saya di ucapan terima kasih. Ya ampyuuun.. Saya langsung terharu gimana gitu. Benaran nggak nyangka ada nama saya tertulis di sana. Langsung saya foto dan kasih tau teman-teman. Hihihi…

Continue reading

Paket Komplit dalam Kesturi dan Kepodang Kuning

Kenal yang namanya kepodang?

Tadinya saya pikir kepodang itu semacam kupu-kupu atau capung. Eaaa… Ternyata burung tho. Penasaran dengan kepodang karena baru saja menyelesaikan novel yang judulnya Kesturi dan Kepodang Kuning. Oya, kalau bicara Kesturi, ingatnya nama buah, jadi awalnya mengira ini adalah cerita tentang buah dan binatang sejenis kupu-kupu. Hahaha… Ternyata salah. Kesturi adalah nama orang, nama seorang bayi cantik dari seorang ibu bernama Sriyani.

Gambar
Yang menakjubkan adalah Kesturi, si bayi cantik itu bersahabat dengan Kepodang, seekor burung yang diberi nama Srikandi oleh Sriyani. Persahabatan yang ajaib, Kesturi kerap bercengkrama dengan burung Kepodang itu di pagi hari. Hal yang menarik perhatian seorang pemuda bernama Satrio yang memang sedang melakukan penelitian burung kepodang yang mulai susah ditemukan. Satrio pun meminta izin kepada Sriyani buat mengambil video keakraban Kesturi dengan Kepodang Kuning setiap hari.
Continue reading

MU vs Munchen (Champion 1999)

image

Beberapa hari yang lalu saya membaca Rantau 1 Muara. Buku ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara. Buku ketiga ini adalah buku pamungkas, buku terakhir. Saya sudah lama menantikannya dan ingin menjawab pertanyaan besar yang muncul setelah membaca buku keduanya : Ranah 3 Warna.

Dalam salah satu bab di buku Rantau 1 Muara berjudul Setan Merah. Bercerita tentang orang-orang di kantornya Alif yang sibuk menonton pertandingan final Liga Champion antara MU vs Munchen. Saya yang waktu sampai di bab itu dalam kondisi mengantuk kemudian ngedumel sendiri. Ini penulisnya nebal-nebalin halaman doang nih. Apa pentingnya coba pertandingan bola ginian ditulis begitu rinci. Bola jatuh ke kaki siapa, dihadang siapa, dihalau siapa, ditulis begitu. Saya ngomel-ngomel dalam hati kemudian menutup buku itu dan tiduuuur.

Continue reading

Keanehan, Kebetulan dan Kuliner dalam Macaroon Love

image

Berapa banyak anak manusia yang tidak puas dengan nama pemberian orangtuanya? Tentu lebih dari satu orang. Tapi, sepertinya tidak ada yang selebay Magali untuk urusan nama itu. Hingga setiap ulang tahun dia selalu saja mengeluhkan pertanyaan yang sama : Mengapa namaku Magali?

Pertanyaan itu tentu saja pernah dia tujukan kepada Jodhi, ayahnya. Dan tidak ada jawaban yang memuaskan dari Jodhi selain arti nama itu yang menurutnya bagus. Tetap saja Magali terus saja tak puas dengan namanya.
Continue reading

10 Things I Hope from GagasMedia #unforgotTEN

   Gambar

Halo Gagas, Apa kabar?

    Aku di sini baik-baik saja. Kamu sudah besar ya, Gas. Sudah 10 tahun. Aku lupa kapan pertama mengenalmu, yang kuingat kamu selalu menarik perhatianku dengan cover-cover yang manis.

    Ulang tahun kita beriringan ya, Gagas. Aku juga sedang menanti detik-detik hari kelahiranku itu tiba. Di hari ulang tahunku, aku sering menuliskan harapan-harapanku yang belum terwujud. Berharap di tahun depan aku bisa melirik lagi daftar harapanku itu dan melihat apa saja yang belum terwujud. Jika belum, berarti aku harus bekerja lebih keras lagi buat mewujudkannya.

    Tapi kali ini, aku ingin menuliskan harapan untukmu, Gas.

    
Continue reading