Kata Mereka, Saya Mendapat Hidayah (part 2)

Bagian satu ada di sini

Ketika teman-teman bilang saya dapat hidayah buat hadir di Mesjid Istiqomah, saya pun ngeles dan bilang saya hadir tapi bukan berarti nyumbang. Kemudian beramai-ramai teman-teman di grup mendoakan agar dapat hidayah berikutnya. Wkwkwk… I love you all, my friends.

Saya tau kalau ketinggalan sedikit acara. Pada waktu saya mulai fokus ke depan, bapak-bapak yang menjadi narsum bilang bahwa menulis juga salah satu media dakwah. Setelah itu giliran Mbak Helvy yang bicara. Mbak Helvy pun bercerita tentang mengapa patungan buat bikin film KMGP atau Ketika Mas Gagah Pergi?

Patungan buat KMGP bukan karena tidak ada PH yang tidak mau memfilmkan KMGP. Sampai saat ini bahkan sudah ada tujuh PH yang melamar KMGP. Bahkan ada seorang sutradara ternama yang ingin menyutradai KMGP. Tapi semuanya ditolak Mbak Helvy. Alasannya karena ada idealisme-idealisme yang ingin dipertahankan Mbak Helvy. Jika film Mas Gagah ditangani oleh PH-PH tersebut, Mbak Helvy takut kalau idealisme itu meluntur. Ada hal-hal prinsipil yang akan berbenturan dengan keinginan dan kepentingan pihak lain. Continue reading

Kata Mereka, Saya Mendapat Hidayah

Kabar tentang adanya acara dengan Mbak Helvy Tiana Rosa sudah saya ketahui sejak lama. Saya selalu menyenangi acara tentang kepenulisan. Bertemu penulis, bicara tentang buku, dan lain sebagainya. Hal-hal yang akan menambah wawasan, juga akan ada semangat yang saya dapatkan setelah mengikuti acara seperti itu. Namun, untuk acara dengan Mbak HTR kali ini saya tertarik sedikit, kemudian tidak tertarik sama sekali dan meniatkan untuk tidak datang!

            Apalagi acaranya tanggal 7 Juni. Sebelumnya saya mendapat informasi kalau pernikahan adek ipar saya ada di tanggal tersebut. Jadi, semakin kuat alasan saya untuk tidak datang. Eh, ternyata acara pernikahan itu berlangsung tanggal 6 Juni dan setelah acara suami mengajak saya untuk menginap di Balikpapan. Jadi, tanggal 7 Juni saya di Balikpapan dong? Yup. Tapi, acaranya siang dan saya berencana buat balik ke Handil minggu pagi. Bye bye Mbak Helvy.  Continue reading

Resensi Buku Misteri Pantai Mutiara di Kompas Anak

                Hari minggu adalah hari bersenang-senang buat para sastrawan dan penulis. Setidaknya itulah yang saya simpulkan kalau menengok grup Sastra Minggu di salah satu jejaring sosial. Sejak hari jum’at dan kemudian puncaknya di hari minggu, kabar-kabar tentang pemuatan tulisan di media menghiasi grup Sastra Minggu. Saya lumayan sering menyimak pembahasan tersebut. Melihat nama-nama siapa saja yang disebut di sana.

                Tanggal 7 Juni 2015 kemarin satu notifikasi di facebook menyebutkan kalau saya di-mention oleh nama yang tidak saya kenal di grup Sastra Minggu. Mendapati mention tersebut, detak jantung saya langsung berdebar-debar. Saya pun membuka grup dan menemukan komentar yang menyebutkan ada resensi saya di Kompas Anak hari itu untuk buku Misteri Pantai Mutiara.
Continue reading

Pernikahan tanpa Persetujuan Mempelai Wanita. Bolehkah?

Kemarin saya membaca sebuah cuplikan novel. Di mana ceritanya membuat alis mengernyit dan ke kening berkerut. Jadi, cerita novel itu tentang seorang wanita. Sebut saja namanya Mawar. Mawar sedang menanti pernikahan dengan Kumbang. Tapi sehari sebelum pernikahan itu, Kumbang kecelakaan dan meninggal.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Kumbang berwasiat kepada Lebah, Kakaknya Kumbang, agar menikahi Mawar. Sementara kematian Kumbang, dirahasiakan dari Mawar. Mawar tidak tahu kalau Kumbang telah wafat.

Esok harinya pernikahan tetap dilangsungkan. Mawar menunggu di ruang tunggu saat akad nikah berlangsung. Dan betapa kagetnya ia mengetahui kalau ijab kabul bukan atas nama Kumbang, tapi Lebah. Namun, akad nikah telah terikrarkan. Lebah telah menjadi suami Mawar. Continue reading

[Short Story] Pertemuan

Vinka baru memasuki kedai kopi bernuansa oriental ketika matanya melihat dua orang yang sudah duduk di sana.

“Hey,” sapa Vinka pada keduanya.

“Vinka.” Kedua gadis itu langsung menyambut Vinka.

“Apa kabar kamu? Lama kita enggak ketemu?” Rasti yang duduk di seberang meja bertanya.

“Baik. Agak sibuk aja. Sampai jarang ketemu teman-teman,” jawab Vinka.

“Tapi kamu ketemu Anya kan kemarin?” Tanya Rasti lagi. Sementara Faras yang duduk di samping Vinka hanya diam, menyimak pembicaraan Vinka dan Rasti. Continue reading

Perdana di Bobo di 2015

Sabtu siang kemarin di salah satu grup whats app, Uni Novia Erwida mengirimkan pesan.

“Yanti dimuat di Bobo mingdep”

Begitu isi pesannya. Saya membacanya langsung gemetar. Tapi masih belum mengerti sepenuhnya maksud Uni Novia. Apa maksudnya dengan mingdep? Maksudnya mimpi kali yee? Uni Novia cuma mimpi kalau ada karya saya dimuat di Bobo. Jadi saya balas.

“Beneran, Un?”

Ternyata ada lagi chat Uni Novia.

“Protes si Gula Manis.”

Membaca chat selanjutnya dari Uni Novia saya langsung bersorak girang. Happy, senang, pengin peluk satu-satu teman satu grup. Yang cewek aja tapiii. Hehehe…
Continue reading

[Kuliner Banjar] Ipau

Beberapa tahun yang lalu, di kampung halaman saya muncul orang yang menjual makanan yang ia beri nama pizza. Kemunculan pizza ini pun menarik minat saya dan keluarga buat mencoba. Walaupun pizza yang dimaksud beda dengan iklan-iklan pizza yang muncul di layar kaca.

Jika pizza yang dari Italia itu berbahan dasar roti kemudian dikasih toping di atasnya, pizza ini bahan dasarnya bukan roti tapi sepertinya semacam kulit dadar gulung atau kulit risoles. Persamaannya dengan pizza dari Italia itu hanya karena di atasnya ada toping. Karena pizza ini bertumpuk-tumpuk atau berlapis-lapis, jadi tiap lapisan ada topingnya.

image

Continue reading

Ide Cerita di Sekitar Kita

Pernah adek sepupu saya ikut lomba menggambar dan kemudian saat pengumuman perlombaan, dia kalah. Di arena perlombaan dia menangis karena ingin piala yang didapat pemenang. Nangis minta dibelikan piala sama mamanya. Sampai rumah karena sudah terlalu lelah menangis, ia tertidur. Pas bangun sudah lupa dengan piala. Hehehe… saat itu dia masih TK kecil.

Waktu menunggu mama belanja di pasar, saya nongkrong cantik di dekat penjual buah yang memang sudah saya kenal. Tak lama kemudian, anak penjual buah datang sambil menangis. Dia bilang, mamanya diminta datang ke sekolah.

“Buat apa ke sekolah?” Tanya si mama.

“Disuruh Ibu,” jawabnya. Ibu yang dimaksud adalah Ibu Guru.

Kemudian di sela tangisnya dia bercerita kalau mamanya diminta datang ke sekolah buat ambil piala. Piala lomba yang diambil temannya. Mamanya tidak mau. Sepertinya sudah tau karakter si anak. Continue reading

Laut

Saya senang kalau dapat kiriman foto dari suami yang sedang berada di offshore. Dan emang mesan ke beliau kalau bisa kirimin foto yang banyak. Buat saya apa yang jadi pemandangan di sana menarik, entahlah buat suami. Bisa jadi beliau bosan ketemu laut lagi laut lagi. Hehehe…

Kemarin siang suami kembali kirim foto. Kata beliau, ada peringatan angin dan hujan.

image

Lihat awan hitam di kejauhan

Saya pun bertanya ke suami, apa tidak masalah dengan kondisi begitu. Beliau bilang tidak apa-apa, pernah yang lebih hebat dari itu juga datang. Continue reading

Perjalanan Darat Lintas Provinsi

Minggu kemarin saya menempuh perjalanan darat Balikpapan-Barabai untuk pertama kali. Iya, pertama kali dari Balikpapan. Kalau Barabai-Balikpapan sih sudah berkali-kali via darat.

Perjalanan darat kali ini harus ditempuh karena mobil kagak ada yang ngurus selama suami bekerja di offshore. Kagak ada tempat buat dititipin juga. Jadi deh keputusan membawa mobil ke Barabai harus diambil dengan beberapa pertimbangan. Tadinya mau merencanakan pertengahan februari ke Barabai, namun karena satu dan lain hal jadi gagal.

Berhubung suami cuma punya waktu cuti yang sebentar jadi kakak saya lah yang ke Balikpapan menjemput dan pulang ke Barabai sama kakak. Tadinya si kakak bilang kalau mau pulang sekitar jam 10 pagi aja, tapi kemudian berangkat dari hotel lebih awal dari jam 10. Begitu selesai sarapan, mandi, dan beres-beres langsung deh tancap gas menuju penyebrangan feri di Kariangau.
Continue reading