[Wisata Kuliner] Mie Bancir khas Banjar ala Agus Sasirangan

Tentang Agus

Bagi yang mengikuti acara Masterchef Indonesia session 1 di salah satu TV swasta mungkin tak asing lagi dengan nama Agus Batik. Agus adalah salah satu finalis MCI yang kemudian di akhir menjadi runner up MCI session 1.

Agus dikenal dengan Agus Batik karena dalam setiap penampilannya dia sering menggunakan batik. Baik untuk kemeja, rompi atau pun celemek. Kemudian nama Agus Batik berubah menjadi Agus Sasirangan, karena Agus berasal dari Banjar Kalimantan Selatan yang memang punya motif kain khas tersendiri yang bernama Sasirangan. Continue reading

Advertisements

Perdana di Majalah Girls

Ramadhan, malam ke-20. Kembali saya mendapatkan sebuah kabar bahagia. Kembali kabar itu datang dari grup WA. Dan kembali kabar itu dibawa oleh Uni Novia Erwida. Hehehe…

Saat membuka WA malam itu sudah banyak chat yang saya lewatkan. Pandangan saya langsung tertuju pada satu foto yang ada di sana. Foto tulisan. Foto serupa capture dari sebuah majalah. Saya langsung berpikir wah ada yang dimuat lagi tulisannya di grup ini. Tapi waktu melihat lebih seksama, mata saya terbeliak dan langsung gemetaran. Hahaha…. Reaksi tubuh spontan. Karena yang tertulis di foto capture majalah itu adalah nama saya. Kyaaa…

uang niken hilang

Kemudian membaca judulnya, saya langsung tahu cerpen yang mana yang dimuat di sana. Walaupun judulnya diganti pihak redaksi. Judul yang saya kirimkan Misteri Uang Niken, di majalah menjadi Uang Niken Hilang.  Continue reading

Bagaimana Mengetahui Tulisan Kita dimuat di Media?

Beberapa teman pernah bertanya pada saya, apakah saya diberitahu pihak redaksi media kalau karya saya dimuat di sana? Kalau saya jawab tidak, pertanyaan berlanjut, kalau tidak diberitahu darimana saya mendapatkan info kalau karya saya dimuat?

Maka izinkanlah saya yang masih butiran debu dan tidak ada apa-apanya di kancah dunia kepenulisan menuliskan hal ini.

Sepengalaman saya dan pengalaman berteman dengan teman-teman penulis, tak banyak media yang memberitahu kepada penulis kalau karya mereka akan dimuat. Femina salah satu yang tak banyak itu. Berdasarkan pengalaman dari teman-teman (karena saya belum berhasil nembus Femina), Femina akan memberitahu kalau karya kita akan dimuat dan meminta surat pernyataan keaslian naskah. CMIIW. Continue reading

[Cerpen] Tarian Aya

Tarian Aya

Oleh : Hairi Yanti

(Dimuat di Bobo tahun kemarin, edisi 38 Tahun XLII Terbit 25 Desember 2014. Cerita di balik layar cerpen ini pernah saya ceritakan di sini)

Cerpen ketiga di Bobo

Cerpen ketiga di Bobo

“Aya nggak mau lagi latihan nari,” cetus Aya sepulang sekolah. Mama dan kak Tari melihatnya bingung. Pulang sekolah Aya sudah bikin pengumuman.

“Bukannya Aya suka menari?” Kak Tari bertanya heran. Biasanya Aya suka dan selalu bersemangat latihan lari.

“Suka, Kak. Tapi Aya capek. Latihan berulang-ulang, tapi tampil cuma sebentar.” Aya teringat saat latihan tahun kemarin. Saat itu Aya latihan menari buat memeriahkan acara perpisahan kakak kelas 6. Aya latihan dari tiga bulan sebelumnya. Dan tampil di panggung tidak sampai 10 menit.

“Memangnya Aya mau di panggung berapa lama? Tiga jam?” Goda Kak Tari sambil tertawa. Wajah Aya merengut. Continue reading

Mukena dan Ramadhan

“Lusa Ramadhan, mari kita cuci mukena.”

Begitu kira-kira bunyi status seorang teman yang saya baca entah beberapa tahun yang lalu. Tapi emang benar sih, biasanya kalau Ramadhan kita suka pakai mukena baru. Ya walaupun mukena lama, tapi minimal baru dicuci. Kalau menjelang Ramadhan, sewaktu ngekost dulu, di jemuran pada bertebaran tuh mukena-mukena yang dijemur. Wangi-wangi setelah dikasih pengharum pakaian. Saya juga pernah memperhatikan jemuran-jemuran orang di rumah-rumah menjelang Ramadhan, banyak jemuran mukena. Hihihi… Kurang kerjaan banget yak memperhatikan jemuran tetangga :p

Kalau ada rezeki untuk beli mukena baru, saya juga lebih milih beli mukena menjelang Ramadhan. Biar bisa dipakai buat ibadah di bulan mulia itu. Siapa tahu bisa tambah semangat. Walaupun pakai yang lama juga tak mengapa. Yang penting, bersih dan wangi. Alhamdulillah, kalau bisa tambah khusyu dan tambah semangat buat ibadah.

Ngomong-ngomong soal mukena, ada beberapa mukena yang saya gunakan. Mayoritas sih berwarna putih. Biasanya ada bordir atau renda yang mempercantik mukenanya. Yang seperti gambar di bawah ini mukenanya, walaupun yang digambar lebih cantik dari yang saya punya.

mukena putih bordir

mukena putih bordir

Continue reading

Kopdar dan Pengumuman Lomba Blog RM Torani

Acara dengan mbak HTR yang diselenggarakan oleh FLP Balikpapan selesai, tapi hari itu tidak berakhir sampai di situ. Ada satu acara lagi yang ingin saya hadiri. Acara yang membuat saya bertahan di Balikpapan. Secara tidak langsung, acara itulah yang membuat saya juga berhadir di acara mbak Helvy. Sesuai dengan takdirNya.

Acara apakah yang dimaksud?

Acara penutupan lomba menulis di blog “Kuliner Balikpapan” dengan tema “Ceritaku tentang Rumah Makan Torani”. Lomba itu diadakan oleh B!Blogger atau Balikpapan Blogger Community yang bekerja sama dengan Rumah Makan Torani. Setelah menerima WA dari ketua Panitia Pelaksana, saya pun berniat menghadiri acara tersebut.

Itu adalah kali pertama saya ikut acara B!Blogger. Saya mengajak suami ikut serta. Waktu saya datang ke tempat acara yaitu di Banua Patra, eh ketemu Faridah Nur Amanah. Satu teman yang sudah saya kenal dan kami pernah sama-sama ikut workshop menulis Tulis Nusantara. Akhirnya ada juga wajah yang saya kenal dan bukan hanya wajah asing yang saya temui. Saya pun akhirnya duduk bersama dengan Iday. Selain itu saya juga mengenali admin dapurbalikpapan.com, pernah ketemu waktu saya nge-wiskul di Salome Ningrat. Walaupun sampai sekarang, saya enggak tahu nama aslinya Dapy. Hehehe….
Continue reading

Kata Mereka, Saya Mendapat Hidayah (part 2)

Bagian satu ada di sini

Ketika teman-teman bilang saya dapat hidayah buat hadir di Mesjid Istiqomah, saya pun ngeles dan bilang saya hadir tapi bukan berarti nyumbang. Kemudian beramai-ramai teman-teman di grup mendoakan agar dapat hidayah berikutnya. Wkwkwk… I love you all, my friends.

Saya tau kalau ketinggalan sedikit acara. Pada waktu saya mulai fokus ke depan, bapak-bapak yang menjadi narsum bilang bahwa menulis juga salah satu media dakwah. Setelah itu giliran Mbak Helvy yang bicara. Mbak Helvy pun bercerita tentang mengapa patungan buat bikin film KMGP atau Ketika Mas Gagah Pergi?

Patungan buat KMGP bukan karena tidak ada PH yang tidak mau memfilmkan KMGP. Sampai saat ini bahkan sudah ada tujuh PH yang melamar KMGP. Bahkan ada seorang sutradara ternama yang ingin menyutradai KMGP. Tapi semuanya ditolak Mbak Helvy. Alasannya karena ada idealisme-idealisme yang ingin dipertahankan Mbak Helvy. Jika film Mas Gagah ditangani oleh PH-PH tersebut, Mbak Helvy takut kalau idealisme itu meluntur. Ada hal-hal prinsipil yang akan berbenturan dengan keinginan dan kepentingan pihak lain. Continue reading