Lindaweni yang Menyedot Perhatian

Gelaran kejuaraan dunia bulutangkis 2015 memang belum berakhir, tapi sepertinya memang ada satu nama yang banyak menyedot perhatian publik. Dia adalah Lindaweni Fanetri.

Seperti biasa yak… Di tunggal puteri Indonesia memang tidak diunggulkan. Tapi siapa sangka kalau Lindaweni berhasil menembus semifinal. Walau kemudian kalah, tapi perjuangannya tetap diapresiasi semua kalangan. Terakhir Indonesia berhasil masuk 4 besar di kejuaraan dunia untuk tunggal puteri ada di tahun 1995, 20 tahun yang lalu. Lama sekali kan?

Lindaweni adalah satu-satunya pemain non unggulan yang masuk 4 besar. Perjuangannya untuk menuju semifinal juga tidak mudah. Yang dikalahkan adalah mereka yang di atas kertas lebih unggul dari dia. Dua pertandingan yang paling menyedot perhatian adalah saat melawan Intanon dan di babak perempat final.

image

Continue reading

Menulis di Ponsel

Dulu saya selalu mengidamkan punya ponsel di mana saya bisa menulis di sana. Jadi, tidak bergantung dengan laptop lagi saat ingin menulis. Bisa dibawa ke mana saja dan bisa menulis kapan saja. Pada saat itu, saya masih memakai ponsel jadul yang tidak mendukung aktifitas menulis.

Kemudian saya memakai BB gemini. Nah… Untuk BB ini lumayan bisa ketak ketik di sana. Ada aplikasi note di sana yang bisa saya gunakan.

Setelah menikah, suami memberikan saya ponsel android di mana saya bisa install aplikasi office yang dapat memudahkan saya untuk menulis. Sayangnya saya waktu itu masih merasa rumit dengan ponsel layar sentuh. Typo mulu kalau ngetik di sana. Suami bilang, saya hanya belum terbiasa saja :’)

Continue reading

Uang Niken Hilang di Majalah Girls

Selalu ada cerita dibalik cerita. Ini cerita dibalik cerpen yang dimuat di majalah Girls seperti yang saya ceritakan di sini.

Cerpen ini terinspirasi dari kisah mama saya yang kehilangan uang. Jadi, waktu itu dompet mama tergeletak di sofa ruang tamu. Sewaktu dilihat lagi dompetnya terbuka dan ada uang di dalamnya yang hilang. Sebelumnya ada 2 orang yang masuk dan duduk di ruang tamu.

Hal ini tentu saja tidak baik untuk hati, bisa membuat berprasangka tentang 2 orang yang masuk ke ruang tamu dan uang yang hilang itu. Saya meminta mama untuk bertanya pada abah atau kakak saya tentang uang tersebut. Siapa tahu mereka yang mengambil untuk keperluan tertentu. Mama saya sepertinya enggan memperpanjang masalah tapi itu tidak baik untuk hati kan?  Continue reading

Jadwal Pengajian Guru Bakhiet

Barabai, kota kelahiran saya ini termasuk kota yang kental dengan nuansa islaminya. Di sepanjang jalan di Barabai ada tiang-tiang yang bertuliskan asmaul Husna. Pengajian di langgar atau mesjid pun masih kerap terdengar. Majelis Ta’lim juga bertebaran di kota ini.

Salah satu majelis ta’lim yang terkenal di kota Barabai adalah majelis ta’lim Nurul Muhibbin yang dipimpin oleh K.H. Muhammad Bakhiet atau yang akrab disapa Guru Bakhiet. Di daerah saya Guru itu artinya Ustadz ūüôā

image

Continue reading

[Wisata Kuliner] Mie Bancir khas Banjar ala Agus Sasirangan

Tentang Agus

Bagi yang mengikuti acara Masterchef Indonesia session 1 di salah satu TV swasta mungkin tak asing lagi dengan nama Agus Batik. Agus adalah salah satu finalis MCI yang kemudian di akhir menjadi runner up MCI session 1.

Agus dikenal dengan Agus Batik karena dalam setiap penampilannya dia sering menggunakan batik. Baik untuk kemeja, rompi atau pun celemek. Kemudian nama Agus Batik berubah menjadi Agus Sasirangan, karena Agus berasal dari Banjar Kalimantan Selatan yang memang punya motif kain khas tersendiri yang bernama Sasirangan. Continue reading

Perdana di Majalah Girls

Ramadhan, malam ke-20. Kembali saya mendapatkan sebuah kabar bahagia. Kembali kabar itu datang dari grup WA. Dan kembali kabar itu dibawa oleh Uni Novia Erwida. Hehehe…

Saat membuka WA malam itu sudah banyak chat yang saya lewatkan. Pandangan saya langsung tertuju pada satu foto yang ada di sana. Foto tulisan. Foto serupa capture dari sebuah majalah. Saya langsung berpikir wah ada yang dimuat lagi tulisannya di grup ini. Tapi waktu melihat lebih seksama, mata saya terbeliak dan langsung gemetaran. Hahaha…. Reaksi tubuh spontan. Karena yang tertulis di foto capture majalah itu adalah nama saya. Kyaaa…

uang niken hilang

Kemudian membaca judulnya, saya langsung tahu cerpen yang mana yang dimuat di sana. Walaupun judulnya diganti pihak redaksi. Judul yang saya kirimkan Misteri Uang Niken, di majalah menjadi Uang Niken Hilang.  Continue reading

Bagaimana Mengetahui Tulisan Kita dimuat di Media?

Beberapa teman pernah bertanya pada saya, apakah saya diberitahu pihak redaksi media kalau karya saya dimuat di sana? Kalau saya jawab tidak, pertanyaan berlanjut, kalau tidak diberitahu darimana saya mendapatkan info kalau karya saya dimuat?

Maka izinkanlah saya yang masih butiran debu dan tidak ada apa-apanya di kancah dunia kepenulisan menuliskan hal ini.

Sepengalaman saya dan pengalaman berteman dengan teman-teman penulis, tak banyak media yang memberitahu kepada penulis kalau karya mereka akan dimuat. Femina salah satu yang tak banyak itu. Berdasarkan pengalaman dari teman-teman (karena saya belum berhasil nembus Femina), Femina akan memberitahu kalau karya kita akan dimuat dan meminta surat pernyataan keaslian naskah. CMIIW. Continue reading

[Cerpen] Tarian Aya

Tarian Aya

Oleh : Hairi Yanti

(Dimuat di Bobo tahun kemarin, edisi 38 Tahun XLII Terbit 25 Desember 2014. Cerita di balik layar cerpen ini pernah saya ceritakan di sini)

Cerpen ketiga di Bobo

Cerpen ketiga di Bobo

“Aya nggak mau lagi latihan nari,” cetus Aya sepulang sekolah. Mama dan kak Tari melihatnya bingung. Pulang sekolah Aya sudah bikin pengumuman.

“Bukannya Aya suka menari?” Kak Tari bertanya heran. Biasanya Aya suka dan selalu bersemangat latihan lari.

“Suka, Kak. Tapi Aya capek. Latihan berulang-ulang, tapi tampil cuma sebentar.” Aya teringat saat latihan tahun kemarin. Saat itu Aya latihan menari buat memeriahkan acara perpisahan kakak kelas 6. Aya latihan dari tiga bulan sebelumnya. Dan tampil di panggung tidak sampai 10 menit.

“Memangnya Aya mau di panggung berapa lama? Tiga jam?” Goda Kak Tari sambil tertawa. Wajah Aya merengut. Continue reading

Mukena dan Ramadhan

‚ÄúLusa Ramadhan, mari kita cuci mukena.‚ÄĚ

Begitu kira-kira bunyi status seorang teman yang saya baca entah beberapa tahun yang lalu. Tapi emang benar sih, biasanya kalau Ramadhan kita suka pakai mukena baru. Ya walaupun mukena lama, tapi minimal baru dicuci. Kalau menjelang Ramadhan, sewaktu ngekost dulu, di jemuran pada bertebaran tuh mukena-mukena yang dijemur. Wangi-wangi setelah dikasih pengharum pakaian. Saya juga pernah memperhatikan jemuran-jemuran orang di rumah-rumah menjelang Ramadhan, banyak jemuran mukena. Hihihi… Kurang kerjaan banget yak memperhatikan jemuran tetangga :p

Kalau ada rezeki untuk beli mukena baru, saya juga lebih milih beli mukena menjelang Ramadhan. Biar bisa dipakai buat ibadah di bulan mulia itu. Siapa tahu bisa tambah semangat. Walaupun pakai yang lama juga tak mengapa. Yang penting, bersih dan wangi. Alhamdulillah, kalau bisa tambah khusyu dan tambah semangat buat ibadah.

Ngomong-ngomong soal mukena, ada beberapa mukena yang saya gunakan. Mayoritas sih berwarna putih. Biasanya ada bordir atau renda yang mempercantik mukenanya. Yang seperti gambar di bawah ini mukenanya, walaupun yang digambar lebih cantik dari yang saya punya.

mukena putih bordir

mukena putih bordir

Continue reading

Kopdar dan Pengumuman Lomba Blog RM Torani

Acara dengan mbak HTR yang diselenggarakan oleh FLP Balikpapan selesai, tapi hari itu tidak berakhir sampai di situ. Ada satu acara lagi yang ingin saya hadiri. Acara yang membuat saya bertahan di Balikpapan. Secara tidak langsung, acara itulah yang membuat saya juga berhadir di acara mbak Helvy. Sesuai dengan takdirNya.

Acara apakah yang dimaksud?

Acara penutupan lomba menulis di blog ‚ÄúKuliner Balikpapan‚ÄĚ dengan tema ‚ÄúCeritaku tentang Rumah Makan Torani‚ÄĚ. Lomba itu diadakan oleh B!Blogger atau Balikpapan Blogger Community yang bekerja sama dengan Rumah Makan Torani. Setelah menerima WA dari ketua Panitia Pelaksana, saya pun berniat menghadiri acara tersebut.

Itu adalah kali pertama saya ikut acara B!Blogger. Saya mengajak suami ikut serta. Waktu saya datang ke tempat acara yaitu di Banua Patra, eh ketemu Faridah Nur Amanah. Satu teman yang sudah saya kenal dan kami pernah sama-sama ikut workshop menulis Tulis Nusantara. Akhirnya ada juga wajah yang saya kenal dan bukan hanya wajah asing yang saya temui. Saya pun akhirnya duduk bersama dengan Iday. Selain itu saya juga mengenali admin dapurbalikpapan.com, pernah ketemu waktu saya nge-wiskul di Salome Ningrat. Walaupun sampai sekarang, saya enggak tahu nama aslinya Dapy. Hehehe….
Continue reading