Resensi Namaku Loui(sa) di Tribun Kaltim

            Resensi ini dimuat di harian Tribun Kaltim bulan September yang lalu. Setelahnya tidak ada sama sekali resensi yang saya kirimkan. Belakangan malah tidak ada resensi baru yang saya tulis. Hiks. Alasan utamanya sih karena belum ada buku yang tuntas saya baca. Semengat membaca lagi melemah 😦

Resensi buku Namaku Louisa ini saya tulis dalam dua versi. Versi pertama untuk di blog. Bisa dibaca di sini. Versi kedua untuk dikirim ke media. Rajin banget saya dulu, nulis resensi dua versi :p

Waktu resensi ini dimuat saya tepuk jidat sendiri karena merasa khilaf menggunakan kata penderita. Saya masih ingat pernah menonton wawancara seorang tuna netra. Mereka bilang, mereka keberatan disebut penderita karena mereka tidak merasa menderita. Nah kok saya bisa khilaf menyebut penderita di judul? Heuheu… Maafkan kekhilafan saya ini 😦

Baiklah sebelum pengantarnya terlalu panjang, inilah resensi saya yang dimuat di Tribun Kaltim 😀
image

 
Continue reading

Protes si Gula Manis di Majalah Bobo

Kemarin seorang teman bertanya di salah satu grup alumni, bagaimana saya mendapatkan ide buat cerpen yang berjudul Protes si Gula Manis? Saya bengong deh ditanya seperti itu. Hehehe…

Seorang teman berinisiatif menjawab kalau itu dari pengalaman pribadi saya. Teman yang lain menimpali kalau itu adalah hasil khayalan saya.

Errr…. Sebenarnya jawaban teman-teman saya itu ada benarnya juga kalau ada sekian persen dari cerita itu pengalaman pribadi saya. Dan jika ada nasehat di ujung cerita sebenarnya emang mengingatkan diri saya yang paling utama.

image

Continue reading

Uang Niken Hilang di Majalah Girls

Selalu ada cerita dibalik cerita. Ini cerita dibalik cerpen yang dimuat di majalah Girls seperti yang saya ceritakan di sini.

Cerpen ini terinspirasi dari kisah mama saya yang kehilangan uang. Jadi, waktu itu dompet mama tergeletak di sofa ruang tamu. Sewaktu dilihat lagi dompetnya terbuka dan ada uang di dalamnya yang hilang. Sebelumnya ada 2 orang yang masuk dan duduk di ruang tamu.

Hal ini tentu saja tidak baik untuk hati, bisa membuat berprasangka tentang 2 orang yang masuk ke ruang tamu dan uang yang hilang itu. Saya meminta mama untuk bertanya pada abah atau kakak saya tentang uang tersebut. Siapa tahu mereka yang mengambil untuk keperluan tertentu. Mama saya sepertinya enggan memperpanjang masalah tapi itu tidak baik untuk hati kan?  Continue reading

Perdana di Majalah Girls

Ramadhan, malam ke-20. Kembali saya mendapatkan sebuah kabar bahagia. Kembali kabar itu datang dari grup WA. Dan kembali kabar itu dibawa oleh Uni Novia Erwida. Hehehe…

Saat membuka WA malam itu sudah banyak chat yang saya lewatkan. Pandangan saya langsung tertuju pada satu foto yang ada di sana. Foto tulisan. Foto serupa capture dari sebuah majalah. Saya langsung berpikir wah ada yang dimuat lagi tulisannya di grup ini. Tapi waktu melihat lebih seksama, mata saya terbeliak dan langsung gemetaran. Hahaha…. Reaksi tubuh spontan. Karena yang tertulis di foto capture majalah itu adalah nama saya. Kyaaa…

uang niken hilang

Kemudian membaca judulnya, saya langsung tahu cerpen yang mana yang dimuat di sana. Walaupun judulnya diganti pihak redaksi. Judul yang saya kirimkan Misteri Uang Niken, di majalah menjadi Uang Niken Hilang.  Continue reading

[Cerpen] Tarian Aya

Tarian Aya

Oleh : Hairi Yanti

(Dimuat di Bobo tahun kemarin, edisi 38 Tahun XLII Terbit 25 Desember 2014. Cerita di balik layar cerpen ini pernah saya ceritakan di sini)

Cerpen ketiga di Bobo

Cerpen ketiga di Bobo

“Aya nggak mau lagi latihan nari,” cetus Aya sepulang sekolah. Mama dan kak Tari melihatnya bingung. Pulang sekolah Aya sudah bikin pengumuman.

“Bukannya Aya suka menari?” Kak Tari bertanya heran. Biasanya Aya suka dan selalu bersemangat latihan lari.

“Suka, Kak. Tapi Aya capek. Latihan berulang-ulang, tapi tampil cuma sebentar.” Aya teringat saat latihan tahun kemarin. Saat itu Aya latihan menari buat memeriahkan acara perpisahan kakak kelas 6. Aya latihan dari tiga bulan sebelumnya. Dan tampil di panggung tidak sampai 10 menit.

“Memangnya Aya mau di panggung berapa lama? Tiga jam?” Goda Kak Tari sambil tertawa. Wajah Aya merengut. Continue reading

Resensi Buku Misteri Pantai Mutiara di Kompas Anak

                Hari minggu adalah hari bersenang-senang buat para sastrawan dan penulis. Setidaknya itulah yang saya simpulkan kalau menengok grup Sastra Minggu di salah satu jejaring sosial. Sejak hari jum’at dan kemudian puncaknya di hari minggu, kabar-kabar tentang pemuatan tulisan di media menghiasi grup Sastra Minggu. Saya lumayan sering menyimak pembahasan tersebut. Melihat nama-nama siapa saja yang disebut di sana.

                Tanggal 7 Juni 2015 kemarin satu notifikasi di facebook menyebutkan kalau saya di-mention oleh nama yang tidak saya kenal di grup Sastra Minggu. Mendapati mention tersebut, detak jantung saya langsung berdebar-debar. Saya pun membuka grup dan menemukan komentar yang menyebutkan ada resensi saya di Kompas Anak hari itu untuk buku Misteri Pantai Mutiara.
Continue reading

Sebagian Cerita di 2014

2014 menyisakan beberapa hari lagi. Rasanya waktu begitu cepat berlalu.Serasa baru kemarin menyambut tahun 2014, udah mau 2015 aja. Banyak hal-hal terjadi sepanjang nyaris 365 hari yang terlewati.

Salah satu hal yang terasa berbeda di tahun ini adalah beberapa tulisan saya bisa dimuat di berbagai media. Rasanya seperti mimpi yang bikin saya norak-norak bahagia dalam menghadapinya. Saya masih ingat momen-momen saat menerima kabar tulisan saya yang dimuat atau saat menyaksikan sendiri ada nama saya di satu media.

Saya pun menyimpulkan, ada 2 kebahagiaan ketika tulisan kita dimuat di media, pertama, saat mendapat kabar kalau dimuat. Kedua, saat menerima honor. Hahaha… Itu bikin bahagia banget. Bonusnya lagi kalau ada yang suka sama tulisan kita, apalagi kalau tulisan kita bisa bermanfaat buat orang lain. Alhamdulillah… Continue reading

Tarian Aya di Majalah Bobo

Aya adalah nama panggilan sepupu kecil saya yang menggemaskan, ndut, dan cantik. Kadang celutukannya melebihi usianya yang sesungguhnya. Hal itu sering membuat saya dan keluarga yang lain tertawa dibuatnya.

Suatu hari ketika keluarga berkumpul abahnya Aya memberitahu satu hal. “Aya mogok sekolah.”

Ada saja katanya alasan Aya untuk tidak sekolah. Malas lah… Mau nonton Upin Ipin lah.. Aya masih duduk di TK kecil saat itu. Alasan sebenarnya adalah Aya ogah disuruh belajar menari oleh gurunya buat perpisahan kakak kelasnya di TK besar.

“Manari tuh lapah. Diulang-ulang tarus. Aya munyak,” curhatnya saat itu. (menari itu capek. Diulang-ulang mulu. Aya bosan) Continue reading

Kue Istimewa di Majalah Bobo

Bulan desember ternyata belum ada posting apa pun di blog ini :p

Malam minggu kemarin saya dapat informasi yang bikin saya melompat-lompat girang. Kabar apa? Cerpen saya dimuat di Bobo lagi. Alhamdulillah…

Mbak Irma yang ngasih kabar kemarin. Benar-benar enggak nyangka. Biasanya Bobo akan datang hari senin buat yang langganan, tapi rupanya datangnya lebih cepat ke tempat Mbak Irma. Continue reading

Cara Mengirim Cerpen ke Majalah Bobo (bonus : cerpen saya ^_^)

Alhamdulillah cerpen saya berjudul Kacamata Pak Rusdi dimuat di majalah Bobo minggu kemarin. Rasanya senaaaang sekali. Hihihi… Selalu bahagia kalau ada karya kita dimuat di media, apalagi kalau pertama kali. Wuiiih…. Senaaaang. Rasa senang itu semoga selalu menggerakkan saya buat terus menulis dan mengirimkan karya.

wpid-img_20141111_062257.jpg

Beberapa teman bertanya tentang bagaimana mengirim cerpen ke majalah Bobo. Infonya banyak bertebaran, tinggal googling aja. Berikut saya lampirkan cara mengirim cerpen ke majalah Bobo yang saya ambil dari fanpage majalah bobo di link ini. Continue reading