Ipar

Memanggil apa untuk kakak ipar yang lebih muda secara usia dari kita?

Pertanyaan penting kan ini? Hehehe… Dulu sebelum kakak pertama saya menikah, saya sempat kepikiran hal ini. Bagaimana jika istri kakak pertama saya nantinya lebih muda dari saya? Tapi kenyataannya kakak ipar saya pada akhirnya lebih tua dari saya walau cuma lebih tua satu tahun. Hehehe… Jadi aman deh saya manggilnya kakak.

Sementara kakak kedua saya yang lebih tua satu tahun dari istri kakak pertama juga tetap memanggil kakak dan kakak ipar saya oke-oke saja.

Begitu saya menikah, usia suami saya lebih tua dari kakak kedua dan kakak ipar saya. Pada akhirnya kakak kedua saya memanggil abang pada suami saya dan kakak ipar saya memanggil kakak. Hanya kakak pertama yang manggil nama ke suami. Suami sih adem ayem saja dan tidak protes. Ngapain juga protes ya? :p

Sementara dengan saudara suami, adek suami dan istrinya juga lebih tua dari saya. Tapi saya enjoy aja manggil mereka pakai nama. Hahaha…. Itu karena di keluarga suami sudah terbiasa memanggil nama saja ke saudara lebih tua. Beda dengan di keluarga saya.

Dalam keluarga kakak ipar saya (istri dari kakak pertama) ipar-ipar beliau juga lebih muda dari beliau. Dan kalau ngomong mereka juga nyebut nama. Tapi sama dengan keluarga suami, kata kakak ipar karena mereka enggak terbiasa memanggil dengan kakak. Terbiasa pakai nama saja. Jadi panggilannya kadang pakai ‘Say’, ‘Ceu’, ‘Choy’, atau ‘Jeng’

Sekarang saya menghadapi calon kakak ipar dari kakak kedua yang usianya lebih muda dari saya. Saya keukeuh manggil dia kakak, sementara dia juga keukeuh tidak mau dipanggil kakak dan justru memanggil saya kakak. Hahaha… Secara usia, saya memang lebih tua. Tapi secara kasta (ini istilah kakak ipar), status saya tetap adik bungsu. Jadi gimana dong? :p

Ada yang mengusulkan bagaimana kalau saya memanggil ‘Sis’ saja? Ah, kok seperti memanggil penjual online? Atau ukhti saja? Rasanya kok juga tidak senyaman memanggil Kakak.

Kemarin mama saya juga sempat ngomong masalah ini… Ckckck… Sampai ibu ratu pun turun tangan. Hihihi… Kata mama, panggil nama aja. Tidak usah panggil pakai kakak. Tapi saya kok merasa tidak nyaman panggil nama dan keukeuh tetap pengin panggil kakak. Kata kakak kedua saya, saya sok merasa muda dan imut. Emang masih muda dan imut mau gimana lagi? :p

13 thoughts on “Ipar

  1. aku anak pertama, jadi ga bakalan punya masalah soal ini *aman*.
    Kakak iparku cuma satu, dan dua2nya jauh lebih tua, jadi bisa dipastikan manggil Teteh dan Aa *aman juga*.
    hihihihi *disambit mbak Yanti yg lagi bingung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s