[Kuliner Banjar] Bolang

Bolang yang mau diceritakan di sini bukan tentang Bocah Petualang😀

Dalam budaya Banjar, Kalsel, bolang adalah penutup kepala wanita, biasanya digunakan oleh wanita yang sudah berhaji. Saya juga pernah mendengar tentang adat kebiasaan suku banjar ini, katanya kalau baru datang dari tanah suci setelah berhaji, minimal memakai bolang sebanyak 40 hari.

Tapi sekarang budaya itu sudah meluntur, entah karena apa. Mungkin karena perkembangan fashion yang membuat orang merasa memakai bolang itu seperti generasi terdahulu. Hehehe… Atau karena pemahaman yang semakin baik. Karena bolang itu bisa dikatakan tidak menutup aurat secara sempurna. Bolang itu penutup kepala yang menyisakan sedikit dari bagian rambut di atas kening masih kelihatan. Kalau dipakai gitu aja kan masih ada aurat yang harus ditutupi, leher dan telinga misalkan. Tapi dulu sih para wanita Banjar akan memakai kain lebar buat menutupi kepala yang sering disebut kakamban.

Ada beberapa orang yang saya lihat masih memakai bolang ini. Tapi ditutupi lagi dengan jilbab segitiga seperti yang biasa dipakai. Walaupun ditutupi, bolang ini masih dapat diindera keberadaannya karena bagian tepinya menonjol. Jadi bukan seperti ciput biasa.

Oya, kata mama saya, pemakaian bolang ini agak meluntur karena dulu belum lazim namanya berjilbab. Jadi… Buat membiasakan orang yang baru datang dari berhaji, maka terjadilah budaya memakai bolang. Alhamdulillah,  sekarang berjilbab sudah membudaya sekali.

Sekarang bolang mempunyai makna ganda, tidak hanya sebagai penutup kepala tapi juga sebagai salah satu jenis kuliner. Nah… Ini yang saya doyan.

Bolang adalah kuliner yang lumayan familiar di daerah saya, kawasan Barabai dan sekitarnya. Tapiii sepertinya masih asing untuk sebagian wilayah Kalsel lainnya. Sebab ada beberapa teman dan kerabat dari wilayah lain di Kalsel yang tidak tahu dengan bolang.

Bolang ini seperti pangsit dengan rasa yang tawar (tidak asin) dan disuguhkan seperti suguhan soto banjar. Ada pernak pernik soto di dalamnya seperti ayam suwir, telur rebus yang dicacah, bihun, perkedel, seledri dan bawang goreng. Kemudian disiram dengan kuah soto atau sup ayam. Cara makannya juga seperti soto. Bisa kita tambahkan perasan jeruk nipis dan kecap.

image

Belum berkuah

Biasanya bolang ini menjadi salah satu menu di resepsi pernikahan di Barabai. Dan menjadi makanan yang paling sering saya ambil kalau ke acara pernikahan. Kenapa bolang? Karena saya belum nemu yang jual bolang. Kalau menu yang lain semisal soto atau bakso yang jual banyak. Jadi saya sering sekali memilih bolang ini dibanding menu yang lain walaupun tidak terlalu mengenyangkan. Yang penting enak… Hihihi….

Kenapa dinamakan bolang? Sepertinya karena bentuknya yang bulat sehingga menyerupai bolang penutup kepala itu. Jadilah namanya bolang.

Tertarik mencoba bolang? Coba saja pangsit disiram kuah soto. Hehehe….

15 thoughts on “[Kuliner Banjar] Bolang

  1. Gara says:

    Hm, pangsitnya itu bentuknya agak panjang begitu ya, Mbak? Menarik. Penasaran juga saya dengan bagaimana penampakannya setelah disiram kuah, hmm pasti aroma kuahnya menggoda sekali.
    Ah, saking penasarannya, saya pun ingin tahu soal bolang yang dikenakan oleh kaum wanita itu, tentang bagaimana bentuknya terus kalau ditutup kerudung bentuknya akan jadi seperti apa. Budaya Kalimantan memang masih menyimpan sejuta misteri yang menanti untuk dikuak, agar seluruh dunia tahu sehingga melestarikannya tidak jadi kerja yang terlalu mustahil, ya :hehe.

    • Iya, Gara. Panjang dan kemudian dibentuk lingkaran. Jadi namanya Bolang😀 ada sih sebenarnya foto nenek sy pakai bolang penutup kepala. Nanti sy pikir2 dulu mau diupload atau tidak. Hehehe..
      Lagi pengin mengulik kuliner khas Kalimantan nih.😀

      • Gara says:

        Baiklah Mbak :)). Kuliner Kalimantan memang belum banyak yang mengangkat Mbak, topik yang bagus sekali untuk dibahas :)).

  2. Bolang yang berfungsi sebagai penutup kepala wanita di sulawesi selatan atau di tanah bugis bernama cipo’-cipo’. Itu juga biasanya dipakai wanita yg habis berhaji. Tapi klau bolang yang makanan itu gak ada versi bugisnya… menarik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s