[Wisata Kuliner] Mie Bancir khas Banjar ala Agus Sasirangan

Tentang Agus

Bagi yang mengikuti acara Masterchef Indonesia session 1 di salah satu TV swasta mungkin tak asing lagi dengan nama Agus Batik. Agus adalah salah satu finalis MCI yang kemudian di akhir menjadi runner up MCI session 1.

Agus dikenal dengan Agus Batik karena dalam setiap penampilannya dia sering menggunakan batik. Baik untuk kemeja, rompi atau pun celemek. Kemudian nama Agus Batik berubah menjadi Agus Sasirangan, karena Agus berasal dari Banjar Kalimantan Selatan yang memang punya motif kain khas tersendiri yang bernama Sasirangan.

Karikatur Agus Sasirangan

Karikatur Agus Sasirangan

Mie Bancir khas Banjar

Siapa yang tak kenal soto Banjar? Kuliner khas Kalimantan Selatan itu memang terkenal sekali. Lalu bagaimana dengan Mie Bancir khas Banjar? Mungkin keterkenalannya agak terbelakang dibanding soto Banjar. Padahal bahan dasar dan cara penyajiannya memiliki kemiripan.

Mie Bancir khas Banjar dimasak dengan menggunakan sup ayam yang juga menjadi kuah dalam soto Banjar. Mama saya sering bikin kalau ada sisa sup ayam😀

Penyajiannya pun menggunakan ayam suwir dan telur bebek yang diiris-iris serta bawang goreng yang ditaburkan di atasnya. Bedanya yang satu mie, yang satu ketupat. Kalau soto Banjar sup ayamnya disiram saja ke ketupat dan pernak perniknya, kalau mie Banjar dimasak bukan disiram begitu saja. Dan untuk mie tidak menggunakan perkedel kentang. Walaupun kalau pakai perkedel kentang saya juga tidak menolak karena saya penggemar fanatik perkedel kentang. Oya, makan mie khas Banjar ini juga lebih nikmat dengan perasan air jeruk nipis atau limau kuit. Tambah mirip soto Banjar kan?😀

Bancir sendiri dalam bahasa Banjar artinya banci. Dinamakan mie bancir karena mie itu dibilang mie goreng tapi masih berkuah sedikit. Dibilang mie kuah tapi kuahnya terlalu sedikit hingga menyerupai mie goreng. Maka namanya pun menjadi Mie Bancir.

Mie Bancir dan Agus Sasirangan

Apa hubungan keduanya?

Agus Sasirangan sesuai dengan passion-nya di bidang kuliner membuka tempat makan untuk tujuan berwisata kuliner di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru. Keinginannya mencoba mengangkat kuliner Banjar agar lebih dikenal masyarakat umum. Tidak hanya Kalsel tapi juga para wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin dan Banjarbaru. Menu utama di tempat makan itu adalah Mie Bancir khas Banjar, seperti nama tempat makan tersebut.

Saat mudik kemarin, saya melewati tempat makan tersebut. Saya langsung tertarik buat mencobanya karena saya penggemar mie. Apalagi saya juga penasaran racikan tangan Agus yang dulu hanya bisa saya saksikan di layar kaca.

Sehabis taraweh, saya, suami, kakak, dan kakak ipar pun meluncur ke jalan Panglima Batur Banjarbaru. Memarkir kendaraan di depan dan masuk ke dalam. Interior di dalam tempat makan tersebut bernuansa dapur. Ada sutil dan beberapa gadget dapur yang bergelantungan. Jam dindingnya pun berbentuk telur ceplok dengan penggorengan. Ada bumbu dapur dalam toples klasik yang juga menempel di dinding.

interiornya keren

interiornya keren

Bumbu dapur di dinding

Bumbu dapur di dinding

Di atas meja, ada hal-hal yang biasa kita temukan di meja rumah makan seperti tempat tissue, kecap, sambal dan kawan-kawannya. Untuk tempat tissue bentuknya seperti kursi dengan kain sasirangan, memperkental unsur Banjar dalam rumah makan tersebut.

Tempat tissue

Tempat tissue

Saya dan suami masih merasa kenyang setelah manyantap menu berbuka. Jadilah kami akhirnya memasan satu mie bancir khas Banjar telur itik buat berdua. Sepiring berdua. Dan memesan 2 jus sirsak masing-masing satu.

Mie Bancir Hintalu Itik. Lihat ada kuahnya sedikit

Mie Bancir Hintalu Itik. Lihat ada kuahnya sedikit

Sementara kakak saya memesan mie bancir original dan kakak ipar memesan sup ayam kampung. Bagaimana rasanya? Saya mungkin tidak bisa menilai karena perut masih berasa kenyang.  Hehehe… Mungkin nanti bisa ke sana lagi dalam keadaan lapar karena saya tertarik ingin mencoba batagor iwak yang ada dalam menu. Kelihatannya enak sekali saat saya melihatnya di instagram Agus Sasirangan.

Mie Bancir Original

Mie Bancir Original

Sup Ayam disajikan di panci kecil

Sup Ayam disajikan di panci kecil

Namun, buat Anda yang ingin menikmati salah satu kuliner khas Kalsel selain soto Banjar, mie bancir khas Banjar ini bisa jadi salah satu alternatif. Selain mie, juga ada penganan khas Kalsel lainnya di menu seperti kue lempeng dan roti pisang.

Menu

Menu

12 thoughts on “[Wisata Kuliner] Mie Bancir khas Banjar ala Agus Sasirangan

  1. Sy baru tahu ada klo ada mie bancir khas banjar, selama bolak balik ke banjar ga pernah nemu kuliner ini, drumah jg bikinnya ga jauh2 dr soto bnjar sm buras aja,hihi…

    • Emang kurang terkenal, Ami. Biasanya jg di menu disebutin mie goreng aja. Tapi kalau keluarga sy bisa membedakan mana mie ala jawa mana mie ala banjar. Hehehe…

    • Biar mudah angetinnya, Mbak. Tinggal ditaruh di atas kompor. Hehehe… Tapi makannya tetap pakai piring krn nasi disajikan di piring. Iya.. Kalau ngikutin MCI ingat deh ya sama Agus🙂

  2. Gara says:

    Mungkin kalau di Jawa ini namanya mi nyemek kali ya Mbak, terkesan berkuah tapi bukan, dibilang mi goreng juga salah :hehe. Di sana namanya unik, euy :)).
    Wah, berarti sekarang Mas Agus ini tinggalnya di Banjar ya Mbak? Keren ya peserta MCI ini, setelah jebol dari sana pun mereka betul-betul terjun di dunia memasak, seingat saya dulu Mas Agus ini sebelumnya tidak punya latar di dunia memasak, deh :hehe. Salutlah, berarti MCI ini bisa dibilang salah satu realiti show yang berhasil :)).

    • Iya. Sekarang dia tinggal di sini. Bikin usaha. Nulis buku resep dan buku tentang kuliner juga. Kemarin waktu mau pulang ada ternyata Mas Agusnya. Saya kepengin ngajak foto bareng tapi malu. Hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s