Bagaimana Mengetahui Tulisan Kita dimuat di Media?

Beberapa teman pernah bertanya pada saya, apakah saya diberitahu pihak redaksi media kalau karya saya dimuat di sana? Kalau saya jawab tidak, pertanyaan berlanjut, kalau tidak diberitahu darimana saya mendapatkan info kalau karya saya dimuat?

Maka izinkanlah saya yang masih butiran debu dan tidak ada apa-apanya di kancah dunia kepenulisan menuliskan hal ini.

Sepengalaman saya dan pengalaman berteman dengan teman-teman penulis, tak banyak media yang memberitahu kepada penulis kalau karya mereka akan dimuat. Femina salah satu yang tak banyak itu. Berdasarkan pengalaman dari teman-teman (karena saya belum berhasil nembus Femina), Femina akan memberitahu kalau karya kita akan dimuat dan meminta surat pernyataan keaslian naskah. CMIIW.

Kalau dari pengalaman saya sendiri, saya dua kali diberitahu redaksi Tribun Kaltim ketika resensi saya akan dimuat di sana. Itu pun saat itu mereka mengkonfirmasi sesuatu dan meminta persetujuan saya kemudian memberitahu kalau resensi saya akan dimuat. Itu yang pertama. Yang kedua kali, saat mereka minta foto diri saya yang sengaja tidak saya lampirkan. Saat saya bertanya apakah resensi saya akan dimuat? Pihak redaksi menjawab, ya akan dimuat. Hanya dua kali itu saja saya mendapat pemberitahuan. Selebihnya tidak pemberitahuan sama sekali.

Saya juga pernah ditelpon pihak redaksi Majalah Bobo saat pertama kali cerpen saya dimuat. Itu pun informasi kalau cerpen saya sudah dimuat sudah saya terima dari Mas Bambang Irwanto. Kakak redaksi Bobo mengkonfirmasi tanda pengenal kita dan nomor rekening. Hanya satu kali di pemuatan perdana. Di pemuatan selanjutnya saya tidak mendapatkan telpon lagi.

Hanya dua media itu saja yang pernah memberitahu saya kalau karya saya akan dimuat. Tentu saja karena pengalaman saya untuk menulis di media masih sangat sedikit. Tidak ada seujung jari dibanding para penulis lainnya.

Pertanyaan paling penting, kalau tidak diberitahu redaksi, dari mana kita tahu kalau tulisan dimuat? Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan terkait hal ini.

Pertama, tentu saja membeli atau kalau bisa berlangganan media yang kita kirimi tulisan kita. Hal pertama ini selain membuat kita bisa memantau tulisan yang dimuat, juga akan membuat kita bisa membaca tulisan yang dimuat tersebut. Membaca sama dengan mempelajari. Dengan membaca dan mempelajari tulisan yang dimuat, sedikit banyak kita jadi tahu tulisan seperti apa yang diinginkan pihak redaksi.

Namun, ada kalanya kita tidak bisa melakukan hal yang pertama ini dengan berbagai alasan. Semisal, media tersebut tidak sampai ke daerah tempat kita tinggal. Saya paham banget dengan hal ini. Karena saya sendiri tinggal di sebuah kota kecamatan di Kalimantan, di pedalaman Kalimantan. Hehehe… Tak banyak media yang dijual di sini. Saya harus ke Balikpapan dulu jika ingin membeli media lainnya yang tidak dijual di sini. Ke Balikpapan sendiri tak bisa setiap minggu saya lakukan.

Alasan lain, budgetnya yang tidak ada. Saya juga paham terkait hal ini. Hahaha….. Tapi sesekali cobalah untuk menganggarkan untuk membeli media yang kita ingin kirimi tulisan. Tak perlu setiap minggu, sesekali saja misalkan. Agar kita bisa belajar tulisan yang dimuat di sana.

Nah cara kedua adalah menengok epaper media tersebut. Zaman sekarang sudah canggih. Banyak media yang menyediakan versi online dari media mereka yang terbit. Sebut saja Tribun Kaltim, Lampung Post, Pikiran Rakyat, dll. Majalah Gadis juga bisa kita download via aplikasinya di appstore. Apa alamat epapernya? Googling aja.

Ketika beberapa orang bertanya apa alamat epapernya dan saya menjawab googling aja, karena saya beneran googling ketika ingin membukanya. Saya tidak menghafalnya satu per satu. Paling kalau sudah beberapa kali saya buka, alamatnya sudah terekam di history browser ponsel atau laptop saya. Hingga tak perlu googling lagi. Tapi saya enggak hafal alamatnya. Beneran😀

Cara ketiga untuk tahu tulisan kita dimuat di media adalah bergabung dengan komunitas. Banyak komunitas menulis dan ada beberapa di antaranya yang memberitahu tulisan-tulisan yang dimuat di media. Yang paling utama adalah Sastra Minggu. Sedari hari jum’at, di grup Sastra Minggu sudah ada thread khusus yang memberitahu tulisan-tulisan yang dimuat di media berbagai daerah di Indonesia. Kita tinggal pantau ke sana. Kalau lagi beruntung tulisan kita dimuat, dan kita sudah jadi anggota di sana, sewaktu diberitahu nama kita bisa dimention, walau oleh anggota grup yang belum kita kenal sama sekali.

Selain sastra minggu, bergabunglah dengan grup PBA (Penulis Bacaan Anak) jika mengirimkan tulisan ke media-media yang memuat cerita anak. Walau tidak rutin, terkadang ada yang memberitahu tulisan-tulisan yang dimuat di Bobo atau pun Kompas Anak setiap hari minggu.

Kalau mengirimkan tulisan ke Majalah Gadis, teman-teman bisa bergabung di grup Taman Fiksi. Editor Majalah Gadis, Pak Farick Ziat, biasanya rutin memberitahu cerpen atau percikan siapa yang dimuat setiap majalah Gadis terbit.

Bergabung di kelas-kelas menulis juga bisa membuat kita mendapatkan info tentang tulisan kita yang dimuat. Saya bergabung di Winner Class dan Penulis Tangguh, juga BaW Community. Beberapa kali tulisan saya yang dimuat di sana diberitahu oleh teman-teman di sana. Nah, dan inilah cara keempat.

Cara keempat, berjejaringlah. Membina hubungan baik dengan teman-teman. Beberapa kali saya tidak tahu kabar apa-apa tentang tulisan saya yang dimuat. Tapi ada teman-teman baik hati yang memberitahu.

“Mbak Yanti sudah tahu ada resensinya di Kompas Anak hari ini?” — Pesan dari Mbak Nining suatu hari di inbox FB.

“Yanti, saya diberitahu Mas Bambang ada resensi Aku Sayang Ibu di Kompas Anak. Yanti yang nulis resensinya ya?” — Telpon dari Mbak Irma di satu pagi.

“Ada cerpen Kacamata Pak Rusdi karya Mbak Hairi Yanti di Bobo,” Tulis Mas Bambang Irwanto di wall di kelas Penulis Tangguh.

“Selamat ya cerpennya dimuat di Kompas Anak.” – Mbak Haya Aliya Zaki menulis di wall FB saya.

Dan pemberitahuan lainnya yang saya dapatkan dari teman-teman. Jadiii… Berkomunitas, berjejaring dengan teman-teman juga bisa membuat kita mendapatkan info tulisan kita dimuat.

Itu adalah empat cara yang menurut saya bisa kita lakukan untuk mengetahui tulisan kita dimuat di media. Ada yang mau menambahkan?

Handil, 15 Ramadhan 1436 H

23 thoughts on “Bagaimana Mengetahui Tulisan Kita dimuat di Media?

  1. Gara says:

    Banyak ya Mbak cara mengetahui info kalau tulisan kita dimuat atau tidak, namun bagi saya yang penting adalah bagaimana supaya tulisannya dimuat :haha. Tapi terima kasih atas tipsnya Mbak, ini menambah pengetahuan jadi semoga tulisan saya juga bisa cepat dimuat di media :haha.

  2. Salam kenal mbak. Kalau saya bisanya lihat langsung ke medianya mbak. Jarang sekali saya dikasih tahu tulisan saya kalau dimuat di media. Tapi Alhamdulillah dengan kenal sama editor, jadi tahu tulisan saya dimuat gak nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s