Kata Mereka, Saya Mendapat Hidayah (part 2)

Bagian satu ada di sini

Ketika teman-teman bilang saya dapat hidayah buat hadir di Mesjid Istiqomah, saya pun ngeles dan bilang saya hadir tapi bukan berarti nyumbang. Kemudian beramai-ramai teman-teman di grup mendoakan agar dapat hidayah berikutnya. Wkwkwk… I love you all, my friends.

Saya tau kalau ketinggalan sedikit acara. Pada waktu saya mulai fokus ke depan, bapak-bapak yang menjadi narsum bilang bahwa menulis juga salah satu media dakwah. Setelah itu giliran Mbak Helvy yang bicara. Mbak Helvy pun bercerita tentang mengapa patungan buat bikin film KMGP atau Ketika Mas Gagah Pergi?

Patungan buat KMGP bukan karena tidak ada PH yang tidak mau memfilmkan KMGP. Sampai saat ini bahkan sudah ada tujuh PH yang melamar KMGP. Bahkan ada seorang sutradara ternama yang ingin menyutradai KMGP. Tapi semuanya ditolak Mbak Helvy. Alasannya karena ada idealisme-idealisme yang ingin dipertahankan Mbak Helvy. Jika film Mas Gagah ditangani oleh PH-PH tersebut, Mbak Helvy takut kalau idealisme itu meluntur. Ada hal-hal prinsipil yang akan berbenturan dengan keinginan dan kepentingan pihak lain.

Mbak Helvy juga bercerita beliau menangis saat menonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Suami beliau bertanya, apa Mbak Helvy sebegitu terharunya sampai terisak? Mbak Helvy menjawab bukan. Mbak Helvy bilang membayangkan betapa sedihnya seandainya Buya Hamka duduk menonton film yang diangkat dari novel yang beliau tulis,. Buya Hamka seorang ulama besar dan kita lihat bagaimana filmnya? Oh bahkan tokoh wanita di sana menggunakan tank top.

Mbak Helvy sedih sekali melihatnya dan hal itu tidak ingin mbah Helvy alami. Karena mbak Helvy masih hidup, maka beliau tidak ingin sedih melihat film dari cerita yang beliau tulis. Mbak Helvy ingin mengawal film Mas Gagah agar bisa benar-benar sesuai idealisme beliau dan memperkenalkan pada dunia bahwa seperti itulah film islami yang sesungguhnya. Hal itu hanya bisa dicapai jika didanai dengan dana sendiri. Hingga kita tidak tunduk pada industri yang membuat idealisme meluntur.

Perjalanan ingin memfilmkan Mas Gagah sudah berjalan selama 11 tahun. Banyak hal yang terjadi dalam 11 tahun tersebut. Di antaranya berpulangnya tiga tokoh besar yang menjadi pendukung film tersebut. Yaitu, Mas Chaerul Umam, Mas Pepeng, dan Mas Didi Petet. Mas Chaerul Umam rencananya akan menjadi sutradara film tersebut. Sementara Mas Pepeng berencana membikin kuis Mencari Mas Gagah. Sedangkan Mas Didi Petet berkata pada Mbak Helvy, “Vy, Mas Gagah ini harus dijadikan film.” Mas Didi Petet pun akan ikut bermain di film tersebut.

Namun takdirNya berkata lain. Ketiga tokoh tersebut sudah berpulang sebelum Mas Gagah nongol di layar bioskop. Maka, Mbak Helvy berharap, sebelum beliau yang berpulang, Mas Gagah sudah bisa terwujud menjadi film. Karena itulah patungan itu ada. Agar film KMGP bisa benar-benar menjadi film islami. Tidak ada persentuhan fisik antara pemerannya yang bukan muhrim. Tidak ada pakaian yang mengumbar aurat. Dan idealisme itu bisa dipertahankan dengan membiayai sendiri.

KMGP ingin difilmkan bukan untuk tujuan agar seorang Helvy Tiana Rosa terkenal. Kalau hanya untuk sekadar menjadi film, maka sudah dari dulu Mas Gagah difilmkan. Tapi Mbak Helvy ingin lebih dari itu. Mbak Helvy ingin semuanya berjalan dalam koridor syar’i. Mbak Helvy pun optimis kalau September 2015, sudah mulai syuting film KMGP.

Untuk tour promo KMGP sendiri insyaAllah akan berlangsung di 100 kota. Balikpapan adalah kota ke 10. Apakah kota Anda selanjutnya?

Di grup WA, ada teman yang bertanya ke mana jika ingin memberikan dana buat film KMGP. Saya copas dari blog mbak HTR nomor rekening buat patungan bikin film.

Nomor Rekening “Patungan Bikin Film

1. Bank Mandiri Cabang Margo City Depok 1570087778883 a.n. Lembaga Forum Lingkar Pena

2. BNI Syariah cab Margonda 0259296140 a.n Yayasan Lingkar Pena

3. Bank Mandiri 1640000965592 a.n Aksi Cepat Tanggap

Konfirmasi via sms ke 08121056956 (Risty)

Format konfirmasi: Nama _Jumlah_Rekening yang dituju Contoh: Ramadhan F_Rp 100.000,-_BNIS. Pelaporan dana akan dilakukan di web resmihttp://www.masgagah.com

Mari bergabung juga di fan page Sahabat Mas Gagah di FB dan twitter @kmgpkita @sahabatmasgagah, serta @filmkmgp.

Jadi, akhirnya nyumbang, Yan? Hahaha… Mau tau aja atau mau tau banget? :p

Kata teman-teman, saya kemudian dapat hidayah berikutnya jadi juru kampanye film KMGP. Ah, saya hanya menulis apa yang saya alami kok :p

Yuk, kita dukung film KMGP. Ini film kita! Kita yang modalin, kita yang buat, dunia yang nonton!

13 thoughts on “Kata Mereka, Saya Mendapat Hidayah (part 2)

  1. saya belum lihat film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. tapi kalau di situ ada adegan yang mbak tuliskan di atas…. sedih juga karena penulisnya adalah seorang ulama besar

  2. film dan buku itu dua obyek karya cipta yang berbeda. satu koridor tapi dua arah. tapi semangat kak htr ini memang patut diacungkan jempol. dan uni awalnya punya prinsip sama dengan yanti. hemmmm… baca tulisan ini.. jadi gimana ya..hehehe

    • Hehehehe…. Sama ya kita, Uni. Ynt jg awalnya bingung seberapa penting film ini hingga harus difilmkan. Iya. Mb Helvy memang semangat sekali. Beliau berapi2 menyampaikan hal2 terkait film KMGP🙂

  3. Gara says:

    Oh, jadi masyarakat bisa menyumbang untuk pembuatan film ini, ya. Hm, ini sesuatu yang baru dan menarik sekali :)). Soal sumbang-menyumbang, menurut saya tidak usah ditampilkan dulu :hehe, apabila mau menyumbang ya menyumbang saja :hehe :peace.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s