Kata Mereka, Saya Mendapat Hidayah

Kabar tentang adanya acara dengan Mbak Helvy Tiana Rosa sudah saya ketahui sejak lama. Saya selalu menyenangi acara tentang kepenulisan. Bertemu penulis, bicara tentang buku, dan lain sebagainya. Hal-hal yang akan menambah wawasan, juga akan ada semangat yang saya dapatkan setelah mengikuti acara seperti itu. Namun, untuk acara dengan Mbak HTR kali ini saya tertarik sedikit, kemudian tidak tertarik sama sekali dan meniatkan untuk tidak datang!

            Apalagi acaranya tanggal 7 Juni. Sebelumnya saya mendapat informasi kalau pernikahan adek ipar saya ada di tanggal tersebut. Jadi, semakin kuat alasan saya untuk tidak datang. Eh, ternyata acara pernikahan itu berlangsung tanggal 6 Juni dan setelah acara suami mengajak saya untuk menginap di Balikpapan. Jadi, tanggal 7 Juni saya di Balikpapan dong? Yup. Tapi, acaranya siang dan saya berencana buat balik ke Handil minggu pagi. Bye bye Mbak Helvy. 

            Sabtu malam tanggal 6 Juni 2015, saya mendapat pesan singkat dari panitia lomba blog yang saya ikuti. Mas Ketua Panitia itu menanyakan apakah saya bisa berhadir di acara penutupan lomba sekaligus pengumuman lomba. Acara itu berlangsung minggu malam tanggal 7 Juni. Saya bilang saya mungkin tidak bisa berhadir. Kemudian beliau memberi tahu saya sesuatu. Sesuatu yang membuat saya ingin sekali berhadir. Setelah berdiskusi dengan suami, suami setuju kembali ke Handil yang berjarak kurleb 90 km dari Balikpapan pada senin pagi. Nah, berarti saya bisa hadir dong di acara Mbak Helvy? Ah, saya galau.

            Kegalauan ini saya ungkapkan di grup WA tempat saya ngerumpi berdiskusi dengan teman-teman. Tapi sekejap setelah saya bilang kalau saya galau, saya putuskan untuk tidak jadi bercerita. Eh, beberapa menit setelahnya saya dapat kabar kalau resensi saya dimuat di Kompas Anak. Salah satu teman mengomentari kalau saya enggak jadi galau karena dapat kabar bahagia. Saya jawab, galau mah tetap. Hahaha…. Saya pun bercerita kegalauan saya.

            Tentang saya yang tidak ingin hadir di acara mbak Helvy. Tentang saya yang meniatkan tidak ingin sama sekali datang ke acara tersebut.

            Kenapa? Mengapa?

Bukankah saya suka acara bertemu penulis? Bukankah saya suka acara yang membahas tentang menulis dan buku? Semua itu karena Mas Gagah. Mas Gagah yang mau difilmkan dan kemudian mau menggalang dana. Sampai saat itu saya belum tergugah dengan kabar Mas Gagah mau difilmkan.

Banyak hal yang memberatkan langkah saya buat hadir. Saya masih belum menemukan jawaban yang memuaskan mengapa sebegitunya harus memperjuangkan Mas Gagah agar difilmkan. Juga pertanyaan-pertanyaan lainnya seperti dari sekian banyak karya islami mengapa Mas Gagah yang diperjuangkan difilmkan sampai harus menggalang dana? Lebih banyak mana manfaat atau mudharatnya dengan memperjuangkan Mas Gagah sampai harus menggalang dana?

Apa tidak ada kegiatan dakwah lain yang bisa dilakukan dengan dana tersebut? Bikin sekolah kek, membuka lapangan pekerjaan kek. Kenapa uang bermilyar-milyar harus dikumpulkan hanya untuk sebuah film? Demikian berambisikah penulisnya untuk memfilmkan Mas Gagah hingga harus menggalang dana? Apa ingin seperti adek beliau yang karyanya difilmkan, tapi berhubung tidak ada yang berminat memfilmkan jadi harus digalang dana? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang memenuhi pikiran saya.

Hal-hal yang memberatkan itu saya ungkapkan di grup WA. Terutama pada poin penggalangan dana. Apalagi saya pernah baca status panitia yang menyebut, jika sejumlah orang mengumpulkan uang 50 ribu, maka film itu akan segera bisa terwujud. Nyumbang 1000 rupiah saja hati saya belum terbuka, apalagi 50 ribu.

Ada beberapa teman yang mengomentari. Ada yang bilang datang aja, kalau soal menyumbang atau enggak itu soal keikhlasan hati, dll dsb. Mbak Ade Anita juga berkomentar, kata Mbak Ade, kalau soal sumbangan, terserah hati saya saja mau nyumbang berapa. Mau pahlawan apa yang dikeluarkan dari dompet itu terserah saya. Soekarno Hatta kah, Pattimura kah, atau WR Supratman. Wakakaka… Saya tergelak saat membaca komentar Mbak Ade.

Sekitar jam 11 siang, saya dan suami keluar rumah. Singgah di beberapa tempat. Salah satunya mencari koran Kompas yang pada akhirnya gagal saya dapatkan😥 Padahal ada resensi saya di sana😀

Roda motor suami akhirnya mengarah ke Mesjid Istiqomah siang itu. Mesjid Istiqomah adalah tempat acara Mbak HTR dengan Mas Gagah-nya berlangsung. Oh, jangan salah sangka, saya belum memutuskan datang. Saya hanya ingin melihat-lihat saja, karena di sana juga ada bazar buku. Suami yang tadinya hanya ingin mengantar kemudian saya minta ikut masuk saja. Tidak ada wajah yang saya kenali di sana, semuanya asing.

Akhirnya saya dan suami masuk ke pelataran mesjid. Melihat-lihat deretan buku di beberapa stand. Dari luar saya sudah mendengar ada profile Mbak HTR yang dibacakan. Saya pun berbisik ke suami mengabarkan kegalauan saya. Maju mundur cantik buat masuk. Suami bilang, masuk aja dulu. Kalau mau keluar kan tinggal keluar. Saya setuju. Suami pun juga akhirnya masuk ke tempat ikhwan.

Sampai di dalam, saya mengambil duduk di belakang. Di dekat AC yang menghembuskan udara sejuk. Aiih, adem sekali rasanya. Kemudian satu sms masuk ke hape saya. Dari kak Fitri Gita Cinta. Sebelumnya saya memang sms kak Fitri untuk menanyakan apakah beliau akan datang? Beliau menjawab InsyaAllah datang. Dalam sms tersebut, kak Fitri menanyakan apakah saya sudah di mesjid? Saya jawab iya dan memberitahu posisi saya.

Sekejap kemudian saya sudah bertemu dengan Kak Fitri dan beliau mengajak untuk duduk di depan supaya lebih fokus. Saya pun setuju. Kemudian satu foto saya kirimkan ke grup WA. Foto acara dengan Mbak Helvy Tiana Rosa yang duduk di depan beserta Mbak MC dan satu narsum lainnya.

image

Riuh teman-teman berkomentar di grup dan bilang : Saya akhirnya dapat hidayah. Hahahaa….

Bersambung ke part 2…. 

12 thoughts on “Kata Mereka, Saya Mendapat Hidayah

  1. Gara says:

    Lha berarti akhirnya datang dong :hihi. Eh tapi kemarin saya sempat galau juga apa akan menghadiri suatu pertemuan apa tidak. Tapi tiba-tiba juga naik motor terus berkendara ke tempat acara, jadinya hadir. Dan saya sangat-sangat tidak menyesal sudah menghadiri itu, karena banyak yang bisa saya dapatkan :haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s