[Short Story] Pertemuan

Vinka baru memasuki kedai kopi bernuansa oriental ketika matanya melihat dua orang yang sudah duduk di sana.

“Hey,” sapa Vinka pada keduanya.

“Vinka.” Kedua gadis itu langsung menyambut Vinka.

“Apa kabar kamu? Lama kita enggak ketemu?” Rasti yang duduk di seberang meja bertanya.

“Baik. Agak sibuk aja. Sampai jarang ketemu teman-teman,” jawab Vinka.

“Tapi kamu ketemu Anya kan kemarin?” Tanya Rasti lagi. Sementara Faras yang duduk di samping Vinka hanya diam, menyimak pembicaraan Vinka dan Rasti.

“Iya. Itu juga nyari waktunya susah banget. Eh tau tidak, aku jarang ketemu teman-teman di dunia nyata. Seringnya di dunia…”

“Dunia maya?” Potong Rasti.

“Bukan. Dunia mimpi,” jawab Vinka dengan tawa yang berderai mengiringi jawabannya.

“Masa sih dunia mimpi?” Faras yang duduk di sebelah Vinka bertanya dengan nada tak percaya.

“Beneran. Aku juga bingung. Aku ketemu si ini si itu ya di dunia mimpi. Bahkan sekarang pun aku sadar kalau ketemu kalian cuma di dunia mimpi,” jelas Vinka.

“Masa sih?” Faras dan Rasti menyahut berbarengan. Vinka mengangguk. Mencoba meyakinkan teman-temannya kalau ia tidak mengada-ada.

“Jadi sekarang kamu mimpi?” Tanya Faras lagi.

“Iya.”

“Kalau begitu, Vinka, ayo bangun!” Faras menekan kening Vinka dengan telunjuknya. Vinka hanya tertawa menanggapinya.

“Aku segar gini di dunia mimpi. Sepertinya susah deh buat bangun,” ujar Vinka.

Faras rupanya tidak menyerah. Faras kembali menekan kening Vinka dengan telunjuknya. Vinka memejamkan mata. Begitu ia membuka mata kegelapan yang menyambutnya. Vinka mengerjapkan matanya sebentar kemudian baru menyadari kalau ia sudah berada di kamarnya sendiri.

Vinka tersenyum mengingat mimpinya. Namun hanya sekejap. Sekejap kemudian senyumnya lenyap. Vinka teringat bahwa Faras sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Vinka bergidik sendiri. Karena ia masih merasakan tekanan telunjuk Faras di keningnya.

Al-fatihah buat Faras.

12 thoughts on “[Short Story] Pertemuan

  1. Gara says:

    Tentang si Rasti, apa ia masih hidup atau sudah tiada?
    Hmm, mimpi memang mempertemukan antara yang ada dengan yang sudah tiada :)). Selalu ada makna di dalam mimpi, meski kadang mimpi juga cuma kembang tidur :hehe.

    • Rasti masih hidup. Yg wafat si Faras. Padahal Rasti dan Faras juga enggak temenan. Jadi bingung juga saya. Iya.. Anggap bunga tidur aja🙂

      • Gara says:

        Kadang bunga tidur memang membuat bingung ya Mbak. Tapi juga jadi seperti teka-teki, menanti untuk dicari apa jawabannya :hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s