Perdana di Bobo di 2015

Sabtu siang kemarin di salah satu grup whats app, Uni Novia Erwida mengirimkan pesan.

“Yanti dimuat di Bobo mingdep”

Begitu isi pesannya. Saya membacanya langsung gemetar. Tapi masih belum mengerti sepenuhnya maksud Uni Novia. Apa maksudnya dengan mingdep? Maksudnya mimpi kali yee? Uni Novia cuma mimpi kalau ada karya saya dimuat di Bobo. Jadi saya balas.

“Beneran, Un?”

Ternyata ada lagi chat Uni Novia.

“Protes si Gula Manis.”

Membaca chat selanjutnya dari Uni Novia saya langsung bersorak girang. Happy, senang, pengin peluk satu-satu teman satu grup. Yang cewek aja tapiii. Hehehe…

Karena saya tau Protes si Gula Manis adalah judul cerpen eh dongeng saya. Masih gemetaran tangan saya tapi sempat masang status di FB. Hihihi….

Dongeng Protes si Gula Manis adalah dongeng yang saya tulis tahun kemarin. Dongeng yang saya tulis dalam rangka ikut kelas menulis dongeng di grup Penulis Tangguh. Kelas dibimbing oleh mbak Yuniar Khairani dan mbak Saptorini. Waktu itu diberikan beberapa kata sebagai pedoman buat menulis, salah satunya gula.

Saya benar-benar kesulitan mencari ide. Apalagi untuk dongeng. Kebanyakan cerpen yang saya tulis adalah cerpen realis dengan tokoh manusia. Jadi ketika disuruh nulis dongeng. Huaaa… Syusaaah.

Saya pun memandang toples gula di dapur. Bertanya-tanya apa yang bisa saya tulis dari gula atau tentang gula. Di dekat toples gula berjejer hal-hal yang sering kita temui di dapur. Ada kecap, ada saos tomat, ada juga toples garam. Dari situlah ide bermula. Saya akhirnya menulis dongeng dengan tokoh gula, garam, teh, dan kecap manis. Dengan setting tempat adalah dapur.

Tetap ada tokoh manusia di dalamnya tapi hanya figuran. Hehehe… Ada pesan yang coba saya sampaikan juga di dalam cerita itu. Tentang memberi manfaat, tentang bagaimana kita tidak harus dipuji untuk kinerja kita. Yang penting itu adalah bermanfaat. Sebuah pesan dan nasihat yang sebenarnya ditujukan untuk yang menulis alias diri saya sendiri.

Penasaran? Penasaran aja deh ya. Hehehe… Cegat Bobo terbaru minggu ini ya man teman semuaaa….😀

image

Foto dari Mbak Ruri

Ini tulisan keempat saya di majalah Bobo. Dan perdana di 2015. Tiga cerpen lainnya dimuat tahun 2014 kemarin. Cerpen ini saya kirimkan bulan Oktober 2014. Masa tunggu sekitar 6 bulan.

Lama? Saya sih merasa ini cepat dimuatnya. Hahaha… Dibandingkan cerpen saya sebelumnya yang butuh waktu satu tahun dan satu tahun satu bulan baru dimuat.

Saya kirim pakai email saja, tanpa lewat pos. Kenapa? Karena enggak ada temannya. Hahaha… Sebiji doang yang saya kirim. Di grup WA saya bilang sama teman-teman kalau saya cuma kirim dua cerpen di tahun 2014 ke Bobo. Pas saya cek ternyata saya cuma kirim satu biji ini aja. Cerpen satunya saya kirim akhir 2013. Belum ada kabar apa-apa. Hihihi….

Di situ kadang saya nyesal kenapa enggak kirim banyak aja. Ah, penyesalan selalu datang belakangan ya. Namanya aja penyesalan, kalau di awal kan pendaftaran *garing*

Oya, dari mana Uni Novia dapat kabar? Ternyata dari Mbak Ruri. Mbak Ruri langganan Bobo dan Bobo sudah datang hari sabtu. Jadi deh saya dapat kabar. Sampai saya tulis ini belum ada pemberitahuan dari redaksi. Dulu pernah ada pemberitahuan dari redaksi waktu pertama kali dimuat. Kata teman emang gitu, kalau pertama kali dimuat aja ditelp buat konfirmasi nomor rekening dan nomor KTP.

Belakangan saya baru ngeh yang dimaksud mingdep itu adalah minggu depan. Hahaha…. Yang mau kirim ke Bobo nih caranya saya fotokan langsung dari majalah Bobo.

image

22 thoughts on “Perdana di Bobo di 2015

  1. Gara says:

    Wah selamat ya Mbak, dimuat di majalah itu pastinya berarti sangat besar, sebagai bentuk penyemangat. Keren banget.
    Terus menulis Mbak, kami para pembaca pasti setia menanti *sembari mencari agen majalah buat mencegat Bobo edisi minggu ini (eh minggu ini kan ya :haha)*.

  2. Firda Amelia S says:

    Kepengen ikutan kirim. Pasti, hatinya mbk lngsng berbunga2 kan ? Ya iyalah, karya ku juga udah pernah di muat di Bobo, di Arena Kecil.
    Kepengen kirim, tapi malu . . Nanti dikira jiplak karya orang lain. Masa anak kecil kayak aq (umur 11 thn) udah bisa bikin cerpen. Ah. . Pasti dikira ngejiplak. Jadi kyk mana nich. . . Bimbang banget, kepengen menang.

    • Halo Firda, jangan takut tentang menjiplak kalau kamu tidak melakukannya. Yang penting cerita yang kamu kirimkan adalah asli cerita bikinan kamu, bukan jiplakan. Semangat ya🙂

  3. Niken93 says:

    Gimana caranya kita tahu bahwa karya kita akan dimuat ya? Apa harus gabung Whats Ap seperti Anda? Karena saya tidak berlangganan Bobo dan membeli secara random… >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s