Ide Cerita di Sekitar Kita

Pernah adek sepupu saya ikut lomba menggambar dan kemudian saat pengumuman perlombaan, dia kalah. Di arena perlombaan dia menangis karena ingin piala yang didapat pemenang. Nangis minta dibelikan piala sama mamanya. Sampai rumah karena sudah terlalu lelah menangis, ia tertidur. Pas bangun sudah lupa dengan piala. Hehehe… saat itu dia masih TK kecil.

Waktu menunggu mama belanja di pasar, saya nongkrong cantik di dekat penjual buah yang memang sudah saya kenal. Tak lama kemudian, anak penjual buah datang sambil menangis. Dia bilang, mamanya diminta datang ke sekolah.

“Buat apa ke sekolah?” Tanya si mama.

“Disuruh Ibu,” jawabnya. Ibu yang dimaksud adalah Ibu Guru.

Kemudian di sela tangisnya dia bercerita kalau mamanya diminta datang ke sekolah buat ambil piala. Piala lomba yang diambil temannya. Mamanya tidak mau. Sepertinya sudah tau karakter si anak.

Setelah diajak bicara, si anak ternyata kalah lomba. Dia minta mamanya datang ke sekolah buat ambil piala dari si teman yang menang. Seseorang di pasar bilang ke mamanya si anak, kalau belikan saja piala di toko, banyak yang jual. Hehehe…

Pernah tidak mendapati cerita seperti itu di dunia nyata?

Anak yang kalah lomba kemudian minta belikan piala agar dia punya piala?

Hal itulah yang diangkat Mbak Nurhayati Pujiastuti di salah satu cerpen beliau yang dimuat di Bobo no 51 tahunXLII. Cerpennya berjudul Piala Asli. Cerita tentang seorang anak yang minta dibelikan piala pada ibunya jika ia kalah lomba. Karena ada temannya yang dibelikan ibunya piala, walau tidak juara.

image

Cerpen Mbak Nurhayati Pujiastuti

Begitu membaca cerpen itu, saya tercenung sebentar, cerita anak kecil meminta dibelikan piala pernah saya hadapi di dunia nyata. Dan Mbak Nur sukses mengemas cerita itu dalam sebuah cerpen yang memikat.

Ini cerita lain lagi, pernah tidak melihat atau memperhatikan mereka yang jika ada hajatan kebagian dapat jatah cuci piring. Kemudian jika ada sisa makanan yang seringnya suka banyak gitu ya yang tersisa di piring-piring, akan disisihkan dan dibungkus?

Saya pernah melihatnya. Mereka bilang sayang jika dibuang. Apalagi kalau sisa itu seperti tidak pernah disentuh. Semisal daging yang belum dimakan dan ada di piring yang akan dicuci. Disisihkan lah daging dan makanan itu, kemudian diolah kembali agar layak disajikan kepada keluarga.

Kemarin saya baca cerpen Mbak Shabrina WS yang dimuat di Ummi yang bercerita tentang seorang ibu yang selalu dapat tugas mencuci piring setiap ada hajatan di kampungnya. Di saat itulah, ia bisa mengumpulkan daging dan diolah kembali untuk anaknya di rumah. Judul cerpen itu Sepiring Daging.

Membacanya juga membuat saya tertegun. Saya pernah mendapati hal seperti itu di dunia nyata tapi tidak pernah terpikir untuk menjadikannya ide cerita.

Dari cerpen Mbak Nurhayati Pujiastuti dan Mbak Shabrina WS ini saya mengambil kesimpulan kalau ide cerita itu bertebaran di sekitar kita, tinggal bagaimana kita membuka mata dan berempati dengan kejadian-kejadian di sekitar kita. Dan saya masih harus belajar banyak untuk hal itu.

17 thoughts on “Ide Cerita di Sekitar Kita

  1. ada berbagai macam cerita sehari-hari yang bisa ditulis. Perkara nulis inilah yang susah, padahal banyaak sekali bahan. Hanya saja kemauan dan hati kadang tidak sinkron untuk menuliskan menjadi sebuah cerita yang menarik

  2. Memang konon katanya ide itu bertebaran ada di sekeliling kita Yan…
    Tinggal kitanya yang harus jeli dan peka untuk menangkap ide tersebut, trus mengolahnya menjadi cerita menarik…

    Ayo semangaaat…kutunggu cerpenmu masuk majalah lagiii :))

    • Bibiiii… Makasiiih doanya. Minggu ini Alhamdulillah ada cerpen sy di Bobo…. Hihihi… Iya, Bi. Harus banyak belajar menangkap ide dab mengolahnya dengan ciamik🙂

  3. ekosatui says:

    Tulisan yang menarik. betul sekali. dibutuhkan kepekaan tingkat tinggi untuk menyerap ide-ide yg terserak dan merangkainya menjadi tulisan yang menarik. salam kenal, bu Yanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s