Surabi

Sudah menjadi adat kebiasaan di kampung nenek saya ketika ada orang yang meninggal dunia warga di sekitarnya bergotong royong bikin surabi. Surabi itu nantinya dimakan beramai-ramai buat warga di sana juga disuguhkan kepada pelayat yang mau. Biasanya sih kalau pengin, kita datang ke tempat pembuatan surabi itu dan dikasih. Jadi bukan disuguhkan di rumah duka.

Kebiasaan inilah yang membuat sepupu saya melarang mamanya buat bikin surabi. Mungkin karena dipikirannya surabi sudah identik dengan suasana duka.

Kalau saya dan mama di rumah, pernah beberapa kali bikin surabi ini. Bahannya cukup simpel. Hanya tepung beras dan kelapa muda parut.

Kemarin di kulkas saya ada kelapa muda parut, saya harus cepat menggunakannya sebelum basi. Dan kepikiran lah buat bikin surabi ini. Tapi saya malah lupa bagaimana caranya. Ingat sih kalau bahannya dari kelapa muda parut dan tepung beras. Tapi lupa cara masaknya. Heuheu…

Jadi saya menelpon mama untuk bertanya cara bikin surabi. Ternyata simpel sekali. Kelapa muda parut dicampur tepung beras dan kemudian dicairkan dengan air panas sampai kekentalan yang pas. Jangan lupa tambahkan garam sampai rasanya pas. Kemudian tinggal dimasak di atas wajan yang dikasih sedikit margarin. Lebih banyak kelapa parutnya daripada tepung berasnya. Satu mangkok kelapa musa parut hanya saya tambahkan beberapa sendok tepung beras. Jadi tekstur kelapanya berasa banget😀

image

Dimakan dengan gula merah cair. Lumayan jadi kudapan sore yang enak. Oya, kalau di kampung nenek saya tepung berasnya dibuat dari beras yang digiling langsung di tempat penggilingan beras. Jadi bukan tepung beras kemasan. Kata acil saya kalau pakai tepung beras kemasan, kualitas rasanya jauh menurun dibanding tepung beras yang digiling langsung. Tapi ya karena tidak mau ribet jadi pakai tepung beras kemasan aja😀

*nulis ini biar kalau mau bikin dan lupa caranya ada catatannya*

12 thoughts on “Surabi

    • Sama, Mas. Penyebutannya aja yg beda dikit pengaruh logat daerah😀 iya kalau yg jualan biasanya kuah encer. Ini karena sy bikin sendiri jadi dihemat2. Hehehe…

  1. kayaknya sama kayak serabi di sini lho mba.. di sini biasanya bagian bawahnya putih, nanti di atas merah karena adonannya dicampuri gula merah. tapi aku juga suka yang putih saja😀 enak, kalau sunda kan pakai campuran topping macem2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s