Cerpen yang Memorable (1)

Salah satu alasan kenapa saya suka menulis review buku karena itu jadi bahan pengingat buat saya. Saya sering lupa dengan jalan cerita dari sebuah cerita yang saya baca. Kalau sudah lewat setahun dua tahun, dan kemudian diingatkan lagi tentang sebuah buku, saya biasanya nyari review atau resensi yang saya tulis. Dan itu membantu banget buat saya ingat lagi akan isi buku tersebut plus kesan saya ketika membacanya.

Tapi yang saya tulis di blog buku saya ini kan kebanyakan buku tuh. Nah, di sini saya mau nulis tentang cerpen yang masih saja saya ingat. Tapi yang saya ingat kadang malah jalan ceritanya aja. Judul sama penulisnya bisa saja saya lupa. Seperti cerpen yang mau ceritakan ini. Kalau tidak salah penulisnya Biru Laut atau Asma Nadia, saya lupa. Kalau saya tidak salah juga cerpen ini ada di buku kumcer bercover biru di mana di sana ada cerpen Asma Nadia dan Biru Laut. CMIIW ya. Lupa saya.. Enggak bisa ngecek juga karena bukunya ada di rumah ortu.

Jadi cerpen itu bercerita tentang korban perkosaan. Kalau saya tidak salah dia diperkosa sama sopir angkot. Dan kemudian hamil. Dia kemudian terpaksa menikah dengan seseorang yang menodai kesuciannya itu. Pernikahan yang tak dikehendakinya sama sekali. Tapi terpaksa demi janin yang dikandungnya.

Hari-hari berlalu dalam pernikahannya. Suaminya selalu berlaku baik kepada istrinya. Namun, istrinya sudah terlanjur benci dan marah sama suaminya. Jadi, tiap hari ya dicuekin aja. Plus agak kasar gitu tanggapannya terhadap perlakuan suaminya. Si istri juga tidak memperhatikan penampilannya. Kucel aja gitu karena emang enggak minat menarik perhatian suami. Tapi sang suami tetap berlaku baik, selalu berusaha menjadi suami yang baik.

Namanya wanita ya man teman, perasaannya halusss. Seperti batu yang kena tetesan air akhirnya berlubang juga, begitupun hati sang istri tersebut. Akhirnya dia tergugah dengan perhatian suaminya. Merasakan benih-benih perasaan lain dengan orang yang menjadi suaminya itu. Hingga pada satu hari si istri itu ingin memberikan kejutan buat suaminya. Dia beli daster baru yang cakep, berdandan untuk menyambut suaminya. Dia deg-degan gitu menanti si suami pulang kerja narik angkot.

“Tok… Tok…” Pintu rumah diketuk. Si istri pun bergegas membuka pintu sambil tersenyum manis. Hal yang tak pernah dia lakukan sebelumnya. Tapi ternyata yang datang bukan suaminya. Melainkan polisi. Yang memberitahu kalau suaminya ditangkap karena memperkosa wanita lagi. Huhuhu… Ending yang nendang banget. Dramatis. Pilihan ending ini salah satu hal yang bikin saya ingat terus sama cerpen ini.

14 thoughts on “Cerpen yang Memorable (1)

  1. biru laut deh.. pernah baca juga.. sebener suaminya sih ga salah, karena ga tahan dicuekin jadi perkosa lagi aja, pikiran orang kita ga tahu.. apa ya namanya? waktu ga tepat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s