Minta Buku Gratisan Sama Penulis? Boleh?

Saya pernah membaca sebuah novel yang bercerita tentang kehidupan seorang pria dalam kesederhanaan hidup. Kemudian dia menulis dan novelnya diterbitkan. Kehidupannya pun berubah, dia bisa dapat tempat tinggal yang lebih baik juga pulang pergi ke kampung halaman naik pesawat. Padahal baru menelorkan satu novel. Kesan yang saya dapat begitu membacanya menerbitkan buku itu jadi angin segar banget buat sebuah kesejahteraan hidup.

Kemudian beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah drama. Ceritanya tentang penulis juga. Kali ini penulis langganan best seller untuk karya-karyanya. Penulis ini sudah seperti selebriti saja. Sering muncul di TV, digemari banyak orang. Dia tinggal di apartemen yang mewah, punya mobil yang wah juga. Punya asisten pribadi juga.

Kalau melihat dua cerita di atas menjadi penulis seperti sesuatu yang sangat menjanjikan dalam hal materi. Mungkin karena itulah maka orang-orang suka sekali minta buku gratisan pada penulis. Saat penulis promo bukunya ada aja yang nyelutuk, bagi dunk bukunya gratis dan kalimat-kalimat sejenis yang intinya sama, minta gratisan buku.

Saya belum pernah menerbitkan buku solo tapi karena bergabung di beberapa komunitas menulis, saya jadi mengetahui cerita-cerita tentang pahit manisnya bergelut di dunia kepenulisan. Perlu perjuangan yang tidak sedikit buat seseorang untuk menerbitkan buku. Mereka bisa saja mengurangi jatah waktu istirahat, memgoptimalkan waktu luang untuk menulis buku. Bukan sekadar tidur-tidur cantik kemudian tradaaaa jadilah sebuah buku. Belum lagi ketika berhadapan dengan penerbit. Mengirimkan naskah ke penerbit tentu saja ada risiko ditolak. Ada perjuangan dan pengorbanan untuk menulis dari penulisnya pada buku yang kita baca.

Maka tidak sepantasnya lah kita menodong buku gratisan kepada penulis. Itu sama saja dengan kita minta barang gratis dari pedagang atau minta jatah gaji dari karyawan. Coba bayangkan jika kita ada di posisi pedagang atau karyawan. Saat kita jualan, tiba-tiba ada yang minta gretongan. Waktu gajian, eh ada yang muncul minta jatah gaji. Padahal statusnya cuma teman.

Tapi kan penulis punya buku gratisan dari penerbit? Iya banget. Memang ada jatah buku buat penulis tapi setahu saya tidak lebih dari 10 buku yang dikasih penerbit. Dan dari pengamatan saya bergaul dengan beberapa penulis buku itu akan mereka berikan buat yang punya andil dalam penerbitan buku tersebut. Misalkan seseorang yang membimbing penulisan buku itu, guru yang mengajari mereka menulis atau pembaca yang jadi fisrt reader karya mereka. Bisa juga buku dari penerbit itu digunakan penulis buat promo, baik dalam bentuk lomba atau memberikannya pada blogger buat diresensi sebagai ajang promo.

Lalu kenapa kita yang tidak punya andil apa-apa kemudian ujug-ujug komen di status promo mereka dan bilang bagi dunk bukunyaaa.

Saya pribadi berusaha sekuat tenaga untuk tidak minta buku gratisan pada penulis. Mungkin dulu-dulu pernah khilaf minta gretongan. Tapiii.. Sekarang saya pantang buat minta gratisan walau dengan embel-embel ‘bagi dunk bukunya, nanti saya review di blog deh.’. Mungkin karena saya sadar diri juga kalau blog saya bukanlah blog yang ramai pengunjung dan saya tidak bisa memastikan kalau review buku di blog saya akan mendongkrak penjualan buku tersebut. (kalau reward dari penerbit buat resensi yang dimuat di media, lain cerita ya ^^)

Kecuali kalau buku gratisan itu datang dari inisiatif penulisnya. Misalkan tetiba ada yang kirim pesan minta alamat dan bilang mau kirim buku atau yang nanya apa saya mau review buku mereka dan mereka kirim gratis. Biasanya hal itu saya sambut dengan tangan terbuka. Atau ada penawaran dari penulis atau penerbit, siapa mau dikasih buku gratis tapi harus direview, kalau bukunya cocok dengan selera, saya akan dengan senang hati mendaftar. Masalah terpilih atau enggak itu urusan belakangan. Di beberapa komunitas yang saya ikuti ada penawaran seperti ini.

Berteman dengan beberapa penulis juga membuat saya tahu sedikit tentang urusan royalti. Yang terkadang tidak semanis apa yang orang-orang awam bayangkan tentang profesi penulis.

Intinyaaa… Yuk ah kita stop dari minta buku gretongan dari penulis. Hargai usaha mereka. Kalau mereka mau, mereka akan ngasih buku itu ke kita tanpa kita minta.

15 thoughts on “Minta Buku Gratisan Sama Penulis? Boleh?

  1. iyaaaa…setahu aku royalti penulis itu besarnya cuma sekian persen dari harga bukunya lho Yan…

    Dan itu ada drama Korea That’s Okay that’s Love yang mana pemeran utamanya penulis novel kriminal dan kehidupannya glamor parah udah kayak selebriti, yang main Jo In Sung…mungkin se level Raditya Dika kali lah yah…bedanya Jo In Sung mah, gantengnya keterlaluan…hehehe…

    Dan aku pernah juga sih, diinbox dan dimintain alamat kemudian diminta untuk nge review buku salah satu sahabat blogger…tentu saja aku terima dengan senang hati…hitung-hitung bantu temen laaah🙂

    • Iya, Bi. 10% rata2 dari harga buku. Kalau lewat agency dibagi lagi sama agency. Kalau buku anak yg ada ilustrasinya dibagi juga dengan ilustrator.

      Nah… Drama yg saya maksud itu Bi… That’s Ok it’s Love. Itu apartemennya waaah beneeer. Gigit jari lihatnya. Hihihi… Iya, Bi. Ada beberapa teman yg ngasih buku gratis padahal ga minta😀

  2. kalo dulu punya kk angkat..punya penerbitan sendiri..dia ngasih gratisan semua karyanya tanpa saya minta…masalahnya saya jg ga begitu minat sama tulisannya..secara filsafat semua..beradddd-.- anak sma dikasih buku kyk gitu..dipajang aja jadinya:D

  3. ada kisah menarik ketika suatu acara bersama Pak Taufiq Ismail, beliau marah ketika ada yang nyeletuk minta buku bahkan beliau menyamakan dengan perampok, meski demikian bukuku waktu lebaran kemaren banyak juga yang minta (yg ini sih khusus di acara kumpulan keluarga, jadi ga mungkin menolak)

    • Naah… Setuju saya sama Pak Taufiq Ismail😀
      Kan sebagian orang menulis buku untuk menambah rezeki agar dapur tetap ngebul. Masa kita mau minta gretongan😀

    • Mungkin saya sadar diri kalau blog saya masih sepi pengunjung, dan review sy tidak dahsyat jadi saya juga tidak mau minta gratisan dengan iming2 review. Kecuali penulis menawarkan kepada saya atau ada penawaran dari mereka, baru saya akan ikut serta🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s