[LatePost] Lelah

Hari ini dibuka dengan kabar kemenangan telak Jerman terhadap Portugal. Saya tentu bergembira dengan kabar ini. Walau seorang Madridista, dan bintang Real Madrid ada di Portugal, saya mendukung Jerman untuk Piala Dunia kali ini. Saya menanti kemenangan Jerman sejak 12 tahun yang lalu.

Walaupun mendukung Jerman, saya tetap fans Real Madrid, karena itu saya tidak suka ketika ada yang mengaitkan olah Pepe di pertandingan yang katanya hasil didikan Real Madrid. E ya ampyuuun…. kenapa dikait-kaitkan gitu sih? Ingat kan waktu final Champion kemarin, yang nggak suka El Real berbondong-bondong jadi fans dadakan Atletico. Berharap Atletico menang, dan Real kalah. Itulah kerja benci dan cinta. Dan saya juga mengakui kalau saya tidak bisa mensterilkan hati dari perasaan itu.

Kemarin suami saya BBM dan bilang kalau yang pro Jokowi bilang hasil debat minggu malam kemarin menyebut Jokowi unggul 5-0, yang pro Prabowo bilang Prabowo menang 10-0. Hadeeeeh….. Saya tepuk jidat bacanya. Itu jugalah kerja cinta dan benci. Ketika sudah cinta apa pun yang dilakukan orang selalu terlihat benar dan ada pembelaan terkait hal itu. Saat sudah membenci, ketika salah selalu ada toleransi untuk menerima kekhilafan itu dan semua yang dilihat terasa mengagumkan.

Saya juga menyimak jalannya debat sembari memperhatikan status yang bersileweran di FB, tweet di twitter dan recent update di BBM. 2-3 kali saya mengganti status saya di BBM, sembari BBMan juga dengan beberapa orang membahas tentang debat tersebut. Hati saya sebenarnya sudah condong ke salah satu capres, jadi yah isi status saya emang lebih mengarah ke mendukung capres tersebut. Dan saya mendengus sebal ketika membaca status yang ada ajaaa celanya dari capres yang saya dukung itu.

Para pendukung Jokowi ramai-ramai membully tentang Prabowo yang nggak tau singkatan TPID, para pendukung Prabowo ramai-ramai bilang kalau TPID itu urusan kepala daerah jadi cucok lah si Jokowi jadi Gubernur aja. Para pendukung Prabowo bertepuk tangan akan sikap Prabowo yang secara jantan mengakui kalau ide Jokowi keren, itulah tipe pemimpin sejati katanya. Mereka yang mendukung Jokowi bilang, “Tuh kan ide Jokowi keren. Makanya Jokowi memang cucok jadi Presiden.” Selalu ada bagian yang bisa dicela dan dibela. Dan saya capek melihatnya.

Capek karena saya nggak bisa netral. Karena saya sudah cendrung dengan salah satu calon. Ujung-ujungnya saya akan mendengus sebel kalau ada yang menjelek-jelekkan calon yang sudah merebut hati saya. Belum lagi ke urusan ilfil, dll. Ah… menyebalkan perasaan ini. Saya mau bersikap netral tapi saya sungguh tak bisa. Saya seperti terperangkap ke dalam sesuatu yang tidak saya kehendaki.

Untuk membuat perasaan saya netral tadi saya bikin status di BBM yang rada pro ke salah satu calon yang saya tidak cendrung padanya. Akibatnya? Ada yang pro ama calon itu yang menanggapi BBM saya. Dan bagaimana tanggapan saya? Saya menjawabnya dengan sinis. Hal yang sangat saya sesali kemudian. Saya kemudian menghapus status itu tapi jawaban sinis itu tetap terkirimkan dan mungkin melukai teman yang saya BBM itu.

Kawan baik saya, Ina, kemudian BBM saya juga terkait status yang saya bikin. Pada Ina saya memang bisa curhat habis-habisan. Ina kerap jadi tong sampah saya (Piss, Na :p). Saya bilang ke Ina, saya mau berhenti ngurusi capres-capresan ini. Saya nggak mau lagi pasang status, menyimak perdebatan atau apa lah yang terkait capres. Apa untungnya coba? Bisa bikin hati jadi keras aja. Toh, siapa pun yang terpilih ya kita tetap menjalani kehidupan yang begini-begini aja. Tidak serta merta saya ditelpon untuk jadi menteri keuangan atau staf ahli kepresidenan kan?

Yang terjadi kalau saya ngotot, saya mungkin bikin orang ilfil sama saya, saya bisa berlaku sinis terhadap orang lain dan saya kemudian membongkar-bongkar keburukan orang lain. Padahal bisa jadi dia yang saya bongkar-bongkar aibnya itu lebih baik dari saya. Lagian, agama yang saya yakini menyuruh umatnya untuk tidak mencari kesalahan-kesalahan orang lain kan?

Saya pun ingin menjauh dari keramaian ini. Karena saya lelah….

*ngubek-ngubek draft dapat tulisan ini. Sayang dibuang :p*

10 thoughts on “[LatePost] Lelah

    • Iya, Mas. Saya jg unfollow beberapa teman kemarin. Tapi sekarang udah di follow lagi. Dah rada legaan walau teteup sih kadang ada status tentang politik yg bikin panas🙂

  1. Yantiiiiii…
    makanya aku sebisa mungkin gak bikin status apapun tentang politik di social media lhoooo…
    Belakangan ini banyak orang sensi soalnya….hihihi…

    Just keep it to myself aja dueh, daripada puyeng dan debat gak jelas ama temen sendiri🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s