Candu Itu Bernama Hay Day

Sebelumnya saya tegar menghadapi cobaan untuk tidak ikutan download dan memainkan permainan berjudul Hay Day itu. Di tengah kakak dan sepupu saya yang begitu maniak sama games tersebut, saya masih bertahan dengan Candy Crush Saga, satu-satunya permainan yang diinstall di hape saya. Namun, ketegaran saya runtuh beberapa hari yang lalu.

Saat itu sepupu kecil saya datang ke rumah. Saya sedang di rumah ortu. Menjalani LDR episode kesekian. Biasanya memang begitu, sepupu kecil saya itu kalau lama tak bertemu dia akan mendatangi saya dan kemudian bermain bersama saya. Cuma sehari dua hari, setelahnya dia akan sombong sekali menolak bermain dengan saya. Dalam edisi dia main-main dengan saya itulah dia membuka hape saya dan mencari-cari Hay Day. Nggak ada dunk.

Hape saya itu tidak menarik buat anak kecil karena isi gamesnya cuma satu Candy Crush Saga. Tapi si sepupu ini keukeuh pengin saya ngeinstall Hay Day. Saya mencoba berkelit dengan mengatakan filenya kebesaran, jaringan lemot, dll tapi segala argument saya itu tidak dia hiraukan. Akhirnya saya menyerah dan ngeinstall Hay Day, dengan satu pikiran kalau ntar si sepupu itu udah nggak ada, saya tinggal uninstall si Hayday.

Akhirnya Hay Day pun nangkring di hape saya. Sepupu kecil saya itu mengajari saya bermain. Saya memperhatikan dengan ogah-ogahan. Namun tetap memainkan jemari saya di sana. Entah racun apa yang kemudian merasuki saya. Hanya beberapa saat setelahnya saya mulai menyukai si Hay Day itu. Hadeeeeh. Dan kemudian tak bisa melepasnya lagi. Segala aplikasi yang biasa saya buka terkalahkan dengan yang namanya Hay Day.

Di hari pertama saja saya sudah mencapai level 15. Walaupun di hari berikutnya kenaikan level saya mulai tersendat-sendat. Kata sepupu saya yang lain, memang begitu awal-awal bermain hay day. Kita merasa sangat kecanduan namun nanti perlahan-lahan akan hilang. Tante saya juga bilang sekarang beliau ngecek ladang di Hay Day Cuma sekali sehari aja. Baiklah… Saya nikmati saja candu itu dulu. Walaupun sekarang juga sudah tidak sesering di hari pertama saya ngecek perkebunan dan peternakan maya itu.

Ada beberapa prinsip yang saya coba pertahankan di Hay Day. Pertama, saya tidak memelihara babi. Babi itu haram dalam agama saya. Sebagai konsekuensi dari tidak memelihara babi itu saya akhirnya juga harus menolak segala pesanan yang berhubungan dengan daging. Baik itu burger, pie daging, dll. Kata sepupu saya harga jualnya tinggi barang-barang yang ada unsur babinya. Saya bilang saya nggak peduli. Akan ada rezeki di lain walau saya menolak untuk menjual dan memelihara babi.

Kedua, saya menolak pemesanan barang dari pabrik penyulingan bir. Ini juga prinsip. Bir haram dalam agama saya. Jadi walaupun barang-barang yang dipesan komplit dalam gudang saya dan harganya juga lumayan tinggi saya tetap skip pemesanan tersebut.  Akan ada rezeki yang lain😀

Bermain di Hay Day juga membuat saya belajar bagaimana berdagang. Karena stok barang di gudang penyimpanan penuh maka pilihan buat saya adalah menjualnya. Barang-barang saya lambat sekali lakunya. Jadi sepupu saya bilang jelas aja nggak ada yang tertarik membeli karena harga yang saya tawarkan adalah harga yang tertinggi. Lebih baik murah tapi cepat laris dari pada mahal tapi malah nggak laku-laku, demikian si sepupu kecil yang berusia 5,5 tahun mengajari saya.

Saya juga mencoba membeli barang-barang yang dijual orang dengan harga murah. Kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi dari yang saya beli. Lumayan lah dapat keuntungan buat mengisi pundi-pundi logam saya.

Di Hay Day, saya juga belajar buat menabung. Jadi kemarin itu uang saya sempat melimpah banyak. Jadi lah saya kemudian membeli beberapa bunga dan item lain yang tidak menghasilkan. Barang-barang yang hanya berfungsi sebagai penghias ladang. Akibatnya saat diperlukan uang saya tidak cukup untuk membeli barang yang dibutuhkan. Mungkin seiring dengan berjalannya waktu saya akan menemukan pelajaran-pelajaran lain dalam bermain Hay Day. Dan sesungguhnya pelajaran yang saya ambil itu hanya untuk menutupi rasa bersalah karena kecanduan main hay day ini. Erghhh…

18 thoughts on “Candu Itu Bernama Hay Day

  1. Hahaaa… toosss mba yanti. Saya juga keracunan ini game baru beberapa hari, pdhl sebelumnya sama sekali gak minta nge-game.

    iihh keren deh, dalam game jg ttep memegang teguh prinsip. Saya mau niru aahh :))

  2. salam kenal ya bu. maen ketempat saya aja bu, barangkali ada game yang disenangi hehehe, sekarang ini buatan anak negri lagi rame banget namnaya game tebak gambar, saya sudah selsai sampai lavel 21 dan lagi nunggu lavel berikutnya. terus sekarang ada lagi yang baru juga seperti tebak gambar tapi yang ini namanya tebak 4 gambar, sambil nunggu update lavel 22 yg tebak gambar saya maen yg tebak 4 gambar eh ternyata lebih seru ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s