[BtS] Resensi Buku Priceless Moment di Koran Jakarta

priceless moment di korjak

Selalu ada cerita dibalik terciptanya sebuah karya dan saya selalu suka mengenang cerita-cerita di balik layar tersebut. 

Buku Priceless Moment saya beli di Gramedia Central Park hari senin, tanggal berapa ya, ya hari senin waktu saya di Jakarta. Hari minggunya kan saya kopdar tuh sama teman-teman di PIM seperti yang saya ceritakan sebelumnya. Nah, waktu kopdar itu, ketemu Mbak Dhani di Gramedia dan mbak Dhani merekomendasikan beberapa buku termasuk Priceless Moment itu. Mbak Dhani bilang coba kamu baca dulu di halaman awal. Waktu itu tidak ada novel yang terbuka, Mbak Dhani minta karyawan gramed membuka segel plastik salah satu buku. 

Saya baca dunk pragraf pertama yang berbunyi : 

Pada masa berkabung, hanya beberapa jam setelah Esther meninggal, Yanuar memahami bahwa akan ada saat dia harus memasak sendiri untuk Hafsha dan Feru.

Kalimat pertama itu sudah menjelaskan banyak hal. Tentang suami yang kehilangan istrinya, tentang kebingungan seorang ayah yang harus menjadi single parent, dan bikin bertanya2 bagaimana kedua anak yang kehilangan ibunya itu. Dan saya sudah terikat dengan kalimat pertama tersebut. Namun, karena buru-buru saya belum membawa buku itu ke kasir. 

Setelah pulang dari PIM kepikiran banget sama buku itu. Malamnya saya dan suami nggak ke mana-mana, cuma di apartemen aja. Capek abis jalan-jalan seharian. Trus saya minta izin ke suami buat nyebrang ke mall bentar mau ke gramed juga ga diizinin beliau. Kata beliau, besok aja. Jadi deh saya belinya hari senin aja. Langsung dibaca. Selesai hari rabu dan langsung saya tulis resensinya.

Resensinya siap kirim kamis pagi. Saya bergelut dengan internet yang lemoooot. Lambat banget jalannya. Buka yahoo aja susah bukan main. Ada kali 4 jam-an laptop saya nyala hanya buat kirim tuh resensi. Tapi ga saya pelototin juga sih. Saya tinggal-tinggal gitu sembari dia loading. Saya keukeuh pengin ngirim resensi itu hari kamis karena saya ngareeep banget kalau resensinya bisa dimuat hari jum’at atau sabtu. Selama ini kan masa tunggu dari saya kirim resensi sampai dimuat paling cuma 1-2 hari gitu.

Kenapa pengin di 2 hari tersebut resensi saya dimuat? Karena saya masih di Jakarta di dua hari itu. Penginnya kalau dimuat saya mau berburu korannya langsung, jadi bisa lihat penampakan resensi saya yang tercetak di korannya. Selama ini kan saya cuma lihat di webnya doang. Eh, tapi setelah saya cek jum’at dan sabtu bukan resensi saya yang dimuat di sana. Hari sabtu siang, saya udah balik ke Kaltim. Ya sudahlah…. Saya mengikhlaskan. Yang penting udah usaha. 

Eh pas saya cek hari senin ternyata resensi saya dimuat. Alhamdulillah… Tetap senang dunk walau saya udah nggak di Jakarta lagi. Alhamdulillah ini resensi kelima saya di Koran Jakarta. Resensi yang sudah diedit pihak Korjak bisa dilihat di web Korjak di sini. Yang naskah aslinya bisa dilihat di blog Penulis Tangguh di sini

5 thoughts on “[BtS] Resensi Buku Priceless Moment di Koran Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s