[Catatan Perjalanan] Apartemen vs Hotel

Berbeda dengan perjalanan ke Jakarta sebelumnya yang menginap di hotel, kali ini saya dan suami menginap di sebuah apartemen. Kalau dulu saya hanya akan melepas suami pergi kerja dari dalam kamar, kali ini saya harus mengantar suami minimal sampai lobi. Hal itu karena untuk masuk dan keluar apartemen diperlukan kartu akses yang hanya ada satu buah. Jadilah saya mengamati kegiatan pagi penghuni apartemen dalam beraktivitas.

Saya menemukan seorang wanita paruh baya yang asyik menimang bayi lucu di bawah siraman matahari pagi. Di samping wanita itu ada wanita yang lebih muda yang saya tebak adalah babysitter, terlihat dari pakaiannya. Ada seorang pria paruh baya yang duduk di atas motor dengan helm yang masih menempel di kepala, dan satu helm masih tergantung. Saya lumayan sering menemukan bapak tukang ojek ini. Sepertinya beliau memang mangkal di depan apartemen dan sudah punya langganan tetap.

Satu pagi ada dua gadis muda yang saya tebak adalah mahasiswi, terlihat dari buku yang dia bawa, menggunakan jasa bapak tukang ojek itu. Tentu saja ada satu tukang ojek lagi, jadi satu orang membonceng satu. Pagi yang lain, dua gadis muda itu menaiki taksi yang banyak bersileweran di depan apartemen.

Pagi ini saya melihat bapak tukang ojek berbeda yang stand by di depan apartemen. Tak lama, seorang gadis muda yang sepertinya seorang karyawati yang menghampiri bapak tersebut. Si bapak menyerahkan helm dan si gadis muda itu menyerahkan satu bungkusan kecil berlabel nama mini market sembari berkata, “Ini buat bapak.”. Sepertinya roti atau sarapan dalam bentuk lain. Saat si bapak melajukan motornya, gadis muda yang duduk di jok belakang motor menyeruput kopi yang dari tadi tergenggam di tangan kanannya.

Yang paling sering saya temui adalah mereka yang bergegas pergi kemudian berlalu begitu saja. Entah oleh mobil jemputan atau hanya berjalan kaki, dan bisa juga dengan menaiki taksi atau naik ojek. Pemandangan pagi ini jadi hiburan tersendiri buat saya. Setidaknya menemui rutinitas yang berbeda dengan sebelumnya.

Saya mencatat ada beberapa perbedaan antara menginap di hotel dan apartemen. Berikut perbedaannya dilihat dari kelebihan masing-masing.  

Kelebihan Hotel : 

– Ada housekeepingnya. Serasa jadi ratu. Ada yang beresin kamar, ngeganti sprei tiap hari, kamar mandi disikat tiap hari, ditanyain apa ada laundry atau nggak, sampah dibuangin, dll.

– Ada fasilitas sarapan pagi.

– Kunci double. Jadi saya bisa tetap berada di kamar saat suami berangkat atau pulang kerja. 

– Sabun, sampo, sikat gigi, dll diganti tiap hari. Kebutuhan air minum juga ada suplai dari hotel walau tidak mencukupi buat saya yang suka minum banyak. Begitu pun tissue, kopi, teh, gula, dll juga tersedia.

Kelebihan Apartemen : 

– Lebih bersifat tempat tinggal. Jadi, ada dapur, ada jemuran, dan Alhamdulillah di apartemen yang saya tempati ini ada peralatan masak minimalis, peralatan makan minimalis, peralatan buat bersih-bersih ruangan dan kamar mandi yang juga minimalis. Serba minimalis 😀

– Ada kulkas. Hahaha… di hotel kemarin nggak ada kulkas.

– Akses ke mall dekat banget. Nggak perlu naik taksi. Keluar tower apartemen langsung ketemu akses jalan menuju mall. Karena memang satu kawasan. Di Podomoro City ini ada mall Central Park. Ada Gramedia di dalamnya. Rasanya wah banget menemukan Gramedia yang hanya sepelemparan batu dari kamar. Mall Taman Anggrek juga dekat. Jalan dikit (walau gempor juga) udah sampai.

– Ada indomaret, alfamart dan beberapa minimarket lainnya. Jadi kalau ada perlu dan malas ke mall di 2 tempat itu bisa belanja juga. 

– Memungkinkan saya jalan-jalan dan banyak jalan juga. Suka jalan pagi-pagi mengitari kawasan Podomoro City ini. Saya juga merasa banyak jalan dan lebih kurusan. Hahaha…. Dan saya bisa mengamati orang-orang seperti yang saya ceritakan di awal.

Ketika kemarin teman suami yang nanya, lebih enak mana nginap di hotel atau apartemen, saya pun menjawab lebih enak di apartemen. Sebuah jawaban yang saya temukan baru saja. Karena waktu awal-awal saya masih belum bisa menjawab lebih enak mana antara hotel dan apartemen ini. Sekarang saya bilang ke suami, kalau harus dinas ke Jakarta lagi, request nginap di apartemen ini aja. InsyaAllah besok sore sudah pulang kembali ke Kalimantan terdjintah😀

 

12 thoughts on “[Catatan Perjalanan] Apartemen vs Hotel

    • Iya mas Dani. Kalau suami sy sendiri sy jg lebih nyuruh dia di hotel aja. Jd pulang kerja kamar dah rapi. Ga perlu mikir sarapan juga. Ini karena dia bawa istri jadi ada inemnya. Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s