[Catatan Perjalanan] Jakarta Lagi

Dalam setiap perjalanan kita harus siap dengan hal-hal yang sesuai dengan keinginan kita atau pun yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. 

Saat saya memutuskan dan diputuskan ikut lagi mengikuti langkah suami ke Jakarta, saya sudah membayangkan situasinya nggak akan jauh beda dengan perjalanan sebelumnya sebulan kemarin. Namun, di detik-detik terakhir keputusan itu diambil, saya baru tau kalau ternyata tempat yang akan kami tempati tidak lagi di Hotel Mega Anggrek seperti sebelumnya, tapi di sebuah apartemen di Central Park, Podomoro City. Saya belum pernah ke sana sebelumnya, walaupun Central Park bersebelahan dengan Mall Taman Anggrek yang beberapa kali kami datangi sebulan lalu.

Selasa pagi saat tiba di Jakarta, tidak ada yang menjemput. Jadi, saya dan suami naik taksi dengan tujuan kantor suami. Sampai di sana saya diserahkan kunci apartemen dan pergi sendiri menuju apartemen itu, sementara suami harus bergegas untuk pergi ke tempat meeting bersama rekan kerjanya. Saya naik taksi ke Central Park. Ketika sopir taksinya nanya turun di mana, saya kebingungan menjawabnya karena belum pernah sama sekali. Akhirnya saya minta turunkan di depan mall. Saat itu waktu belum jam 10, mall belum buka. Saya berputar sebentar di depan mall sebelum akhirnya nanya ke sekuriti di mana apartemen berada. 

Percakapan saya (S) dan Sekuriti (SR)

S : Maaf Pak, apartemennya di mana ya?

SR : Apartemen apa, Mbak? 

S : (buru-buru nengok kunci yang saya bawa) Mediterania, Pak.

SR : Mediterania 1 atau 2? 

S : (Glek! Tidak ada tulisan Mediterania 1 atau 2 di kunci yang saya bawa. Akhirnya nanya begini) Mediterania 1 di mana? Mediterania 2 di mana?

SR : Mediterania 1 itu di sana, Mediterania 2 di sana (Menunjuk ke arah yang nyaris sama)

S : (Pasang tampang bingung)

SR : Mbaknya ke sana aja. Nanti tanya lagi ke sekuriti yang ada di sana. 

S : (Ide bagus) Makasih, Pak.

Akhirnya saya menyebrang deh menuju arah yang ditunjukkan Pak Sekuriti itu. Dan ketika saya melangkah di sebuah gedung. Tuing. Tulisan di satu lobi persis dengan apa yang tertulis di kunci yang saya bawa. Royal Medetarania Garden Lavender. Akhirnya saya nanya deh ke sana. Ternyata benar letak apartemen yang saya tuju ada di tempat itu.

Saya juga minta bantuan Mbak Resepsionisnya untuk membaca kode-kode yang ada di kunci yang saya bawa. Mbak Resepsionisnya menyebutkan lantai berapa dan nomor unit yang harus saya tuju, juga menunjukkan arah ke tempat lift berada. Ketika saya mau membuka pintu kaca yang ditunjukkan Mbak Resepsionis, pintu itu tidak bisa dibuka, ternyata untuk membukanya kita perlu kartu akses. Kartu yang saya kira tadi adalah kunci unit. Ternyata itu adalah kartu akses buat masuk, buat mencet tombol lift, dll. Kalau kunci unit ya seperti kunci rumah biasa. Kunci unit juga sudah di tangan saya saat itu. 

Sampai di depan unit, saya kaget dengan situasinya yang berantakan dan penuh debu. Kamar mandi juga kotor sekali dan yang mengejutkan saya, air tidak mengalir. Kyaaa…. Saya merasa mati gaya. Ini sungguh di luar bayangan saya. Saya sih mikirnya bakal menemui kondisi seperti di hotel, di mana saya akan disambut dengan kamar yang rapi jali dan tinggal rebahan di tempat tidur untuk melepas kepenatan. Sesuai saran suami, yang saya curhati habis-habisan tentang kondisi apartemen itu, saya pun turun kembali ke resepsionis dan bertanya kenapa air tidak mengalir. 

image

View dari balkon kamar saat malam

Setelah mbak resepsionisnya bertanya beberapa hal ke saya, yang saya jawab banyak nggak tahunya karena memang nggak tau info apa-apa, cuman diserahkan kunci doang. Mana saya tahu tagihan sudah dibayar atau nggak buat apartemen itu. Hihihi…

Akhirnya mbak resepsionis menelpon beberapa pihak dan kemudian memastikan kalau memang tidak ada tunggakan apa-apa terkait unit yang akan saya tempati. Saya diminta menunggu di atas dan nanti akan ada petugas yang datang. Tak lama setelah saya sampai kembali di kamar, petugas yang dimaksud pun datang. Hanya perlu satu menit sepertinya buat menekan tombol di luar unit dan tradaaaa air pun sudah mengalir dengan lancar dan deras. Saya pun bisa berkreasi. Berkreasi jadi inem buat nyapu, ngepel, nyikat kamar mandi, dll. Geser sofa dan meja dan akhirnya apartemen itu jadi layak untuk ditempati. Alhamdulillah…

Saya belum ngeh kalau apartemen yang saya tempati ini bukan Mediterania 1 atau 2, tapi Royal Mediterania. Jadinya waktu suami pas waktu pulang kantor nanya, di mana letak apartemen itu dengan pedenya saya jawab Mediterania 1. Jadi deh dia salah diantar sopir taksi ke Mediterania 1. Hihihi…. Maaf yaaa….

 

image

Podomoro City

10 thoughts on “[Catatan Perjalanan] Jakarta Lagi

  1. Yantiiiii…
    baru mau nanya apakah sekarang pindah ke Jakarta?

    Iya lho, kupikir apartemen itu kayak hotel…
    Apakah gak bisa telfon room service nya aja suruh mereka yang mberesin Yan?
    Males aja gitu, dirumah suka beberes, apartemen orang pun diberesin pulak…hihihi…

    *emang dasarnya pemalas*…hihihi…

    • Sementara aja Bi. Rabu besok insyaAllah dah pulang. Ga adahome service nya Bi. Waktu nanya home service eh sy disuruh cari asisten rumah tangga aja. Hihihi… padahal emang malas banget bersih2🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s