Kerak Telor di Istiqlal

Sebagai penyuka kuliner, setiap bertandang ke daerah baru tentu saja saya harus menyempatkan diri untuk berwisata kuliner di daerah tersebut. Begitu pun dengan ke Jakarta kemarin. Namun, karena datang pada saat Ramadan, saya jadi tak bisa terlalu leluasa untuk berwiskul ria.

Untuk sahur sudah tersedia di hotel. Pertama kali mencari makan buat buka puasa saya dan suami pergi ke mall taman anggrek, ujung-ujungnya malah makan di tempat makan yang juga ada cabangnya di Balikpapan. Sensasi wiskulnya nggak dapat dunk.

Maka ketika suami mengajak ke Istiqlal, saya bersemangat sekali dan berharap bisa memuaskan hasrat wiskul saya. Dan rasanya pengin jejingkrakan melihat banyak yang jual jajanan rakyat di seputaran Istiqlal. Beberapa hari makan fastfood bikin saya kangen masakan kampung.

Yang menjadi tujuan utama saya adalah kerak telor. Pengin ngerasain kuliner khas betawi itu di tempat asalnya langsung. Selama ini saya makan kerak telor yang dijual di pasar malam di daerah saya aja. Alhamdulillah, setelah tarawih ternyata ada beberapa penjual kerak telor. Saya dan suami langsung menghampiri bapak separuh baya yang menjual kerak telor. Langsung mesan dengan telur bebek karena saya memang lebih suka telur bebek daripada telur ayam.

image

Ada perbedaan harga yang disebutkan si bapak penjual. Katanya untuk telur bebek 18 ribu, untuk telur ayam 15 ribu. Tapi ujung-ujungnya saya malah dikasih harga 16 ribu aja. Dan untuk pembelian selanjutnya malah harganya 15 ribu aja

image

Bahan Kerak Telor

image

Eksis Dulu, Mas😀

image

Kerak Telor dalam proses pemasakan

Kerak telor ini kalau tidak salah adalah beras ketan yang dipanggang di wajan di atas bara api. Saya melihat si bapak memasukkan 1 atau 2 sendok beras ke dalam wajan, kemudian mencampurnya dengan sedikit air.

Setelah itu telur dicemplungkan ke sana kemudian dikasih semacam serundeng. Diaduk rata, dipipihkan hingga tipis dan kemudian dimatangkan di atas bara api yang terus dikipasi si bapak agar menyala sempurna. Setelah beberapa saat, kerak telur itu juga dibalik agar permukaan depannya juga matang.

image

Setelah matang, kerak telur dikasih bawang goreng dan serundeng. Enaaak banget. Apalagi ada rasa pedas-pedas gitu di serundengnya.

image

Enak Bingit

Saya juga bertanya kepada bapak penjual kerak telor itu di mana beliau mangkal kalau bukan ramadan? Kata beliau ya di sekitaran Istiqlal ini aja. Siapa tau pasca ramadan suami ditugasin ke Jakarta lagi, pengin cari kerak telor si bapak yang maknyus itu

14 thoughts on “Kerak Telor di Istiqlal

  1. Ry says:

    Salah satu jajanan enak di Jakarta adalah “kerak telor”. Enaaaaaak bingits, apalagi pas lagi dimasaknya. Harumnya menggoda …. Di BDG juga banyak yg jual sih tapi rasanya beda. Tetep enakan yg di tempat aslinya.

    **Mbak Noni penasaran nih ye🙂

    • Nah iya, Ry. Di kampungku juga ada yg jualan kalau pasar malam, tapi beda euy dengan yg di Jakarta. Lebih nendang gitu. Aku penasaran sama kuliner2 Bandung. Banyak banget kyknavyg mesti dicoba kalau di Bandung ya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s