Hotel Mega Anggrek

Ketika diajak suami untuk ikut dia yang akan ditugaskan di kantor pusat di Jakarta, pertanyaan pertama dalam benak saya adalah “Nginap di mana?” Saat nama hotel Mega Anggrek disebutkan, saya pun langsung googling tentang hotel tersebut. Mendapati banyak review bagus terhadap hotel tersebut, saya akhirnya setuju untuk ikut suami dan membatalkan niatan mudik duluan ke kampung halaman saya.

Sebenarnya agak ketar ketir juga terkait hotel, meskipun hotel berbintang. Ini terkait dengan pengalaman saya menginap di salah satu hotel berbintang di Jakarta beberapa tahun silam. Hotelnya besar, terlihat banyak kamar, tapi sepi sekali. Saya lihat banyak kamar yang lampunya padam, tidak ada tamu di dalamnya. Dan saya juga merasa agak horor menginap di sana. Dan itulah yang saya khawatirkan, bagaimana kalau hotel yang akan saya dan suami tempati juga seperti itu? Apalagi saya akan menghabiskan banyak waktu di sana sementara suami kerja.

Tapi Alhamdulillah, apa yang saya khawatirkan tidak terjadi. Hotel Mega Anggrek nyaman untuk ditempati. Dan suasananya juga lumayan ramai. Tidak sepi dan tidak horor. Kamar yang saya tempati berada persis di depan lift, jadi sering juga mendengar denting suara lift ketika dibuka. Saya sama sekali tidak terganggu dengan suara denting itu. Malah senang karena berarti ada orang yang lalu lalang😀

Kamar yang saya tempati sudah dibooking pihak perusahaan suami. Jadi ya dapat kamar paling murah. Hahaha…. Saya sempat ngintip harga per malamnya, sekitar 490 ribu dengan fasilitas sarapan pagi. Kamarnya sih standar ya. Yang tidak ada adalah kulkas, tapi tidak terlalu masalah juga. Walaupun saya merindukan keberadaannya. Tapi ada teko electric jadi bisa merebus air buat bikin kopi buat suami😀

image

Interior kamar. Sudah berantakan dengan barang-barang saya

image

Interior kamar

Karena saat saya menginap di sana adalah bulan ramadan, jadi untuk sarapan paginya bisa digantikan dengan sahur. Sahur tersedia dari jam 2 pagi sampai selesai. Saya biasa turun buat makan sahur antara jam 3 sampai jam 4. Dan lumayan banyak tamu hotel yang sahur di jam tersebut. 

Menu sahurnya terdiri dari nasi putih, mie / bihun goreng, lauk ayam, lauk ikan, sayuran dalam bentuk tumis-tumisan, sayur atau lauk berkuah seperti soto dan sup. Juga tak ketinggalan buah-buahan, cemilan kecil dan minuman seperti jus, air putih, kopi dan teh. Berdasarkan pengamatan saya menu sahurnya lebih sederhana dibanding menu sarapannya. Kalau saya lewat pagi di resto hotel itu, ngintip menu sarapan ada bubur ayam, gado-gado dan roti bakar yang tersaji. Di sahur, beberapa item itu tidak tersedia.

Ketika saya bercerita ke suami kalau menu sahur di sana itu-itu saja, suami saya bilang jelas saja saya sudah merasa bosan, karena 11 hari di sana, bukan cuma 1-2 hari saja. Saya pikir benar juga. Toh ketika di awal menginap saya merasa menu sahurnya sangat lezat. 

Housekeeping datang setiap hari. Tapi waktunya tidak menentu. Pernah datang jam 10 pagi tapi pernah juga jam 1 siang. Waktu housekeeping membersihkan dan merapikan kamar sekitar 15 menit. 

image

View dari kamar

image

image

Letak Hotel Mega ANggrek dekat dengan Mall Taman Anggrek. Untuk ke Mall Taman Anggrek bisa menggunakan taksi. Taksi blue bird yang nongkrong di mall itu. Jika tidak ada yang nongkrong bisa minta petugas hotel manggilin taksi. Hotel Taman Anggrek ini letaknya di samping tol. Oya, untuk ke Mall Taman Anggrek kalau jalanan lancar jaya argo tidak berubah dari posisi saat kita buka pintu. 7 ribu rupiah untuk bluebird. Artinya mallnya emang dekat banget dengan hotel.

Tidak ada mesjid yang dekat banget dengan hotel. Tapi kata resepsionisnya di gedung Pusri yang dekat hotel tiap hari jum’at ada shalat jum’at di sana. Ada juga mesjid di dalam kompleks Golkar yang ada dekat hotel itu. Tapi letaknya nggak terlalu dekat juga sih. Apalagi kompleksnya itu pintu gerbangnya ditutup jadi nggak bisa kendaraan masuk sesukanya. Kalau jalan kaki sih masih bisa. Untuk ke mesjid pun jika mengambil jalan pintas akan melewati tempat pembuangan sampah dan tempat buat naruh kuda gitu. Jadi, hati-hati dengan pakaian karena banyak kotoran di jalan tersebut.

Dekat gedung Pusri ada warteg dan warung yang jual es kelapa muda. Sangat membantu sekali saat saya kangen masakan rumahan waktu ramadan kemarin. Bosan makan fastfood melulu di mall. Selain nggak ramah buat kantong juga kalau ngemall mulu. Hihihi…. Di hotel cuma disediakan sahur saja. 

Apalagi ya? Itu saja deh pengalaman saya menginap 11 hari di hotel Mega Anggrek. Mungkin bakalan ke sana lagi karena hotel itu yang letaknya paling dekat dengan kantor pusat perusahaan suami bekerja sekarang, kalau suami ditugaskan ke Jakarta lagi😀

18 thoughts on “Hotel Mega Anggrek

  1. wah enak tuh tugas ditemani istri. Tapi berarti emang dibolehkan gitu yah? Biaya all ditanggung perush kan? Enaaaaak buanget dah.
    oh ya, maaf lahir batin yah… *telat

    • Nggak, Mbak. Biaya yang ditanggung perusahaan cuma suami doang. Saya mah bayar sendiri buat tiket. Tapi karena satu kamar hotel buat suami sendiri makanya jadi ikutan. Dibolehin perusahaan karena emang tiket bayar sendiri😀

      Maaf lahir batin juga, Mbak😀

    • iya ya, Mbak Noni. Padahal sy juga sahur makannya dikit, tapi setelah seminggu lebih mulai pengin macam-macam. Gado-gado lah, bubur lah. Jadi menatap iri gitu ke menu sarapan. Hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s