10 Hari di Jakarta

Sebagian orang tidak terlalu suka berpergian saat di bulan Ramadan.
Saya? Sama. Nggak terlalu suka juga. Enakan di rumah dan tidak ke mana-mana.
Suami? Idem dengan saya😀

Karena itulah saya dan suami merencanakan bepergiannya kami nanti hanya sesaat menjelang lebaran. Sewaktu mau mudik saja. Paling tidak kami ke Balikpapan yang menempuh 90 km perjalanan dari tempat kami tinggal sewaktu Pilpres aja. Selebihnya ya tetap tinggal di Handil Kecamatan Muara Jawa saja.

Pada akhirnya, saya dan suami malah ke Balikpapan sehari sebelum pilpres karena suami harus mengurus KTPnya. Setelah nyoblos esok paginya langsung kembali ke Handil. Setelahnya kami merencanakan untuk melalui detik-detik Ramadan di Handil saja.

Manusia hanya bisa berencana, Allah Maha Penentu segala.

Jum’at siang kemarin bbm dari suami masuk mengabarkan kalau ada kemungkinan dia bakal ditugaskan ke Jakarta. Kalau hari di luar Ramadan tentu saya akan menerima kabar itu dengan suka cita. Tapi, ini Ramadan. Saya galau deh mikirannya. Tapi kata suami itu baru kemungkinan, masih ada ketidakmungkinannya. Malamnya saya berdiskusi dengan suami dan sampai pada keputusan akan melobi kantor agar tidak usah ke Jakarta saja.

Baiklah… Saya pun berhenti galau.

Esok paginya? Tiket PP buat suami sudah tersedia. Begitu juga dengan hotel sudah dipesan atas nama suami. Hadeeeh…. Saya pun kembali disapu galau. Pengin tetap tinggal di Handil? Duh, saya belum pernah melewatkan satu malam pun tanpa suami di Handil. Ogah deh ditinggal sendiri.

Mudik saja? Seperti biasa kalau suami sedang di offshore. Namun, mudik di waktu sekarang nanggung banget. Karena kami sudah memesan tiket mudik. Males harus reschedule tiket, dll. Mana sudah beli tiket dengan harga yang nggak wajar (baca : mahal)

“Ikut aja.” BBM suami ke sekian. Pikiran saya tidak langsung setuju. Saya memilih untuk mudik saja. Ngapain juga saya di Jakarta dan cuma di hotel doang sementara suami kerja? Tapi, sekali lagi suami mengajak saya. “Ikut aja.” Kata dia lagi.

Saya googling hotel tempat suami menginap. Hemm, kayakna oke juga nih hotel. Lokasinya katanya dekat dengan mall. Oke, kalau bosan bisa ngemall. Dan akhirnya saya memutuskan setuju. Ikut mengiringi langkah suami ke Jakarta. Walau kemungkinannya saya hanya akan berada di kamar hotel doang. Pindah tempat bobo aja kata saya kepada teman-teman di grup.

Dan jadilah akhirnya senin pagi saya dan suami terbang menuju Jakarta. Rencana awal kami akan kembali ke Balikpapan pada hari sabtu. Tapi hari ini rencana itu berubah, masa kerja suami di sini diperpanjang sampai kamis depannya lagi. Oh, baiklah. Mari kita nikmati saja. Walau saya lebih suka di kampung😀

4 thoughts on “10 Hari di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s