‘Lari, Rheina!’ di Kompas Anak

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Ramadan tahun ini lebih baik dari Ramadan tahun kemarin. Aamiin…

Saya ikut yang memulai hari pertamanya hari ini, Ahad, 29 Juni 2014. Berhubung hari pertama Ramadan adalah hari ahad, jadi suami tidak bekerja hari ini dan di rumah saja. Sebenarnya sih pengin menganggap hari ini biasa saja dan sama dengan hari-hari lainnya. Tapi, satu kabar yang saya terima pagi ini membuat tetiba hari ini menjadi tak biasa lagi.

Pagi tadi begitu terjaga dari tidur cantik saya, Hihihi, saya mendapati notif di FB saya yang mengabarkan kalau cerpen anak saya dimuat di Kompas Anak. Whuaaa… Saya langsung melek, nyawa saya langsung spontan terkumpul dan heboh sendiri membangunkan suami, meminta dia mengucapkan selamat buat saya. Hahaha… Maksa bener :p

Ini benar-benar kejutan dan kado manis yang luar biasa buat saya. Bayangkan saja, ada 365 hari di tahun ini, ada 52 kali hari minggu (CMIIW) dan Allah memilihkan hari ini cerpen itu dimuat di Kompas Anak. Alhamdulillah… Di satu tanggal yang paling sering saya tulis sepanjang hidup. Di tanggal yang tercantum di beragam kartu identitas saya. Di tanggal saya dilahirkan di dunia 17 tahun (lebih dikit) yang lalu. Di tanggal yang sama dua tahun yang lalu saya juga dipersunting oleh seorang pria baik hati yang jadi korban kehebohan saya hari ini. Hihihihi….

Foto dari Mbak Haya Aliya Zaki, makasih ya, Mbak <3

Foto dari Mbak Haya Aliya Zaki, makasih ya, Mbak❤

‘Lari, Rheina’ adalah cerpen anak hasil dari kelas belajar di kelas Penulis Tangguh bersama Mbak Nurhayati Pujiastuti. Ini adalah cerpen pertama yang saya hasilkan di kelas itu lewat arahan dan bimbingan Mbak Nurhayati. Saya kirimkan ke Kompas Anak begitu Mbak Nur bilang langsung kirim. Barusan saya cek tanggal pengiriman ada di tanggal 10 Oktober 2013. Lama sekali cerpen ini tidak ada kabar, walau intuisi saya mengatakan kayakna bakalan dimuat deh cerpen ini. Intuisi atau ngarep ya? Nggak tau deh :p

Oke, mari kita sebut ngarep saja. Ada beberapa hal yang membuat saya masih ngarep ‘Lari, Rheina!’ dimuat.

Pertama, saya mendapat surat penolakan untuk cerpen yang saya kirim dari Kompas. Tadinya saya pikir ‘Lari, Rheina!’ ini yang ditolak. Ternyata yang ditolak adalah Candy Crush. Saya mengirimkan ‘Lari, Rheina!’ lebih dulu dari ‘Candy Crush’. Tadinya saya berpikir Candy Crush yang bakal dimuat. Soalna beberapa saat setelah saya mengirim Candy Crush, saya mendapat email balasan agar saya melengkapi data diri saya. Termasuk yang diminta adalah nomor rekening. Kembang kempis dunk hati saya mendapat balasan seperti itu. Saya kirimkan biodata diri  saya dan eaaa ternyata cerpennya ditolak. Berhubung ‘Lari, Rheina!’ belum ada surat penolakan jadi saya masih ngarep ini bakalan dimuat.

Kedua, saya mendengar dari beberapa orang yang cerpennya dimuat di Kompas Anak kalau masa tunggu kurleb 10 bulan. Kalau hitungan 10 bulan, jadi ya saatnya ya bulan-bulan ini ‘Lari, Rheina!’ dimuat. Dan karena ada momen Piala Dunia dan cerpen saya itu ada aroma-aroma bolanya dikit jadi saya ngarepnya bakalan dimuat mungkin waktu momen Piala Dunia kali ini. Saya membeli koran Kompas minggu kemarin, dan mikir mungkin ada tulisan saya, ternyata tidak ada. Hihihi…

Dan hari ini saya beneran nggak kepikiran kalau bakal dimuat. Soalna kan hari pertama Ramadan, jadi saya pikir yang dimuat kayakna yang berhubungan dengan Ramadan. Tapi saya salah. Dan ternyata cerpen saya dimuat hari ini. Alhamdulillah….

Dudududu… Panjang bener sih curhatan saya ini. Baiklah, yang mau baca ‘Lari, Rheina!’ saya sertakan cerpennya di bawah😀

Lari, Rheina!

Oleh : Hairi Yanti

 

“Kemarin aku mencetak dua gol,” Niki berkata sambil melirik Rheina di sampingnya. Niki tersenyum senang melihat wajah Rheina yang cemberut.

 

“Sepak bola itu menyenangkan, Rheina,” ujarnya lagi. Niki memang paling tahu bagaimana membuat adiknya kesal. Rheina selalu ingin ikut bermain sepak bola. Tapi Niki dan teman-temannya tidak pernah mengizinkan dia bermain serta.

 

“Aku bisa berlari lebih cepat dari kakak,” sungut Rheina yang membuat Niki tertawa. Rheina ingat ketika berlomba lari dengan kakaknya, ayahnya selalu bilang kalau Rheina setinggi kakaknya pasti akan bisa lari lebih baik dari Niki.

 

“Apa artinya berlari tanpa menggiring bola. Kalau sepakbola itu perpaduan semuanya. Larinya ada, kerja samanya ada dan yang tak tergantikan itu perasaan senang ketika gol,” jawab Niki. Rheina memasang wajah kesal di depan kakaknya yang membuat kakaknya tersenyum puas.

 

***

 

Hari ini Rheina senang sekali karena ayah akan mengajaknya main bola di halaman belakang rumah mereka. Ada dua buah batu yang ditaruh di sisi kiri dan kanan sebagai penanda jarak antara dua buah batu itu adalah gawang.

 

“Ayo, Rheina, tendang bolanya,” ayah memberi semangat. Rheina pun menendang bola ke arah gawang, tapi tendangan Rheina meleset. Sementara tendangan Niki selalu berhasil. Saat Rheina menggiring bola, Niki juga bisa dengan mudah mengambil bola dari kaki Rheina. Rheina pun jadi tak bersemangat lagi main bola.

 

“Ini karena aku nggak pernah main bola, jadi kak Niki lebih jago main bolanya,” sungut Rheina dengan wajah kesal malam harinya.

 

“Tapi Rheina kan larinya lebih bagus. Waktu finish, jarak antara Rheina dan Kak Niki nggak jauh. Padahal kak Niki lebih tinggi dari Rheina,” kata ayah menghibur Rheina. Sore tadi Rheina dan kak Niki memang sempat lomba lari juga.

 

“Rheina nanti latihan lari aja, ya.” Ayah menepuk pundak Rheina dengan lembut. Rheina menggeleng. Dia mau main bola. Bukan lari.

 

***

 

“Ayo, Rheina! Lari!” Niki bersorak di pinggir lapangan. Memberikan semangat buat Rheina yang hari ini mengikuti lomba lari di sekolah. Siapa yang menang akan mewakili sekolah buat perlombaan di tingkat kabupaten. Niki sudah terpilih masuk menjadi tim inti sepakbola sekolah. Karena tidak ada tim wanita, jadi wali kelas mereka menyarankan Rheina ikut lomba lari.

 

“Bersedia! Siap! Ya!” Rheina membawa tubuhnya berlari sekencang-kencangnya. Nafasnya memburu. Keringat pun mulai membasahi tubuhnya. Tidak ada teman yang mendahuluinya, artinya Rheina masih memimpin. Tapi beberapa detik kemudian, Rheina kaget. Ada sekelabat tubuh yang melewati dirinya.

 

“Erggh… Ada yang mendahuluiku,” Rheina membatin. Rheina berusaha mempercepat larinya. Tapi, garis finish sudah di depan mata. Rheina terduduk di rerumputan begitu sampai di garis finish.

 

“Dan yang jadi pemenang lomba lari adalah… “ Pak Anto, Guru Olahraga mengumumkan. “Alda!” Kata Pak Anto dengan suara lantang. Mata Rheina terlihat berkaca-kaca.

 

“Aduh.” Rheina memekik pelan. Rupanya ada semut merah yang menggigit lengannya.

 

“Kenapa?” Niki sudah ada di depan Rheina..

 

“Ada semut, Kak. Aku digigitnya. Sakit.” Rheina bercerita sambil terisak. Kekalahan di lomba lari dan sengatan semut merah membuat Rheina tidak bisa menahan tangisnya.

 

“Kita ke UKS, ya. Cari minyak kayu putih buat mengolesi yang disengat semut tadi,” ajak Niki. Rheina mengganguk. Dibantu Niki, Rheina berdiri dari duduknya. Niki menggandeng tangan adiknya.

 

“Tadi Rheina larinya sudah bagus. Tapi setelah start Rheina larinya terlalu kencang. Jadi ngos-ngosan di tengah. Kecepatan Rheina jadi berkurang. Makanya Alda bisa menyalip Rheina,” Niki berkata sambil menepuk-nepuk pundak Rheina pelan. Rheina mengganguk setuju. Kakaknya mengatakan hal yang benar.

 

“Tapi Rheina jangan menyerah. Kan masih ada tahun depan. Kak Niki juga baru tahun ini bisa ikut serta mewakili sekolah di pertandingan bola.”

 

Rheina tersenyum ke arah kak Niki. Rheina menyadari kalau ternyata kakaknya tidak terlalu menyebalkan, justru sangat sayang padanya.

 

***

12 thoughts on “‘Lari, Rheina!’ di Kompas Anak

  1. Alhamdulillah, cernaknya bagus jadi memang layak muat. Selamat, ya. Angkat topi.
    Selamat milad juga. Hari yang indah.🙂
    Semoga kian bersemangat. Bisa belajar dari cernak Mak Hairi Yanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s