Cerita Bersambung Blogger : Sekejap CLBK

Sebelumnya saya mau minta maaf karena lama sekali cerita ini berada di tangan saya. Mau berdalih dulu… Hehehe… Postingan ka Antung saya terima hari minggu, saat itu saya masih di Balikpapan. Dan begitu sampai di Handil, tempat saya bermukim, selain beres-beres rumah yang ditinggalkan sebulan lebih, saya juga perlu waktu beradaptasi buat nulis lagi. Alasaaaaan aja :p

Baiklah, program ini namanya  Cerita Bersambung Blogger, yang punya syarat dan ketentuan sebagai berikut :

  1. Meneruskan cerita bersambung dari blogger sebelumnya dengan panjang cerita minimal 100 kata (Lanjutan cerita bebas baik dari segi plot dan alur cerita, dll);
  2. Point of view atau sudut pandang cerita menggunakan sudut pandang orang pertama, seolah-olah penulis/pembaca menjadi tokoh utama di dalam cerita;
  3. Berikan Judul artikel cerita dengan format, Cerita Bersambung Blogger : Judul Cerita;
  4. Pada akhir cerita cantumkan cerita sebelumnya  dengan format, Cerita Sebelumnya : Judul cerita oleh Nama Blogger dan sertakan pula link judul cerita ke artikel cerita dan nama blogger ke URL Blog;
  5. Setelah selesai menulis cerita, pilih satu teman blogger untuk meneruskan cerita selanjutnya dan beri link URL blog temanmu;

Yuk, bikin cerita ini lebih berwarna. Jangan berhenti di kamu ya…

***

Sekejap CLBK

Baru saja aku beranjak dari tempat dudukku, gerakanku terhenti karena pintu kamar yang terbuka. Seraut wajah manis menyembul dari balik pintu.

“Pak,” pandangannya tertuju pada pak Bahri setelah menganggukkan kepalanya padaku.

“Ini baju ganti buat Arya.” Nina, aku mengenal nama gadis yang meletakkan 2 lembar pakaian di atas meja kecil di sudut kamar. Nina berlalu keluar kamar diikuti pandanganku yang tak lepas menatap langkahnya. Tiba-tiba saja teringat kata-kata Bowo temanku waktu SMA dulu. “Ar, kalau kamu mau cepat sembuh dari patah hati, carilah pengganti.” Aku tersenyum simpul.

Nina, gadis itu pernah begitu kupuja pada zaman sekolah dulu. Tapi, aku tak pernah cukup berani menyampaikan apa isi hatiku. Setiap berada di dekatnya lidahku selalu terasa kelu. Tak bisa berucap satu patah kata pun. Kenapa sekarang aku tidak mencoba mendekati Nina lagi. Aku sungguh tak bisa menahan senyum di wajahku. Aku bukan mudah jatuh cinta. Dengan Nina, aku hanya perlu mencuatkan kembali nama itu yang sebelumnya terkikis oleh sosok Yulia.

“Nina sudah menikah.” Aku terperanjat. Suara pak Bahri membuyarkan lamunanku, seketika ada yang mencelos di hatiku. Aku tersenyum masam. Dikhianati kekasih, sekejap mengalami CLBK kemudian mengetahui cinta lama itu ternyata sudah menikah. Adakah yang lebih nelangsa dari aku di dunia ini?

“Suami Nina pergi bersama wanita lain saat Nina hamil 3 bulan.” Kembali aku tersentak mendengarnya. Pak Bahri menghela napas.

“Kandungan Nina juga akhirnya tidak bisa dipertahankan.” Aku teringat lagi pertanyaan yang bergelayut di pikiranku tadi. Adakah yang lebih nelangsa dari aku di dunia ini?

***

Cerita Sebelumnya : Sepotong Kenangan oleh Antung Apriana

Cerita selanjutnya akan dilanjutkan oleh kak Fitri Gita Cinta

7 thoughts on “Cerita Bersambung Blogger : Sekejap CLBK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s