Welcome June, Goodbye LDR

Itu status di BBM yang saya tulis ketika menunggu jemputan datang di depan rumah. Pagi 1 Juni, saya berangkat ikut keluarga Om saya ke Banjarmasin, menginap satu malam di Banjarbaru, kemudian 2 Juni malam saya menuju Balikpapan.

Perjalanan kali ini beda, karena akan mengakhiri episode LDR berseri-seri yang saya dan suami lakoni sejak pertengahan Oktober tahun kemarin. Masih teringat dengan jelas saat pagi Idul Adha saya meninggalkan Balikpapan, sendiri tanpa suami. Karena beberapa hari setelahnya suami akan memulai kerjanya di sebuah project lepas pantai. Saya boleh ikut? Nggak. Kalau boleh akan saya ikutin terus laki-laki terkasih itu. Muehehehe….

Bagian dari pekerjaan suami. Saya juga nggak ngerti apaan itu :p

Bagian dari pekerjaan suami. Saya juga nggak ngerti apaan itu :p

Dalam pekerjaan suami saya itu, biasanya satu bulan bekerja, beliau akan mengambil off satu minggu. Tapi, ada kalanya beliau juga tetap stand by di daratan. Jika beliau sedang tidak berada di tengah lautan itulah, kesempatan saya dan suami ketemu. Beberapa kali saya yang mendatangi suami ke Kaltim, sekali suami yang mendatangi saya ke Kalsel.

Yup, ketika suami bertugas saya akan pulang ke rumah orangtua saya di Barabai, Kalsel. Di antar suami di bandara Sepinggan, kemudian dijemput kakak saya di bandara Syamsuddin Noor. Melihat saya yang wara wiri di kampung halaman tanpa ada terlihat suami saya, tentu saja akan menjadi pertanyaan orang-orang. Entah sudah berapa juta manusia yang bertanya (lebay deh).

Jika memungkinkan, saya akan menjelaskan kenapa saya berada di rumah ortu dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa suami. Sebuah penjelasan yang terkadang lumayan rumit, mengingat pekerjaan suami saya bukan sebuah pekerjaan yg populer di masyarakat daerah saya.

barge 3

“Suami lagi kerja di laut.” Biasanya begitu saya menyebut singkat pekerjaan suami. Dan dapat dipastikan saya akan mendapat pertanyaan tambahan.

“Kerja apa di laut?”

“Suaminya ABK?”

“Nyopir kapal ya?”

Dan beberapa pertanyaan lain. Dan saya pun sering bingung menjelaskan pekerjaan suami. Seorang teman malah meminta saya untuk menunjukkan pada saya foto tempat kerja suami. Saya tunjukin deh ke dia dan baru dia sedikit bisa membayangkan tempat suami tinggal di atas air itu.

 

Ini foto diambil waktu suami pulang

Ini foto diambil waktu suami pulang

Selalu pulang saat suami dinas juga dipertanyakan oleh tetangga dan keluarga suami. Kenapa nggak tetap tinggal di Handil aja atau tinggal di rumah mertua di Balikpapan daripada pulang pergi Barabai-Balikpapan? Untuk menjawab pertanyaan ini biasanya saya akan bilang kalau saat suami bertugas inilah kesempatan saya buat bisa berkumpul dengan orang tua. Lagian suami juga lebih tenang dengan ‘menitipkan’ saya di rumah ortu. Ketimbang sendirian aja di rumah

Tinggal di rumah mertua juga sama dengan saya tinggal sendiri, karena rumah mertua kebanyakan kosongnya. Kalau bapak mertua lagi datang juga sering nginap di rumah ibu mertua saya yang baru😀

Dan kesimpulan saya di LDR pertama waktu awal menikah dulu ataupun LDR berseri-seri ini tetap sama kalau tempat terbaik bagi seorang istri adalah di sisi suaminya. Semoga yang sedang menjalani LDR bisa dimudahkan untuk berkumpul kembali.

 

11 thoughts on “Welcome June, Goodbye LDR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s