Mei 2014 adalah Bulan Buku

Saya mencanangkan Mei 2014 adalah bulan buku. Hahaha… Mencanangkan sendiri kok, tidak bekerja sama dengan lembaga apa pun. Kenapa keputusan mencanangkan mei sebagai bulan buku itu muncul? Berikut saya ceritakan sejarahnya. *Kayak orang penting aja elo, Yan? :p*

Semenjak pertengahan Oktober 2013, saya dan suami menjalani episode LDR dikarenakan suami menjalani pekerjaannya di proyek lepas pantai yang tidak memungkinkan saya untuk ikut serta ke sana. Padahal saya pengin ikut, kan lumayan buat foto-foto buat dipajang di instagram atau blog :p

Selama suami di tengah lautan sana, saya pun selalu mudik ke rumah ortu. Kadang kalau suami off, saya yang menyusul beliau ke Kaltim. Atau pernah suami sementara kerjanya di daratan, saya pun pulang juga ke rumah kontrakan kami. Pernah juga saat suami off, beliau yang mendatangi saya ke rumah mertuanya alias ortu saya.

Pekerjaan suami di proyek lepas pantai kali ini dijadwalkan akan berakhir akhir mei ini. Dan selanjutnya kembali menjalani pekerjaan beliau di kantor di daratan, bukan di lautan lagi. Bisa kumpul lagi dengan istrinya ini🙂

Nah, periode dari Oktober 2013 sampai sekarang itu, saya tetiba menjadi penimbun buku. Errr, sebenarnya sejak dulu sih saya penimbun buku. Tapi, mungkin kali ini kadarnya selevel atau dua level lebih parah.

“Ya ampun, Ti, tinggi banar buku-buku ikam nih.” –> Komentar kakak ipar saya waktu melihat tumpukan buku saya.

Buku yang belum dibaca dan tentunya belum direview

Buku yang belum dibaca dan tentunya belum direview

Jadi, sejarah saya nimbun buku itu beraneka ragam. Misal, saya menang lomba atau kuis atau GA, karena mau dititipin suami ke rumah ortu jadi kirim bukunya ke rumah ortu saya aja.

Ketika saya menyusul suami yang lagi off ke Balikpapan, biasanya kalau ke Balikpapan kan mainnya ke mall, ke mall nyaris tak pernah melewatkan ke gramedia, trus ada buku diskon di gramedia. Beli, bawa bukunya pas ke rumah ortu. Tumpukan nambah.

Atau waktu ke Banjarmasin, main ke Duta Mall, ke gramedia dunk ya, lihat-lihat buku. Eh, kok harganya lebih murah dari Balikpapan, ngebatin sendiri, ambil beberapa buku otomatis tumpukan nambah lagi.

Teman promo tentang satu buku, ngiler ngebacanya, pengin baca juga. Ke toko buku online, belanja buku deh, numpuk lagi.

Di FB ada yang jual buku bekas, ngiler lagi, ikutan belanja, numpuk lagi.

Resensi dimuat di media, dapat reward dari penerbit, numpuk lagi.

Bertandang ke rumah salah satu penulis di daerah saya, baru ngeluarin novel baru beliau itu, beli novel barunya, lirik-lirik jualan buku beliau, tertarik satu judul, numpuk lagi.

Buku yang udah dibaca tapi belum direview

Buku yang udah dibaca tapi belum direview

Dan akhirnyaaaaa…. Tumpukan buku itu semakin tinggi saja. Awal bulan kemarin saya sempat agak stress gitu ngelihatnya. Stressnya karena kan akhir bulan saya udah balik lagi ke Handil, dan agak nggak mungkin gitu membawa semua buku itu. Ransel saya biasanya diisi beras sih. Hahaha…. Salah siapa coba beras unus nggak ada dijual di Balikpapan sana :p

Salahnya lidah karena masih nggak doyan ama beras jawa :p salah saya juga sih terlalu memanjain lidah :p

Namun, saya kemudian berpikir, kenapa saya harus stress padahal saya teramat suka dengan kegiatan membaca. Dinikmati saja lah. Mengutip status seorang teman yang intinya kita jangan mengeluh karena banyaknya buku yang belum dibaca, sementara mungkin di luar sana banyak sekali yang ingin membaca buku tapi belum punya buku. Hiks…. Iya, kenapa saya mengeluh untuk sesuatu yang harusnya saya syukuri kan ya.

Karena itulah dengan rasa bahagia yang membuncah, saya mencanangkan Mei sebagai bulan membaca buku dan mereview buku.  Ada beberapa buku yang sudah saya baca tapi belum direview. Rasanya seperti punya hutang gitu karena belum direview. Hehehe….  Ada juga yang saya baca dan belum tuntas. Semoga bisa tuntas semua deh di mei ini.

Mari membaca dan mereview buku.

Buku yang udah dibaca sebagian tapi belum selesai

Buku yang udah dibaca sebagian tapi belum selesai

Terakhir, postingan saya tentang review buku atau curhat tentang buku ada di blog buku saya di sini : http://diarybukuyanti.blogspot.com/

Mampiiiir yaaaa ^_^

7 thoughts on “Mei 2014 adalah Bulan Buku

  1. skrng agak2 males baca buku *gawat… masih ada bbrp tumpukan buku jg di rumah yg gak kebaca hiks..mantap pencanangan sendiri bulan buku oke juga tuh Mbak🙂

    • Soalna saya stress sendiri melihat tumpukan buku sementara bulan depan saya udah nggak di rumah ortu lagi, Mbak. Jadi deh mencanangkan hal itu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s