[Kuliner Banjarmasin] D’cost

Ini salah satu resto yang udah berlabel halal MUI, sayangnya nggak ada di Balikpapan. Huhuhu… Wong Solo juga nggak ada di Balikpapan, adanya cuma di Samarinda. Bayangin aja kota besar seperti Balikpapan nggak ada Wong Solo. Eits, bukan mau ngebahas Wong Solo kali ini, tapi d’cost. Sebuah resto yang melabeli dirinya dengan harga kaki lima, rasa bintang lima.

Kalau tidak salah ingat, kemarin itu adalah ketiga kalinya saya wiskul di d’cost Banjarmasin. D’cost juga salah satu tujuan wiskul yang ingin saya ajak suami saya ke sana kalau kami ke Banjarmasin. Tapi kemarin tidak merencanakan ke sana, karena setelah berdiskusi dengan kakak ipar, dia ogah buat makan ke sana. Jadi, ya, ngikut aja🙂

Tapi kalau udah rezeki makan di sana, manusia tidak bisa menolak. Selepas beristirahat di rumah Om saya, tante yang tentunya istrinya Om, mengajak kami keluar buat makan siang. Tujuan terdekat adalah d’cost. Jadi beranjaklah ke sana.

Menu yang paling ingin saya pesan dan perkenalkan ke suami adalah yang dimasak dengan telur asin. Karena saya sudah beberapa kali nyoba masak udang telur asin seperti yang saya ceritakan di sini, yang terinspirasi dari kepiting soka telur asin di d’cost ini. Sempat galau sih mesan antara cumi, kepiting soka atau udang yang dimasak dengan telur asin. Dan akhirnya memutuskan memesan udang saja.

wpid-20140323_133101.jpg

Eaaa, yang keluar di luar ekspektasi saya. Kirain udang telur asin sama sepert resep Mbak Ricke di sini. Ternyataaaa… Udang telur asinnya agak berkuah gitu. Telur asin yang digunakan telur asin mentah deh kayakna. Kaget juga sih dengan hidangan yang tak seperti bayangan itu.

wpid-20140323_134608.jpg

Selain udang telur asin, saya dan keluarga juga memesan gurame bakar, cah kangkung, baby buncis, ayam goreng fillet asam manis, dan bakmi goreng.

Baby buncis enyak

Baby buncis enyak

wpid-20140323_134621.jpg

gurame bakar

Sapi Lada Hitam

Sapi Lada Hitam

Yang paling juara kata suami saya bakmi goreng. Sayang nggak sempat difoto karena keluar sewaktu tangan udah digunakan buat makan

Tumis baby buncisnya juga saya suka banget. Manis gitu ya sayuran baby buncisnya.

Di d’cost ini nasi, teh es, teh tawar, dan sambalnya gratis. Bebas ambil. Tapi kata kakak ipar karena banyak yg gratis itu sekarang beberapa item harganya jadi lebih mahal.

Walaupun dari segi rasa tidak terlalu mengesankan, kecuali bakmi dan baby buncisnya itu, saya tetap berharap ada pengusaha resto di Balikpapan yang membuka cabang d’cost di Balikpapan.

21 thoughts on “[Kuliner Banjarmasin] D’cost

  1. D’Cost itu salah satu pilihan utama aku sama temen2 kalau ada acara buka bersama gitu, karena kesannya murmer kaan x)
    Di D’cost fest citilink bandung pernah ada promo diskon sesuai usia gitu Mbak, jadi banyak yang ngajak kakek nenek nya yang udah tua gitu untuk dapet diskon lebih dari 70%.. lumayan bangeet x)
    eia kl di d’cost aku paling suka kerang bambu bumbu padang.. *siapa tahu mau ngajak makan bareng* *ditoyor*

    • Aaak… Pengin nyoba jadinya makan kerang. Seumur2 saya belum pernah makan kerang lho, Mbak. Kata suami enak, ntar mau nyoba ah😀 Sayangnya di Balikpapan nggak ada d’cost. Hiks… Kalau ada mungkin jadi langganan juga. Eaaa… diskon sesuai umur? Wkwkwkw…. nenek saya ogah dibawa makan di luar😀

  2. mastrin says:

    ada nggak D’cost di samarinda, klo ada minta dong alamatnya.aku sdh pernah makan di D’cost banjarmasin terus nyari di Google siapa tau ada alamatnya di samarinda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s