Candy Crush di Yunior Suara Merdeka

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, ada beberapa tulisan saya yang dimuat di media. Ada resensi dan artikel wisata. Lah, semuanya itu kan non fiksi? Saya penasaran deh kenapa juga tulisan fiksi saya belum ada dimuat di mana pun.

Nggak ada ngirim kali, Yan? Errr, saya ngirim lumayan banyak lho. Banyak versi saya. Hihihi… Ada cerpen remaja, cerpen dewasa dan juga cerpen anak. Cerpen anak yang saya kirimkan memang lebih banyak jumlahnya daripada cerpen remaja dan dewasa.

Dan Alhamdulillah, di awal april ini pecah telur juga deh akhirnya tulisan fiksi itu. Ada satu cerpen anak saya yang nongol di Yunior Suara Merdeka. Saya dikabari dan diberikan fotonya oleh Mas Sutono Soto di FB. Sebelumnya saya juga banyak nanya sama beliau terkait pengiriman cerpen ke yunior SM. Makasih ya, Mas🙂

Cerpen ini saya kirim hari jum’at minggu kemarin dan dimuat hari minggu kemarin. Bentar ya masa tunggunya? Alhamdulillah. Cuma menunggu sebentar. Cuma berselang sekitar 10 hari dari pengiriman, cerpen ini dimuat.

Cerpen ini pernah saya masukkan untuk dikritik habis-habisan di jum’at hangat di grup PBA (Penulis Bacaan Anak). Banyak kritik dan saran yang masuk. Jadinya saya mau ngucapin terima kasih sekali buat kritik dan saran dari teman-teman dan senior di PBA🙂

Judul yang saya pakai Candy Crush Mania. Tapi oleh pihak yunior SM, kata Mania dihilangkan. Cerpen ini terinspirasi dari diri saya sendiri yang waktu menulis cerpen ini ketagihan main Candy Crush. Sekarang sih tetap main tapi nggak kecanduan kayak dulu. Stuck di level 323. Udah lama bener tuh level nggak berhasil saya pecahkan. Hahaha….

Cerpen ini sekaligus buat menoyor diri saya sendiri untuk bisa memprioritaskan hal-hal yang lebih penting ketimbang main gadget. Jangan sampai seperti Fida yang harinya berantakan karena main tablet terus. Siapa Fida? Fida adalah nama tokoh yang saya pakai di cerpen ini. Dan saya suka sekali nama Fida itu. Kapan-kapan mau saya pakai lagi nama Fida di cerita rekaan saya yang lain🙂

Yang pada mau coba kirim cerpen anak kurang lebih 3 halaman ke yunior bisa kirimkan ke alamat email : yunior_sm@yahoo.co.id

Gambar

13 thoughts on “Candy Crush di Yunior Suara Merdeka

    • Makasih Mas Dani. Iya, itu level maennya yang stuck di 323. Lah saya level paling buncit dibanding suami dan kakak2 saya lho, Mas. Suami saya udah level 500 *siapin kasur kali aja Mas Dani pengsan* :))

  1. Waah. Kerenn jago nuliss. Selalu salut sama yang pintar menuangkan kata2 jadi tulisan fiksi yang enak dibaca.
    Ngmg2 candy crush, aku stuck di level 275 dan ga berhasil2 lolos. Hahaha

    • Mbak Fikaaa… Makasiiih udah mampir. Senangnyaaa….
      Saya masih belum jago, Mbak. Masih belajar. Ini pertama kali fiksi saya yang tembus media. Sekarang level 323 saya sudah berhasil pecah, Mbak. Dibantuin suami🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s