Berkunjung ke Rumah Beruang Madu

“Ini saudaranya Winny the Pooh.” Cetus seorang pengunjung KWLPH siang itu. Saya dan pengunjung lain yang mendengarnya sontak tertawa bersama. Winny the Pooh adalah karakter fiksi beruang madu yang akrab dengan anak-anak. Tapi, yang saya temui di KWLPH (Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup) adalah beruang madu sungguhan. Bukan fiksi. Dan beruang madu itu ada di Indonesia tepatnya di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Balikpapan, kota penting di Kalimantan Timur itu memang terkenal dengan sebutan kota minyak. Tapi bukan minyak yang menjadi maskot kota Balikpapan, melainkan beruang madu. Klub sepakbola asal kota Balikpapan alias PERSIBA juga disebut tim beruang madu.

Gambar

Sebagai maskot kota Balikpapan, pemerintah daerah kota Balikpapan juga menaruh perhatian yang sangat besar akan kelangsungan hidup hewan langka itu. Karena itulah KWLPH dibangung, di mana di sana terdapat enklosur alias pulau hutan dengan luas 1,3 ha.

Di pintu gerbang, KWLPH kita akan disambut dengan papan nama dan replika dari beruang madu yang terbuat dari ijuk. Tapi replika itu jauh lebih besar dari beruang madu sebenarnya. Karena beruang madu merupakan spesies terkecil dari 8 jenis beruang yang ada di dunia. Dia hanya mempunyai berat antara 30-65 kg.

Ada enam ekor beruang madu yang terdapat di KWLPH. Dulunya beruang madu itu adalah hewan peliharaan penduduk sekitar yang mereka ambil secara ilegal dari hutan. Beruang-beruang madu itu pun kemudian diselamatkan dan ditempatkan di sebuah pulau hutan (enklosur).

Gambar

Replika Beruang Madu

Beruang madu di sana memang tidak dilepas ke hutan bebas karena mereka tidak tahu cara hidup di hutan bebas setelah mengalami beragam kejahatan dan siksaan ketika menjadi peliharaan. Karena itulah beruang madu yang ada di sana tidak lagi sempurna secara fisik. Ada yang satu matanya buta, ada yang punya bekas luka yang besar yang melingkari dadanya akibat dulu pemiliknya mangikat beruang madu itu dengan sleng di sekeliling dadanya.

Dari enam beruang madu yang ada di kawasan KWLPH, saya hanya berhasil bertemu dua di antaranya karena waktu kedatangan yang tidak tepat. Waktu yang tepat untuk menyaksikan semua beruang madu adalah pada jam sembilan pagi dan tiga sore. Karena pada jam itulah beruang madu melakukan aktivitas makan.

Diberi makannya pun caranya cukup unik. Makanan bukan diberikan secara langsung kepada beruang madu tapi makanan diletakkan di tempat-tempat tertentu yang tersembunyi. Jadi ada proses mencari makanan dahulu, bukan langsung menyantap makanan. Karena itulah pada jam makan tersebut, beruang madu akan keluar dari tempat persembunyiannya di dalam enklosur. Sehingga pengunjung bisa melihat mereka mencari makan. Cara pemberian makanan yang unik ini dimaksudkan agar beruang madu seperti berada dalam habitat yang asli.

Gambar

Beruang Madu menyebrang di Jembatan

Beruang madu memang tidak diletakkan dalam krengkeng karena akan membuat dia sangat stress dan seperti hidup di penjara. Karena itulah beruang madu diletakkan di pulau hutan supaya mereka bisa melakukan perilaku alami seperti di hutan bebas. Jadinya beruang madu itu bebas memanjat pohon, membongkar kayu mati, menggali tanah, santai di sungai dan makan serangga. Kalau beruang ditaruh dalam kandang kecil tentu dong kita tidak bisa menyaksikan hal itu.

Alasan lain kenapa beruang madu juga ditempatkan di enklosur adalah karena menipisnya hutan alami sebagai tempat hidup beruang tersebut. Dengan adanya enklosur supaya mereka bisa mendapatkan kehidupan yang mirip dengan di hutan bebas.
KWPLH merupakan tempat wisata yang asyik. Dengan hutan buatan yang seperti hutan alami, sehingga suasana rindang dan teduh bisa kita dapatkan di sana. Udara di sana juga terasa sejuk sekali, karena banyak tanaman hijau. KWPLH juga terlihat terawat, kondisinya bersih dan tertata apik. Petugas-petugas yang berjaga juga dengan ramah dan sigap memberikan informasi dan menjawab pertanyaan para pengunjung.

Tempat yang asyik untuk wisata keluarga. Dan untuk masuk ke sana tidak dipungut biaya sedikit pun alias Gratis. Selain enklosur beruang madu, di KWLPH kita juga bisa mengunjungi rumah kucing dan menyaksikan bentuk rumah lamin, rumah adat Kalimantan.

***

Gambar

Rumah Lamin

image

image

image

*Tulisan asli sebelum diedit pihak redaksi Pikiran Rakyat. Tulisan ini dimuat di Pikiran Rakyat seperti yang saya ceritakan di sini*

21 thoughts on “Berkunjung ke Rumah Beruang Madu

    • Kurang tau, Mbak, sudah lama atau belum. Tapi karena tempatnya emang jauh di luar kota, sekitar 23 km dari pusat kota jadi agak kurang terkenal gitu. Eh, kalau penangkaran buaya malah lebih jauh lagi dari ini😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s