[Bukan Kuliner Balikpapan] Nasi Goreng Warung Panala

Saya lumayan sering nulis tentang kuliner Balikpapan. Lah, kok belum ada cerita wisata kuliner di kampung halaman saya sendiri ya? Haghaghag… Mungkin karena ngerasa kalau Balikpapan kan kota besar, jadi kalau saya nulis tentang kuliner Balikpapan di blog lebih berguna buat yang nyari info tentang Balikpapan. Sementara Barabai? Heuu… Kota kecil di Kalimantan Selatan itu siapa yang pengin datang ke sana? *ditimpuk dinas pariwisata*

Atau bisa jadi tidak semangatnya saya menulis tentang kuliner Barabai karena saya udah ngerasa biasa dengan apa yang tersaji di sana. Nggak ada sesuatu yang special buat diceritakan. Nggak ada rumah makan besar juga, yang ada cuma jajanan kampung. Hahaha… Meskipun begitu, kalau udah jauh suka kangen juga dengan jajanan-jajanan kampung itu. Salah satu yang bikin saya kangen adalah nasi goreng favorit saya di Barabai. Nasi goreng Panala. Saya namakan demikian karena nama warungnya Panala😀

Nasi goreng kayak gini seperti nasi goreng khas Barabai gitu. Warna merahnya full tanpa ada warna hitam dari kecap. Dulu juga mama saya kalau bikin nasgor yang kayak gini. Sebelum saya merombak resep beliau dengan mencampurkan kecap ke nasgor yang beliau masak😀

image

Penampakan Nasi Goreng Panala

Yang saya suka dari nasgor ini adalah tidak belepotan minyak goreng. Biasanya ada kan tuh nasgor yg minyaknya merembes banget. Kalau yang ini kagak. Rasanya sih standar ya, nggak terlalu istemewa banget tapi saya suka.

Nah, yang menurut saya rada istimewa itu justru lauknya. Saya biasanya mesan dengan 2 lauk. Ayam dan Hati. Ayamnya udah diungkep gitu dan empuk banget sampai tulangnya bisa dikunyah. Kalau kita mesan nasgor, ayamnya digoreng lagi. Jadi, fresh from penggorengan ayamnya. Hatinya juga empuk, nggak alot dan bumbunya pas.

Satu hal lagi yang bikin saya langganan beli nasgor ini adalah harganya yang murah meriah. Porsinya juga bukan porsi kuli. Jadi pas lah buat saya yang lagi ngurangin makan. Dengan lauk hati plus ayam gitu harganya cuma 10 rebong. Kalau lauknya cuma satu, ayam doang atau hati doang, harganya 8 ribu aja.

Warung Panala ada di Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada) Jl. Brig. H. Hasan Baseri Barabai.

8 thoughts on “[Bukan Kuliner Balikpapan] Nasi Goreng Warung Panala

  1. Kalau porsi kuli dengan situasi krisis ekonomi gini jelas rugi lah tukang jualnya🙂
    Melihat penampakannya menarik.
    Namun saya cenderung lebih suka nasi goreng seafood, yang didalamnya ada potongan-potongan udang dan ikan sotong/cumi-cumi.

    • Hihihi… Benar, Mas. Kalau porsi kuli harganya ga segitu. Ini emang polos banget nasgornya, tanpa campuran apa2. Saya juga suka kalau ada udangnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s