Tadarus Cinta Buya Pujangga

Jika ada yang sudah menonton film atau cuma menonton trailer dari film Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck maka di sana akan menemukan adegan tentang pacuan kuda. Dan tahukah kalian, kalau Buya Hamka, penulis novel TKVdW itu pernah menjadi joki pacuan kuda semasa beliau masih kecil dulu. Itu saya baca dalam sebuah buku berjudul Tadarus Cinta Buya Pujangga.

Tadarus Cinta Buya Pujangga adalah novelisasi Kehidupan Buya Hamka saat beliau kecil hingga berusia 30 tahun. Malik, nama panggilan Buya Hamka masih kecil ternyata menyimpan perasaan lara karena perpisahan kedua orang tuanya. Dalam usianya yang baru 12 tahun, Malik tahu bahwa perkawinan menurut pandangan adat Minang bukanlah semata-mata hubungan pribadi antara lelaki dan perempuan yang menikah saja. Yang sebetulnya ‘menikah’ adalah kedua suku di belakang suami istri. (Hal 117)

Malik pun didera kebingungan untuk memilih antara tinggal dengan ibunya atau pun ayahnya. Persoalan keluarga yang dihadapi Malik ini membuat Malik melanggar beberapa aturan seperti membolos sekolah dan menjadi joki pacuan kuda. (Hal 121)

Namun, pengalaman sebagai anak jalanan setelah perpisahan kedua orangtuanya membuat Malik mempunyai kemampuan bersosialisasi dengan orang-orang dari berbagai usia (Hal 123). Malik mulai menguasai cara berpidato yang menarik perhatian para pendengarnya.

Pada tahun 1924, Malik memulai perjalanannya ke Pulau Jawa untuk menuntut ilmu dan mencari pengalaman. Di jawa, Malik pun menjadi anggota Sarekat Islam dan berguru kepada H.O.S Tjokroaminoto. Tapi, tak sempat berlangsung lama, Malik pun harus ke Pekalongan karena terikat janji dengan kakak iparnya, Haji Sutan Mansyur. H.O.S Tjokroaminoto pun memberikan nasehat kepada Malik. “Yang penting satu saja dalam hidup ini, Malik : lakukan segalanya dengan niat mengharapkan keridaan Allah saja. Ikhlas. Jangan harapkan pujian manusia.” (Hal 171)

Haji Rasul, ayahnya Malik, pergi belajar ke Tanah Suci pada usia 16 tahun, karena itulah tercipta keinginan yang sangat besar dari diri Malik untuk belajar juga ke Tanah Suci karena usianya sudah 19 tahun. Akhirnya, pada tahun 1927, Malik berangkat ke Tanah Suci dengan menaiki Kapal Karimata.

Selepas dari Tanah Suci, Malik memulai kariernya di bidang jurnalistik dengan menulis untuk sebuah surat kabar bernama Pelita Andalas. Setelah sepekan tulisan Malik diterbitkan di Pelita Andalas, Malik pun mendapat tawaran menulis dari surat kabar lain dan mulai mengirimkan tulisan-tulisannya ke media cetak yang lain. Karena merasakan namanya terlalu panjang maka kemudian Malik hanya menggunakan huruf depan namanya yang tiap kata digabungkan. Maka, lahirlah nama HAMKA sebagai nama pena. (Hal 263)

Menulis adalah passion Malik. Malik pun mencoba menulis roman, mengirimkan karya tulisannya ke penerbit Balai Pustaka. Sebuah penerbit yang mengorbitkan banyak sastrawan melayu. Tulisan Malik pun kemudian diterima dan diterbitkan Balai Pustaka. Selanjutnya beberapa karya Malik terus diterbitkan penerbit itu dan dikenal sebagai ulama yang juga pujangga. (Hal 298)

Ada banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari membaca kehidupan Buya Hamka dari kecil hingga usia 30 tahun. Tentang luka hati seorang anak saat orangtuanya berpisah adalah salah satunya. Penulisnya menggambarkan dengan sangat bagus sekali. Bagaimana terlukanya hati Malik saat itu. Saya pun kemudian mengambil kesimpulan ketika suami istri berpisah maka yang paling terluka adalah anak-anak mereka. Kesimpulan yang saya ambil setelah membaca kisah ini dan dari melihat kisah-kisah nyata lain dalam kehidupan saya.

Prolog yang disajikan di novel ini saja sudah begitu memesona dan mengandung pelajaran berharga yang ditorehkan seorang Buya Hamka untuk bangsa ini. Saat Bung Karno wafat dan Buya Hamka diminta untuk menjadi imam shalat jenazah. Padahal pada saat hidupnya, Bung Karno adalah orang yang pernah memenjarakannya selama 30 purnama karena komentar-komentar tajam yang dilontarkannya pada PKI. Tapi, Buya Hamka bisa bersikap damai dengan orang yang membuatnya sengsara pada masa silam. Hari itu Indonesia mendapatkan salah satu pelajaran moral terpentingnya : dendam tak boleh dilestarikan seberat zarah pun. Betapa pun beratnya. Betapa pun sulitnya. (Hal 13)

Setelah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dilayar lebarkan dan kemudian orang-orang banyak mengenal karya Buya Hamka itu, banyak yang bertanya-tanya benarkan novel seperti itu yang ditulis seorang Buya Hamka? Sebuah kisah cinta tentang mereka yang bukan muhrim? Dan ternyata hal itu juga pernah ditanyakan istri beliau kepada Buya Hamka.

“Apa kata orang nanti, bagaimana mungkin keturunan ulama besar menulis kisah cinta tentang mereka yang bukan muhrim? Bisa buruk nama Angku Haji nanti diperkatakan orang.” Kata Siti Raham, istri Buya Hamka.

Lantas, apa jawaban Buya Hamka? Temukan di bukunya ya, Kaka…. Hahaha….

Jika karya Buya Hamka masih bisa eksis hingga berpuluh-puluh tahun setelah diterbitkan, begitu juga dengan cerita hidup beliau. Apa yang terjadi pada masa beliau kecil hingga berusia 39 tahun adalah situasi yang juga banyak terjadi di masa sekarang. Banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan, apalagi novelisasi ini ditulis dengan gaya bercerita yang nyaman dibaca.

Gambar

Judul Buku            : Tadarus Cinta Buya Pujangga

Penulis                 : Akmal Nasery Basral

Penerbit               : Salamadani

Terbit                    : Cetakan I, Maret 2013          

Tebal Buku            : xxi + 380 halaman

ISBN                      : 978-602-7817197

16 thoughts on “Tadarus Cinta Buya Pujangga

    • ending yg jawaban Buya Hamka untuk istrinya itu mbak Noni?
      Kata Buya Hamka kurang lebihnya jangan terlau mendengarkan apa kata orang. Yang penting yang kita lakukan bukan sesuatu yang salah.😀

    • Eh, kecewa kenapa? Kalau tentang jawaban buat istrinya itu kurang lebihnya jangan terlau mendengarkan apa kata orang. Yang penting yang kita lakukan bukan sesuatu yang salah.

    • Buku Mas Dani apaan ajaaa? Kalau ada yang menarik boleeeh. E tapi ini bukunya ada di rumah kontrakan saya dan sekarang saya ada di rumah ortu sampai akhir mei kayakna. Dan udah ada teman yang mau pinjam. Jadi kalau mau tuker pinjem bisa bakalan lama nyampainya. Hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s