Tidak Mengalirnya Air di Muara Jawa

Sudah memasuki hari ke 4 air tidak mengalir sama sekali di rumah saya dan rumah-rumah lain di kecamatan Muara Jawa Kalimantan Timur. Sebenarnya krisis air ini sudah terjadi sejak sekitar 3 minggu yang lalu. Saat itu air tidak mengalir selama 2 hari. Ada surat pemberitahuan tentang tidak mengalirnya air ini. Untuk alasannya saya tidak tahu persis (belakangan saya tahu karena masalah sumur bor). Di surat pemberitahuan itu, info dari suami saya, menyebutkan kalau air tidak mengalir selama beberapa hari. Saya bersyukur matinya air itu hanya 2 hari.

Tapi, hari-hari selanjutnya krisis air tetap terjadi. Walau, tidak mati total. Air hanya mengalir di malam hari. Saya yang mempelajari pola matinya air ini pun kemudian melakukan aktifitas yang berhubungan dengan air di malam hari. Semisal, mencuci baju, mencuci piring, menyiapkan masakan, dll. Air yang mengalir juga tidak bisa dikategorikan bersih. Saya pernah menemukan air yang mengalir keruh luar biasa. 

Hari ahad kemarin, tidak seperti biasa air mengalir di siang hari. Walau tetesnya kecil sekali. Kayak tetes air mata aja. Tapi, lumayan bikin bak mandi terisi terus. Dan sejak senin dini hari air yang mengalir mati total. Saya sih masih optimis dan husnudzan kalau ntar senin malam mengalir lagi seperti biasa. Tapi setelah ditunggu-tunggu, tidak ada suara air mengalir sama sekali. Tetiba suara air mengalir bagai melodi indah yang begitu saya rindukan.

Selasa malam tetangga rumah saya memberikan air kepada kami. Itu sungguh pemberian yang sangat berharga. Beliau membeli air tapi karena penampungan air di tempat beliau tidak cukup menampung satu tandon air, maka sisanya diberikan kepada kami.

Malam kemarin bersama tetangga juga akhirnya membeli air untuk mengisi bak mandi dan tempat wudhu. Membeli bersama karena bak mandi yang kecil tidak memungkinkan untuk diisi satu tandon air yang berkapasitan 1000 liter itu.

Bisnis jual beli air ini memang menggeliat sejak 3 minggu belakangan. Sejak krisis air mulai melanda di Muara Jawa ini. Bermodal mobil pick up, tandon air, selang panjang dan mesin pompa. Mobil pick up membawa tandon air ini  bersileweran di jalan raya dari pagi sampai malam. Mereka menjual air dengan kisaran katanya antara 35 ribu sampai 100 ribu. Karena rumah kontrakan saya ini begitu dekat dengan tempat mereka mengambil air, maka air yang dibeli di kisaran 35-40 ribu saja.

Jangan bilang saya tidak galau. Hahaha… Saya termasuk orang yang mudah uring-uringan ketika air tidak mengalir. Mati gaya, Bok!

Saya berusaha terus membisikkan pada diri saya sendiri kalau Allah tidak akan menguji makhlukNya di luar kemampuan makhluk itu menyandangnya. Jadi, berusaha tangguh dan tidak memperjuangkan perasaan galau saya itu. Walaupun, kadang gagal juga saya tidak menggalau. Apalagi saat mendengar kemarin tetangga saya bilang kalau krisis air ini akan berlangsung sampai 3 bulan. Oh tidaaaaaak… Saya pening mendengarnya. Padahal saya hanya perlu bertahan 3 hari lagi. Karena rencananya saya akan mudik dan suami mulai kembali bertugas di offshore. Semoga saja setelah kembali nanti air sudah mengalir dengan lancar.

Tidak mengalirnya air ini juga menyebabkan pengeluaran rumah tangga kami sedikit lebih membengkak dari biasanya. Karena saya nyaris tidak memasak sama sekali dengan alasan air susah. Jadi, makan di luar menjadi gaya hidup saya dan suami sejak krisis air melanda. Jajan di luar mulu tidak bisa sehemat masak dunk.

Krisis air ini terjadi karena dua buah pompa air yang ada mengalami kerusakan. Saya copaskan saja berita dari korankaltim.com

Warga Kecamatan Muara Jawa sementara ini harus bersabar untuk bisa mengkonsumsi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muara Jawa. Dua buah pompa air yang tersedia di PDAM Muara Jawa mengalami kerusakan.

Satu pompa tidak bisa mengalirkan air lantaran cassing sumur bor tertimbun dan hanya mengeluarkan pasir. Kejadian ini sudah terjadi sekitar sebulan lalu. Sedangkan satu pompa lagi mengalami kerusakan karena terbakar pada Senin (10/2) sekitar pukul 01.00 Wita atau dinihari kemarin.

Akibat kerusakan tersebut, sekitar 3.032 sambungan rumah atau pelanggan terdampak. Mereka terpaksa membeli air dari sumur-sumur air bersih di daerah sekitar. Kedua mesin yang rusak tersebut berkapasitas menyalurkan 40 liter air/detik.
“Kita saat ini masih berupaya untuk memperbaiki. Untuk pompa yang cassingnya rusak akan segera diperbaiki. Kami prediksi dalam dua minggu ini akan selesai. Sedangkan untuk pompa yang terbakar, dalam tiga atau empat hari ini akan selesai. Semoga saja tidak ada kendala,” kata Kasubag Humas PDAM Tirta Mahakam, Alfianur.

Itu berita bertanggal 11 Februari. Dan kalau benar hanya tiga atau empat hari pompa yang terbakar sudah bisa beroperasi maka hari ini atau besok air akan mengalir. Semoga sajaaaa….. Dan semoga warga Muara Jawa tabah menghadapi semua ini😀

14 thoughts on “Tidak Mengalirnya Air di Muara Jawa

  1. mahal ya Mba.. di tempat ortu saya tinggal, 1 drum itu 5ribu. dan di tempat kami bukan karena rusak mesin loh tapi karena PAM disana tidak dikelola dengan baik padahal banyak sekali sumber mata air di gunung yang mengeliling kabupaten Karo yang bisa diolah T__T

    • Wadoh, cuma 5 ribu di sana? Berarti di sini mahal ya. Tapi, UMR di sini lumayan gede juga sih. Soalna daerah tambang migas.
      Di sini juga banyak mata air di gunung. Yang jualan air bersih itu ngambil air dari mata air di gunung. Kabarnya sih ada suntikan dana dari pusat untuk mengolah sumber mata air itu. Semoga PDAM di sana dan di sini juga seluruh nusantara semakin bagus kinerjanya ya.

  2. Wah …. susah juga ya kalau gini. Karena apapun ceritanya, air itu segalanyadeh. Kalau pindah rumah misalnya, yang dicek itu pertama kali adalah kelancaran air. Trus, baru keamanan tempat tinggal. Sayangnya kalau kayak gini…

    Salam kenal..

    • Persis sama dengan yang dikatakan mama saya. Kalau pindah rumah masalah air yang perlu dicek lebih dulu. Saya berkali-kali mau pindah kontrakan tapi urung karena masalah air ini.
      Alhamdulillah air sudah jalan lagi di rumah kontrakan saya.
      Salam kenal juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s