Kegigihan dan Putihnya Hati Oshin

Yang saya ingat dari Oshin adalah serial Jepang yang puanjang dan ditayangkan tiap minggu di TVRI. Kemudian saya berpikir, mungkin panjangnya kisah Oshin itu karena cuma ditayangkan seminggu sekali, jadi berasa panjang. Beda dong dengan drama dan sinetron sekarang yang ditayangkan tiap hari. Kalau nonton drama Korea 20 episode bisa selesai 2 hari *ups*

Eh, ternyata pas saya kepoin si Oshin ini ternyata episodenya beneran panjang, loh, Kaka. Ada 297 episode dan ditayangkan seminggu sekali. Pantas aja kan waktu tayangnya bertahun-tahun dan melekat jadi kebiasaan.

Kata suami pas saya beritahu jumlah episode Oshin, pantas aja kok panjang, ceritanya kan dari Oshin kecil, remaja, hingga tua.

Kalau dalam film Oshin yang baru saya tonton kemarin hanya bercerita tentang Oshin kecil. Pada rentang usia 7-8 tahun. Oshin dilahirkan di keluarga miskin yang kemudian mengharuskan dia bekerja di usia yang masih sangat belia. Ketika berusia 7 tahun, Oshin sudah bekerja. Gaji Oshin untuk setahun sudah di DP di awal dengan sekarung beras. Pada bagian ini saya teringat dengan Kinanti dalam Galaksi Kinanti karya Tasaro GK.

Gambar

Malang buat Oshin, dia bertemu dengan majikan yang galak. Plus asisten-asisten rumah tangga yang tak ramah pulak. Oshin bekerja keras tapi kadang energi yang masuk ke tubuhnya sedikit. Jatah makan Oshin hanya sisa, tidak seimbang dengan kerjanya yang berat.

Sampai pada suatu hari Oshin difitnah. Uang majikannya hilang dan Oshin memiliki uang sejumlah yang hilang itu. Uang yang diberikan neneknya sebelum dia pergi dari rumah untuk bekerja.

Oshin bisa terima dengan kerjaannya yang berat. Tapi, untuk difitnah? No! Oshin pun pergi dari rumah majikannya dan bertemu dengan seorang prajurit yang memperlakukannya dengan baik juga mengajarinya membaca. Oshin suka sekali dengan buku.

Tapi, prajurit itu akhirnya ditembak mati karena ternyata dia adalah seorang pelarian. Oshin pun kembali ke rumah tapi dimarahi ayahnya dan kemudian Oshin bekerja lagi menjadi pembantu rumah tangga yang syukurnya kali ini majikannya baik hati. Para ART lain yang menjadi rekan kerja Oshin juga baik hati semua. Kecuali puteri keluarga itu yang bernama Kayo tidak suka dengan Oshin.

Kayo menginginkan harmonika Oshin. Harmonika yang diberikan oleh prajurit yang mengajarinya membaca. Oshin tidak mau memberikannya dan tidak mau menjualnya. Kayo marah dan mengambil paksa. Oshin merebutnya tapi Kayo merampasnya kembali dan menghancurkan harmonika itu. Oshin marah, mendorong Kayo hingga terjatuh dan Kayo pingsan.

Oshin pun akhirnya akan dipecat karena dianggap mencelakai puteri majikannya. Di hari pemecatannya Oshin memberikan Kayo mainan burung hantu yang dibuatnya dari jerami. Hal itu ternyata membuat Kayo sadar akan kesalahannya, Kayo pun meminta kepada neneknya agar jangan memecat Oshin dan mengakui kalau sebenarnya Kayo lah yang salah. Oshin pun tetap bekerja di rumah itu dan diperlakukan dengan lebih baik.

Ada dua pelajaran positif dari kisah Oshin yang ingin saya tulis di sini, kegigihan dan putihnya hati Oshin. Kegigihan Oshin dalam bekerja siapa yang bisa meragukan? Kata malas tidak ada dalam kamus hidup Oshin. Di usia sekecil itu dia sudah bekerja dengan sangat giat.

Kemudian tentang putihnya hati. Ketika barang kenang-kenangan oleh orang yang berarti dalam hidupnya dirusak, kemudian difitnah pulak dan dipecat, Oshin sama sekali tidak mendendam. Dia membalas kejahatan dengan kebaikan. Dia bikin sebuah mainan dari jerami dan diberikan kepada Kayo. Oshin pun menuai hasil dari kebaikan hatinya. Dia menjadi kesayangan Kayo.

Artis cilik yang memerankan Oshin ini juga teope begete. Kemampuan aktingnya memerankan anak usia 7 tahun yang harus bekerja keras terlihat natural dan memesona.

Bagus juga ditonton anak-anak karena genrenya memang SU alias semua umur. Biar anak-anak jadi tergerak membantu ibunya cuci piring. Haghaghag….

23 thoughts on “Kegigihan dan Putihnya Hati Oshin

    • Beda, Mbak. Saya juga lupa cerita detailnya. Cuma ingat ceritanya dia miskin trus ntar pas besar jadi kaya. Hehehe…
      Kalau Rindu2 Aishawa di TPI. Siang2 mainnya. Itu pas saya SMP. Saya juga suka banget😀

    • Nah, sama tuh, Mas. Dulu juga mama saya yang serius nonton. Saya cuman bagian guling2 dekat mama. Hihihi…
      Eh, udah ada dvdnya ya. Emang udah tayang lama di Jepang sih ya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s