Carancam – Daur Ulang Sisa Ikan

Hemat dan Irit itu seperti sudah menjadi nama tengah mama saya. Dan tentu saja beliau berusaha mengajarkannya kepada saya, anak bungsu tercintanya ini. Tapi, ya, kadang-kadang saya nggak seirit dan sehemat mama juga. *Maafkan anakmu, Ma*

Ada beberapa hal yang mama ajarkan tentang pengiritan, misalkan dalam memakai kompor elpiji. Mama bilang jangan sering dimati-hidupkan. Karena jika kompor elpiji dinyalakan, pementikan awal itu memakai lebih banyak elpiji. Jadi, cara ngiritnya itu, kecilkan apinya jika sudah selesai masak dan ada yang mau dimasak berikutnya. Jadi, sebelum yang satu masak, yang lain udah siap dimasak lagi.

Kali ini yang mau saya share adalah cara mama mendaur ulang ikan yang sudah dimasak. Dalam keluarga kami tidak terbiasa mangilau ikan. Mangilau bahasa Indonesianya apa ya? Menggado? Maksudnya makan ikan doang gitu, tanpa nasi. Jadi, biasanya ada gitu ikan sisa. Entah bakar atau goreng, atau bisa juga pepes. Kalau dibuang kan sayang tuh, biasanya dagingnya masih banyak. Dan kami tidak punya peliharaan kucing.

Ada sih kucing yang kerap mampir di belakang rumah, tapi kalau sisa ikannya banyak rada pelit sayang juga ngasih ke kucing semua. Jadi, biasanya ikan-ikan sisa itu masuk kulkas, kalau udah rada banyak dimasak lagi. Biar nggak mubazir ya, Kakaaa…

Caranya, ikan disuwir-suwir, dipisahkan dari tulangnya. Jika sudah, sisihkan.

Siapkan bawang merah dan bawang putih, diiris tipis. Bawang merah lebih banyak dari bawang putih.

Pakai cabe juga, Kaka. Kan saya suka pedas. Jadi, jumlah dan banyaknya cabenya tergantung selera. Bisa pakai cabe hijau atau merah yang besar, bisa juga pakai cabe rawit diiris tipis. Kata mama saya sih paling enak pakai cabe hijau besar. Ada segar-segarnya gitu. Berhubung tadi di kulkas nggak ada cabe hijau besar, jadi pakai cabe merah dan cabe rawit aja.

Kagak pakai garam lagi kan ikan udah dibumbuin, kecuali pas diicip-icip rasanya masih kurang. Boleh deh ditambah garam.

Bahan-bahan

Bahan-bahan

Trus, sedikit asam jawa dan seuprit terasi dilarutkan bersama air.

Setelah semua bahan tersedia, panaskan penggorengan dan kasih minyak sedikit. Oseng-oseng bawang putih dan merah juga cabe. Masukkan suwir-suwir ikan. Tambahkan air asam jawa dan terasi. Tambahkan air lagi kira-kira 1 gelas. Tambahkan gula pasir. Sesuai selera ya, Kaka. Kalau suka manis dibanyakin, kalau nggak seuprit aja.

Setelah airnya menyusut, angkat deh dari penggorengan dan sajikan. Nah, jadilah ini tadi menu makan siang kami.

Carancam

Carancam

Waktu pertama kali bikin ini, saya nggak nyangka aja kalau suami doyan. Dia bahkan minta khusus goreng ikan buat dijadikan ini. Hihihi… Padahal biasanya di rumah ortu masak ini kalau ada ikan sisa aja. Namanya apa ini, Yan? Mama saya menamainya Carancam. Saya juga bingung kenapa namanya itu *garuk-garuk kepala*. Mungkin karena isinya ikan macam-macam jadi namanya Carancam.

Duh, jadi ketahuan suami deh saya tadi masak ini buat dijadikan postingan di blog buat ikutan GA. Hahahaa….. *sungkem ke suami*

“Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi Bukan Pelit yang diadakan oleh Kakaakin”

21 thoughts on “Carancam – Daur Ulang Sisa Ikan

  1. Saya suka banget makan ikan yang dimasak kek gitu.
    Kalo emak saya, biasanya dibikin abon ikan yang teksturnya serupa serbuk.

    Terima kasih sudah ikutan GA Irit tapi bukan pelit. Sudah tercatat sebagai peserta🙂

    • Yang abon juga pernah dimasak mama saya, Ka. Tapi karena lebih ribet soal bumbu jadi lumayan jarang. Hehehe….
      Alhamdulillah sudah tercatat jadi peserta. Makasiiih ya kaka🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s