Wiskul di Dandito dan Tamasya di Pantai Lamaru

Akhir november lalu saya bertolak ke Balikpapan, sesuatu yang di luar rencana saya dan suami. Sebelumnya kami merencanakan, kalau suami off, dia lah yang akan datang ke kampung halaman saya. Namun karena beragam pertimbangan, rencana pun berubah, saya yang mendatangi suami.

Alasan utama perubahan rencana itu karena harga tiket PP kalau saya yang ke Balikpapan, lebih murah daripada suami yang ke Banjarmasin. Saya menggunakan maskapai singa merah itu, tiket PPnya hanya 648 ribu. Sementara hitung-hitungan kalau suami ke sini harga tiket PPnya bisa 900 ribuan dengan menggunakan maskapai yg berbeda. Lumayan kan selisih 300 ribuan buat wiskul😀

Dan kemudian saya memang merencanakan langsung wiskul begitu mendarat di kota minyak itu. Dan tujuan wiskul malam itu adalah Dandito. Sebuah tempat makan dengan menu unggulannya Kepiting.

Karena datang ke sana khusus buat menikmati Kepiting jadi yang dipesan pun adalah Kepiting. Hanya ada 3 pilihan kepiting di menunya. Kepiting Soka seharga 140 ribu, Kepiting Jantan seharga 150 ribu dan kepiting betina seharga 160 ribu. Mahal? Banget. Hahahhahaa…. Makanya datang ke resto wah gini juaraaang sekali. Setahun sekali juga belum tentu

Kalau sudah memutuskan kepiting apa yang ingin kita nikmati, selanjutnya tinggal pilih mau dimasak apa. Ada pilihan masak saos asam manis, lada hitam, goreng tepung, dsb. Kami memilih kepiting betina dan dimasak dengan saos lada hitam.

Dan tradaaaa… Setelah beberapa waktu menunggu kepiting saos lada hitam pun terhidang di meja.
image

Saos lada hitamnya kental, dengan level pedas yang tidak terlalu menggigit lidah. Tapi lama kelamaan pedasnya kerasa juga. Kepitingnya pun dimasak dengan kematangan sempurna. Dagingnya lembut dan telur kepitingnya juga sedap, karena mesan kepiting betina jadi ada telurnya. Cangkang kepitingnya tidak dibabakbelurkan. Apa ya istilahnya. Maksudnya gini, beberapa kali saya makan masakan kepiting, cangkangnya itu akan ada retakan2 gitu sehingga memudahkan kita buat membukanya untuk menikmati dagingnya. Tapi di Dandito kemarin nggak gitu, dan kita bisa meminta penjepit buat memecahkan cangkang itu. Penjepitnya nggak kefoto karena tangan udah belepotan saos

Satu porsi kepiting yang kami pesan dihidangkan dengan 3 kepiting yang ukurannya besar-besar. Kami cuma pesan menu itu aja. Karena mesan kangkung ternyata kangkungnya habis dan ternyata kangkung yg batal terhidang itu tetap kami bayar. Saya baru ngecek struknya waktu menulis ini.

Satu porsi kepiting ini bisa dinikmati buat 3 orang, untuk berdua kebanyakan. Jadi enaknya datang ke sana rame-rame. Kalau datang ke sana bingung mau ngajak siapa, boleh deh hubungi saya dan suami, kali aja kita pas lagi ada di Balikpapan. Hahahaha…

Kesan terhadap Dandito : Tempat makan yang wah dengan rasa yang wah juga harga yang wah. Buat ukuran saya ya

Karena saya menamainya ke Balikpapan kemarin adalah liburan, maka tak afdhol dong liburan ke Kaltim tanpa ke pantai. Jadi kami menjadwalkan ke pantai minggu pagi. Sepulang dari Handil. Karena saya udah pernah mencicipi pantai di wilayah Klandasan, maka kali ini pantai yang dituju ada di wilayah ujung sononya. Di sekitar wilayah Manggar.

Pantai Lamaru namanya. Saat masuk saya kaget sendiri karena udah ditodong 25 ribu sama petugasnya. Whoalaaah… Ternyata masuk ke sana bayar. Berbeda dengan pantai kemala dan pantai menpora yang saya datangi sebelumnya. Yang cuma bayar parkir doang. Saya kira juga sama, cuman bayar parkir doang. Saya udah ngeluarin uang pecahan 2 ribu, ealaaa… Ternyata ditodong 25 ribu. Dengan rincian untuk masuk 10 ribu per orang dan parkir motor 5 ribu. Rasanya pengin balik deh, ga jadi masuk situ. Tapi, saya tau suami bakalan ga setuju kalau saya balik ga masuk karena hanya ga mau bayar. Hahahhaha.. Jadi tetap deh saya bayar.

Karena udah bayar 25 ribu saya pun ngarep pantai yg baguuss dan cantik, minimal ky pantai2 di Maladewa lah. Hahhahaha… Mimpi siang bolong.
image

image

eaalaaa… Ternyata pantainya ya gitu2 doang. Bagusan kemala malahan. Mungkin karena lagi mendung juga sih, jadi langit tak sedang berwarna biru. Laut pun juga tak berwarna biru.

Belum lagi, saat itu kondisi pantai sedang surut. Jadi buat sampai di bibir pantai dan menikmati jilatan2 ombak perlu berjalan agak jauh dulu. Untunglah ada 2 perahu, jadi bisa narsis rada beda dari pantai lain.
image

Oya, pantai lamaru ini sepertinya dikelola swasta. Terbukti dari tiketnya, ada PT apa gitu tertulis di kop tiketnya. Dan fasilitas yang didapatkan dengan masuk 10 ribu per orang itu hanya menikmati pantai saja. Buat naik boat, banana boat, mobil listrik buat keliling pantai, bayar lagi. Saya sih dengar orang2 teriak, buat naik boat kena biaya… Hemm.. Lupa.. 25 ribu apa per orang. Intinya sih, ga haratiisss… Xixixixi… Perhitungan amat yaks…

Yah, setidaknyaa punya pengalaman ke pantai itu. Walau pun buat balik lagi ke sana.. Hemm… Mikir2 lagi deh. Mending ke kemala aja kali yee.. Letaknya di tengah kota dan haratisss… Kelebihan pantai lamaru ini kalau menurut saya sih cuman garis pantainya yang panjang. Jauh lebih panjang dari kemala. Dan ada beragam fasilitas gitu. Kalau buat bawa anak2 liburan sih oke ya. Tapi kalau buat saya yang cuman mau menikmati suasana pantai plus pengin dapat foto terbaru di pantai buat DP BB. Hahhahaa… Lamaru bukan pilihan yang pas.

image

6 thoughts on “Wiskul di Dandito dan Tamasya di Pantai Lamaru

    • Hahahahaaa…. tumbeeeen laki cepat bener komennya :p :p :p
      Iya, Alhamdulillah…. Ntar itu mau dibikin postingan tersendiri. Tapi nunggu laptop yang satunya dulu bagus ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s