Pecah 2 Telur

Sejak mengenal twitter, entah sudah berapa kali saya mengikuti kuis yang ada di sana. Ya, karena saya memang termasuk pecinta gratisan quiz hunter. Dari yang benar-benar kuis sampai yang berupa interview, kultwit atau apa lah, di mana ntar penanya terbaik akan dapat hadiah gitu, yang biasanya hadiah itu berupa buku, dan saya belum pernah sekali pun menang. Ihiks.

Putus asa kah saya? Iya lah. Perasaan putus asa juga menghinggapi hati saya. Hingga beberapa waktu saya tak lagi mencoba ikut kuis apa pun di twitter. Kalau pun kemudian saya ikutan lagi kuis di twitter beberapa waktu ini, itu lebih karena saya ingin memeriahkan kuis yang diselenggarakan BaW, sebuah komunitas menulis online yang saya ikuti.

Daaaan … Ternyata telur itu pecah minggu kemarin. Di satu kuis yang saya ikuti nama saya di mention menjadi pemenang. Kebahagiaan menang kuis itu saya tuliskan di status saya di mukabuku😀

Inspirasi itu bisa datang dari mana saja.
Jadi kemarin itu ada kuis dari penulis produktif mbak Riawani Elyta dan komunitas @BAWCommunity. Pertanyaan kuis itu adalah Buat kamu yg hobi nulis, menurutmu, bergabung dlm komunitas menulis itu penting gak sih, dan apa alasannya?

Setelah selesai baca pertanyaannya, pandangan sy jatuh pada botol soda kue yang terdiam pasrah di atas kulkas, triiing… Tiba-tiba inspirasi masuk ke otak saya. Saya mau jawab, komunitas itu penting seperti soda kue pada brownies. Tapiiii… kok rasanya nggak nendang. Jadi, gimana kalau soda kue itu diganti ragi, brownies diganti roti? Pikir saya lagi. Kalau ragi kan pengaruhnya besar buanget buat roti. Jadi deh jawaban saya gini :

Komunitas itu penting. Seperti ragi dalam sebuah roti, dibutuhkan buat berkembang. Biar ga bantat

Dan jawaban saya dipilih jadi pemenaaaang. Alhamdulillaaaaaah… Norak deh norak. Soalna seingat saya, saya belum pernah menang kuis di twitter. Jadi ini perdanaaa.. Pecah telooor. Semoga telur2 lain juga pecah satu2.

***

Cerita kedua tentang sebuah buku berjudul My Wedding Story. Buku yang saya dapatkan dari hasil ikutan GA yang diselenggarakan Mbak Ika Koentjoro. Buku itu kemudian saya review di group BaW, dan salah satu teman saya di group, Mbak Binta menyarankan kalau bagaimana review itu diedit lagi dan kemudian dikirimkan ke media. Dalam hal ini, Mbak Binta menyarankan agar dikirim ke Koran Jakarta. Di review itu juga, beberapa nama yang udah sering resensinya dimuat di Korjak memberikan saran-saran terhadap review saya itu. Ada Mbak Nining, ada Mbak Linda dan yang lainnya.

Bahkan Mbak Binta memberikan link resensi beliau yang bukunya senada dengan My Wedding Story, sama-sama antologi gitu. Saya pun copas resensi Mbak Binta ke file komputer saya dan ngebatin, kapan-kapan deh saya edit lagi. Hari demi hari berlalu, resensi itu belum saya sentuh lagi.

Sampai kemudian, kelas Penulis Tangguh yang saya ikuti yang dipandu oleh Mbak Nurhayati Pujiastuti masuk ke kelas artikel. Kelas Penulis Tangguh ini memang tujuannya mengasah tulisan kita untuk dikirimkan ke media-media. Setelah selesai kelas artikel, ada keinginan yang begitu kuat agar saya mengirimkan tulisan non fiksi ke media. Saya pun jadi teringat lagi dengan resensi My Wedding Story. Jadilah, kemudian saya edit ulang tulisan saya itu dengan berpatokan pada contoh yang diberikan Mbak Binta dan arahan-arahan tentang mengirimkan resensi di blog Mbak Binta.

Resensi kemudian siap kirim. Tapi, saya belum scan KTP yang menjadi persyaratan pengiriman resensi. 1-2 hari berlalu, saya tetap aja malas buat scan KTP, padahal saya punya scanner di rumah. Sampai kemudian hari minggu sore sampai malam, saya ngobrol banyak hal dengan Mbak Nining Sumarni, yang hari minggu itu resensi beliau dimuat di Kompas Anak. Dari obrolan itu saya jadi semangat lagi buat scan KTP dan saya lakukan esok harinya setelah shalat subuh. Begitu KTP di scan, saya pun langsung kirimkan tulisan saya itu ke Koran Jakarta.

Prinsip tulis, kirim, lupakan pun coba saya terapkan. Walaupun yaaa… Nggak bisa juga lupa begitu aja. Hehehe… Selasa saya cek ke web koran Jakarta, yang muncul di sana bukan resensi saya. Rabunya, sewaktu saya bangun tidur, di hape saya sudah ada notif dari Mbak Naqiyyah Syam yang mengabarkan kalau resensi saya dimuat hari itu, Rabu, 20 November 2013. Alhamdulillah…. Pecah telur deh yang kedua, tulisan saya bisa tembus media.

Link resensi saya di KorJak ada di sini

Oh ya, di sana saya disebut mahasiswi… Hahahahaha…. Jadi ceritanya gini, dari blog Mbak Binta itu kan ada dibilang ditulis juga pendidikan terakhir, maka saya tulis lah almamater saya : Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Eaaa…. Ternyata malah ditulis mahasiswi, setelah saya tanya-tanya ke Mbak Binta, kata Mbak Binta beliau tambahin kata alumni di pendidikan terakhir itu, jadi ditulis alumni gitu. Dan saya tidak menuliskannya, jadi deh ditulis mahasiswi. Mungkin karena wajah saya kelihatan unyu-unyu ya, soalna kan diminta menyertakan foto diri juga. Ehehehe…..

Saya copaskan cara mengirim resensi ke Koran Jakarta. Sumber dari blog Mbak Binta, Mbak Binta sendiri dapat dari blog Mak Haya Aliya Zaki😀

Kirim resensi Anda ke Rubrik Perada e-mail :
opini@koran-jakarta.com/ opinikoranjakarta@gmail.com/ opinikoranjakarta@yahoo.co.id 

Syarat tulisan:
1. Panjang minimal 4.000 karakter (dengan spasi)
2. Orisinal
3. Komprehensif dalam mengupas
4. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
5. Menggunakan logika bahasa yang mudah dicerna
6. Tidak salah ketik
7. Menyertakan kutipan-kutipan buku
8. Menyertakan cover buku
9. Terbit paling lama setahun sebelumnya.

Jangan lupa menyertakan:

1. Kartu Identitas (KTP)
2. Nomor kontak yang dapat dihubungi
3. Foto diri
4. Nomor rekening
5. Pendidikan terakhir.

Saya sarankan untuk mengetik semua alamat email ketika dikirim, kan ada fasilitas cc dan bcc. Gunakan itu. Soalna ada satu alamat email dari 3 di atas yang kena si emon (failure daemon maksudnya)😀

23 thoughts on “Pecah 2 Telur

  1. selamat ya…. asyik….🙂

    saya termasuk pemburu kuis buku di dumay, twitter, FB, dan blog… sejak awal saya FBan dan Twitteran sudah banyak buku saya dapet karena menang kuis atau lomba nulis ringan.. Rejeki yang besar banget buat saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s