Frankfurt to Jakarta (Janji, Kenangan dan Takdir)

Bagaimana rasanya jika suatu hari seorang istri mengetahui kalau suaminya masih menyimpan rasa pada mantannya? Terlebih belum ada pernyataan ‘berakhir’ antara sang suami dengan mantan? Dan juga saat mendapati bahwa sang mantan itu lebih segala-galanya dari seorang perempuan lugu yang berstatus sebagai istri? Hooo… Nyesak dong ya. Itulah cerita yang saya temukan dalam sebuah novel berjudul Frankfurt to Jakarta.

Frankfurt to Jakarta (selanjutnya kita sebut FtJ) adalah karya duet dari mbak Leyla Hana dan mbak Annisah Rasbell. Awal membuka novel itu, saya kaget lho mendapati ada nama saya di ucapan terima kasih. Ya ampyuuun.. Saya langsung terharu gimana gitu. Benaran nggak nyangka ada nama saya tertulis di sana. Langsung saya foto dan kasih tau teman-teman. Hihihi…


Kembali ke novel, FtJ dibuka dengan cerita seorang Rianda yang baru mendarat di Bandara Frankfurt am Main. Rianda ke Frankfurt dalam rangka melanjutkan pendidikannya di sana. Ketika di bandara seorang teman baiknya menjemput Rianda bersama seorang pria bernama Fedi. Kemudian, selalu ada Fedi dalam hari-hari Rianda di Frankfurt.

Fedi yang baik, Fedi yang perhatian, Fedi yang berhasil menempati tempat istemewa di hati Rianda, begitu juga sebaliknya. Fedi juga lah yang sebelum meninggalkan Frankfurt mengatakan pada Rianda bahwa dia akan menunggu Rianda di tanah air. Setting Frankfurt diceritakan dengan sangat detail dalam novel ini, terlihat sekali kalau penulisnya benar-benar menguasai setting Frankfurt.

Bab selanjutnya cerita berpindah ke Bogor dan Depok dengan segala hiruk pikuknya. Seorang gadis bernama Andini menjadi tokoh utama dalam setting Bogor-Depok ini. Andini adalah gadis yang ingin menempuh pendidikan tinggi, minimal sampai tingkat sarjana kemudian menjadi wanita karier. Namun keinginannya ini terkendala akan kebiasaan dalam keluarganya di mana anak gadis dalam keluarganya itu seharusnya menikah muda kemudian menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

Hal yang membuat Andini kebat kebit dan kebingungan saat rencana pernikahannya digelontorkan keluarganya. Padahal saat itu kuliahnya belum selesai. Andini pun hanya bisa mengikuti rencana keluarganya saja dengan pasrah. Namun, saat hari di mana dia bertemu dengan calonnya, Andini sukses tertarik pada pria yang akan menikahinya itu. Siapa pria itu? Namanya Fedi. Yup. Fedi yang sama yang ditemui Rianda di Frankfurt. Fedi yang sama yang berkata pada Rianda bahwa dia akan menunggu Rianda di tanah air. Lah? Kok bisa Fedi malah menikah dengan Andini? Ada apa ini? Ada apa ini? *Tendang Fedi rame-rame yuks. Hahaha…*

Itulah yang bikin saya penasaran akan jalannya cerita. Dua bab awal saja saya sudah penasaran dan sibuk menebak-nebak. Menebak-nebak apa hubungan Rianda dengan Andini. Setelah beberapa halaman dan mengetahui kalau Fedi lah yang menghubungkan mereka, saya penasaran kenapa kok bisa Fedi yang sudah melamar Rianda malah menikah dengan Andini?

Kemudian saya penasaran lagi dengan pernikahan yang dijalani Andini dan Fedi, bisakah Andini menyelesaikan kuliahnya? Bahagia kah pernikahan mereka? Apa Fedi sudah benar-benar melupakan Rianda? Begitulah, semua yang terjadi di novel ini bikin saya penasaran melulu. Saya terjerat masuk dalam kehidupan tiga manusia :Fedi, Andini dan Rianda.

Yup.. Ini adalah kisah cinta segitiga. Hal yang tergambar sangat jelas dari covernya. FtJ ini ditulis oleh dua orang penulis. Dan kita bisa melihat pembagian yang cukup jelas dalam menulisnya. Mbak Annisah Rasbell yang di biodatanya tertulis pernah mengecap pendidikan di Frankfurt tentulah yang menghandle peran Rianda. Sedang Andini, adalah hasil dari tarian jemari mbak Leyla Hana.

FtJ
Novel ini juga terasa beda dengan novel-novel yang pernah saya baca karena ada perbedaan PoV yang dipakai. Andini menggunakan PoV orang ketiga, sedangkan cerita Rianda memakai PoV orang pertama. Seingat saya, ini adalah novel pertama yang saya baca di mana ada dua PoV yang berbeda. Novel yang memakai banyak tokoh dalam penceritaannya memang banyak. Dan biasanya yang saya temukan mereka konsisten memakai PoV 1 atau 3.

Di cover novel ini tertulis novel inspiratif. Saya tidak akan protes dengan tulisan itu. Karena selepas membaca novel ini ada beberapa hal yang menginspirasi saya. Di antaranya : Pintar-pintarlah berias untuk suami. Wkwkwkwk… Jangan pakai daster mulu ah walau di rumah. Eh tapi kalau suami senangnya kita pakai daster gimana? Hahahaa…

Inspirasi lain walau hanya di rumah, kita harus mengupgrade informasi, Mak. Biar nggak kuper. Biar masih bisa nyambung kalau ngomong dengan suami. Hal ini juga sempat saya diskusikan dengan suami dan dia bilang kalau saya kerap lebih update informasi dari dia. Contohnya soal makam Uje, kan saya yang jelasin ke dia duduk persoalannya kenapa bisa rame gitu. Eaaa… Istrinya update karena nonton infotaiment dan baca detik hot.

Inspirasi selanjutnya saya kembali disadarkan bahwa memang benar manusia itu kerap merasakan kalau rumput tetangga itu selalu terlihat lebih hijau, ya, Cyin. Lihat saja ketika Andini dan Rianda ketemu. Mereka saling iri satu sama lain. Andini iri dengan keberhasilan karier Rianda yang begitu memukau di matanya. Menjadi seperti Rianda adalah impian Andini. Semantara Rianda cemburu dengan Andini yang telah menjadi seseorang yang sah di mata hukum dan agama bagi seorang pria yang telah memporakporandakan hatinya tapi masih begitu dipujanya.

Dan masih banyak lagi hal yang saya dapatkan di novel ini yang kalau saya ceritakan satu-satu bisa sepanjang novelnya ntar. Hehehe…

Saya suka sekali dengan novel ini walaupun saya merasakan ada sedikit ketidakmulusan dalam alur. Mungkin hal ini disebabkan karena tidak ada bab gabungan antara tokoh dengan sudut pandang Rianda dan Andini. Jadinya, hal yang seharusnya menjadi kejutan pada cerita Andini, menjadi bukan kejutan lagi karena sudah disebutkan pada cerita Rianda. Seperti kita sudah melangkah beberapa meter, kemudian harus dipaksa mundur lagi. Mungkin ada baiknya cerita dipotong-potong, sehingga alur majunya menjadi konsisten walau harus menggabungkan cerita dari sudut pandang Andini dan dari sudut pandang Rianda dalam satu bab.

Akhirul kalam, saking sukanya sama novel ini saya sampai berniat untuk wawancara salah satu penulisnya atau keduanya sekaligus. Semoga bisa terlaksana ya dan hasil wawancaranya bisa tayang di blog ini.

Quote favorit saya dalam FtJ

“Kau punya dunia yang tak bisa kujangkau, dan aku punya harapan yang mungkin tak bisa kaupenuhi.”

Judul Buku : Frankfurt to Jakarta
Penulis : Leyla Hana dan Annisah Rasbell
Penyunting, Penerbit, Tata letak, Cover : (diborong semua oleh) Tim Edu Penguin
Tebal : 320 halaman
Tahun Terbit : 2013 (Juni, Cetakan Pertama)

23 thoughts on “Frankfurt to Jakarta (Janji, Kenangan dan Takdir)

      • aku suka beli di scoop Yan. yg gramediana itu aku belon coba soalnya app untuk tab aku kan si robot itu kayaknya belon bagus app-nya. kalo mau dipake di hp males bacanya, kekecilan hiks .

        ehh kayaknya dari kal-jawa ada banyak ekpedisi yang pake kapal deh. coba cek, bisa lebih murah perkilonya. aku kemaren pake DAKOTA dan emang mahal karena mereka gak ada yang dari laut katanya😦

        temen si matt ada pindahan dari kalimantan selatan ke medan, biaya ongkir bukunya aja 14 juta. kapok gak tuhh hahahaha

    • Hah? 14 juta? *pengsan*
      Ynt selama ini buku2 nggak semua diangkut, Mbak. Yang beli sebelum nikah masih di rumah ortu. Sebagian juga ada di rumah mertua. OMG… penuh2in rumah mertua jadinya dengan buku2 ynt.

      Belum pernah sekali pun beli ebook, Mbak. Gaptek. Padahal pengin nyoba. Beberapa kali baca naskah teman pakai jinot (galaxy note) enak aja sih bacanya. Ntar mau nyoba deh beli ebook.

      • iya RI🙂 buku2nya yg tebel2 itu buanyak banget. sekamar kali ya kalo ditumpuk2 hahha. kalo kerumahnya kita bisa nemu buku apa aja kayaknya.

        coba kamu donlot si scoop itu dulu trus donlot majalah yg gratisan deh. kalo suka bacanya, baru coba beli buku yg kamu pengenin

  1. Kayaknya menarik ya ceritanya, sayangnya aku suka suudzon duluan sama cover buku yg model imut2 gini, suka di lewatin aja pdhal ini cerita menarik sekali.. thanks ya mbak sudah meriviewnya dng bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s