Paket Komplit dalam Kesturi dan Kepodang Kuning

Kenal yang namanya kepodang?

Tadinya saya pikir kepodang itu semacam kupu-kupu atau capung. Eaaa… Ternyata burung tho. Penasaran dengan kepodang karena baru saja menyelesaikan novel yang judulnya Kesturi dan Kepodang Kuning. Oya, kalau bicara Kesturi, ingatnya nama buah, jadi awalnya mengira ini adalah cerita tentang buah dan binatang sejenis kupu-kupu. Hahaha… Ternyata salah. Kesturi adalah nama orang, nama seorang bayi cantik dari seorang ibu bernama Sriyani.

Gambar
Yang menakjubkan adalah Kesturi, si bayi cantik itu bersahabat dengan Kepodang, seekor burung yang diberi nama Srikandi oleh Sriyani. Persahabatan yang ajaib, Kesturi kerap bercengkrama dengan burung Kepodang itu di pagi hari. Hal yang menarik perhatian seorang pemuda bernama Satrio yang memang sedang melakukan penelitian burung kepodang yang mulai susah ditemukan. Satrio pun meminta izin kepada Sriyani buat mengambil video keakraban Kesturi dengan Kepodang Kuning setiap hari.

Kedatangan Satrio ke gubuk Sriyani, kemudian menimbulkan perasaan yang berbeda dalam relung hati Sriyani. Betapa pun dia membenci yang namanya laki-laki tapi kehadiran Satrio dengan segala kebaikan hati dan kesantunannya menjadikan Satrio pengecualian dari lelaki-lelaki yang dibencinya. Sekerap apa pun Sriyani memperingatkan dirinya kalau dia tidak setara dengan Satrio yang priyayi, tetap saja hal itu tidak melunturkan perasaan Sriyani.

Konflik demi konflik kemudian mengisi kehidupan Sriyani dan Kesturi dalam menjalani hari-harinya. Kehadiran kembali ‘ayah’ Kesturi yang membuat Sriyani berang,  juga adanya proyek pembangunan waduk di mana gubuk Sriyani dan tanah warisan orangtuanya mesti tergusur. Sriyani juga harus menahan cemburu saat Satrio terlihat akrab dengan seorang dokter yang terlihat sepadan bersanding dengan Satrio.

***

 Kesturi dan Kepodang Kuning adalah karya terbaru dari penulis yang sudah lama berkiprah di dunia kepenulisan : Afifah Afra. Kali ini novel beliau diterbitkan oleh Elex Media Kompetindo, yang ketika membuka sampul plastiknya saya jadi terpesona dengan covernya. Tesktur covernya ketika disentuh terasa nyaman sekali di tangan saya. Hahaha… Saking terpesonanya saya kemudian bermimpi pengin suatu saat karya saya juga diterbitkan Elex (gimana mau terbit, nulisnya aja malas? Belum lagi kemungkinan ditolak. Duileee… Pesimis amat :p)

    Dan seperti karya-karya mbak Afifah Afra sebelum-sebelumnya, saya (lagi-lagi) terpesona dengan diksi yang ada di sepanjang cerita Kesturi dan Kepodang Kuning. Menawan, manis dan lembut yang membuat saya ketika membacanya tak ingin berhenti. Tapi apalah arti diksi yang memesona jika tak disertai dengan konflik yang menarik?

Nah, seperti paket komplit saja, novel ini juga menghadirkan konflik dan intrik pada setiap tokohnya, tidak hanya tokoh utamanya tapi juga pada tokoh-tokoh pendamping. Konflik yang bukan hanya sekadar cinta tak tergapai seorang wanita biasa terhadap lelaki istimewa, tapi juga konflik lain yang lebih… Hemm… Berisi.

    Ada cerita tentang proyek pembangunan waduk yang sangat kental tercium aroma korupsinya. Proyek yang bernada mensejahterakan rakyat dengan janji keberlimpahan air kemudian menggusur rumah-rumah dan sawah penduduk dengan harga yang sangat murah.

    “Apakah, untuk bisa mendapatkan proyek, harus pakai cara-cara seperti ini?”
“Seperti apa maksud Anda?”
“Yaah.. Menyuap pejabat, menyetor upeti, dan bahkan mengintimidasi seseorang sampai nyaris tewas. Nggak ada cara-cara yang fair buat menang proyek?”

    Itu salah satu dialog yang ada dalam novel ini. Dan pertanyaan salah satu tokoh di dalamnya itu juga menjadi pertanyaan saya. Ada yang mau jawab?

    Selain itu novel ini juga mengangkat tema tentang kepedulian terhadap lingkungan juga selipan nilai kebaikan di dalamnya. Kompliiiit. Selain terhibur juga bikin mikir.Tapi walau banyak liukan konfliknya novel ini masih tetap asyik dan nyaman untuk dinikmati. Ah, jadi pengin baca novel-novel sejenis ini lagi. Ketagihan😀

Oya, Ada satu tokoh yang bikin saya gregetan karena merasa tindakan dia lah yang berperan penting kenapa jalan cerita menjadi seperti itu. Siapakah dia? Bu Martini, istri Pak Suseno. Kalau dia merasa ada bahaya yang mengintai Sriyani kenapa hanya memperingatkan dengan kata-kata yang agak susah di mengerti Sriyani. Ergghhhh…. Tapi kalau ga gitu, konflik-konflik ga bakalan terjadi😀

Judul : Kesturi dan Kepodang Kuning

Penulis : Afifah Afra

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit : 2013 (Cetakan Pertama)

Tebal : 312 Halaman

kesturi dan kepodang

15 thoughts on “Paket Komplit dalam Kesturi dan Kepodang Kuning

    • Di Gramedia InsyaAllah ada mbak. Kan terbitan elex, satu perusahaan ama gramedia *moga saya ga salah*😀
      Kalau di ol shop kayakna juga ada mbak Rizka. Terbitan penerbit major biasanya tersebar aja di Gramed dan ol shop. Salam kenal juga mbak Rizka😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s