Menikmati Makanan Khas Banjar di Haur Gading Balikpapan

Kayak iklan teh jadinya :p

Kayak iklan teh jadinya :p

Haur Gading adalah nama rumah makan yang menyajikan makanan-makanan khas Banjar di kota Balikpapan. Letaknya ada di belakang Pasar Inpress, Kebun Sayur. Sebagai urang Banjar yang mengelana di Kaltim tentulah saya antusias sekali ingin mencoba menu-menu di rumah makan itu ketika mengetahui info tentang Haur Gading di salah satu blog. Terlebih letaknya dekat dengan rumah mertua saya.

Pertama menikmati menu di Haur Gading pada bulan april kemarin. Saat suami bersama kakak saya mencari makan siang. Maka saya pun berpesan ke suami agar mencarikan makan siang dengan menu Banjar saja. Karena abah dan mama saya yang waktu itu ada di Balikpapan, kurang menyukai masakan-masakan yang rada aneh. Lidah beliau Banjar banget. Dan ternyata pilihan suami saya adalah Haur Gading. Tapi nggak makan di situ, lauk dan nasinya dibungkus aja.

Saya yang ikut menyantapnya merasakan masakannya biasa saja. Ya iya lah, waktu itu kan saya sedang dirawat di rumkit, dengan kondisi fisik dan psikis yang tidak prima. Mana bisa menikmati makanan enak. xixixixi…. Terlebih waktu itu nggak ada kecap di rumkit. Apalah arti ikan bakar tanpa kecap? Wkwkwk….

Daftar menu di Haur Gading

Daftar menu di Haur Gading

Kembali menikmati Haur Gading waktu sebelum Ramadhan kemarin. Saya memesan pais (pepes) patin, sementara suami memesan kakap bakar. Dan saya dibuat ternganga ketika menikmati pepes patinnya. Rasanya luaaar biasaa.. Maknyusss.. Top Markotop. Wkwkwk…

Bumbu kuning yang membalut ikan patinnya itu benar-benar menggoyangkan lidah saya. Dipadu dengan ikan patin yang masih terasa segar dan aroma daun pisang yang membungkusnya ketika dibakar. Dan yang tak boleh dilupakan adalah sambal dengan irisan buah mangga muda di atasnya. Nikmat sekaliii… Segala yang tersaji pada pepes patin itu tidak saya lewatkan untuk disantap, sampai ke irisan-irisan tomatnya pun saya lahap. “Tidak dibiarkan tersisa sedikitpun ya,” celutuk suami saya melihat istrinya kalap makan. Hahaha….

Pepes Patin, lalapan dan sambal

Pepes Patin, lalapan dan sambal

Setelah lebaran, pas pulang dari mudik, saya dan suami kembali meluncur ke Haur Gading. Udah kangen banget dengan pepes patinnya yang ngangenin itu. Tapi rupanya saat itu belum banyak stok bahan baku dari suplier yang masuk ke Haur Gading. Atau mungkin saat itu Haur Gading baru buka pasca lebaran, sehingga menu yang tersaji cuma Patin Bakar dan Ayam Bakar. Kami kemudian mengurungkan niat buat makan di sana. Penginnya pepes patin aja.

Libur 17an saya dan suami kembali ke Balikpapan dan kali ini kami pun melangkahkan kaki ke belakang pasar Inpress Kebun Sayur lagi, letak Haur Gading. Saya tersenyum lega karena dari jauh udah melihat tumpukan pepes patin yang masih dibalut daun pisang. Horeeee… Ada pepes patin. Saya pun langsung pesan pepes itu dan suami mesan udang galah bakar. Pepes patinnya tetap top markotop dan udang galah bakarnya pun tak kalah maknyus. Aroma udang bakarnya langsung menggelitik hidung saya ketika disajikan di hadapan saya.

Udang Bakar

Udang Bakar

Ada pilihan untuk kuah, sup atau sayur bening. Saya selalu mesan sayur bening :)

Ada pilihan untuk kuah, sup atau sayur bening. Saya selalu mesan sayur bening🙂

Untuk harga, standar lah ya. Kemarin untuk makan berdua sekitar 70-80 ribu gitu. Saya lupa persisnya. Tapi menu pepes patin dan udang galah bakarnya sangat sayang untuk dilewatkan kalau ingin wiskul di Balikpapan. Apalagi buat urang Banjar.

23 thoughts on “Menikmati Makanan Khas Banjar di Haur Gading Balikpapan

  1. diah indri says:

    hwaaa udangnyaaaa
    btw, pating enak ya di pepes, sy suka makan patin tapi dimasak bumbu kuah
    kapan2 pengen bikin patin pepes ah, itu bumbunya kyknya g pake cabe ya yanti pepesnya?

    • enak banget, Mbak Indri. dipepes dan dibakar enak😀
      Tapi yanti juga ga tau ini resepnya apa. Hehehe… Coba googling aja mbak. Ga pedas sih, Mbak. Tapi ynt pernah nemu cabe merah besarnya diiris tipis aja mbak. Jadi ama tomat dan belimbing wuluh jadi pelengkap gitu.

    • iya, Mbak Tin. Dari bahasa juga agak mirip. Malah kata ibunya teman kemarin logat juga mirip. Kalau ynt sih ngerasanya kalau logat ga mirip2 banget😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s