Monsters University (The Movie)

   Gambar

Setelah nonton film, drama atau baca novel, saya kerap mempertanyakan pada diri sendiri, apa sih yang saya sesuatu yang saya dapat dari tontonan atau bacaan itu? Apa sekadar hiburan saja? Yang setelah selesai berlalu tanpa memberi kesan. Tidak ada nilai yang bisa diambil. Dan hal itu mempengaruhi penilaian saya terhadap bacaan atau tontonan itu. Bagus atau tidaknya menurut saya amat sangat tergantung dengan hal itu.

    Makanya waktu nonton man of steel 2 minggu yang lalu, saya kebingungan sendiri tentang sesuatu yang membekasnya itu apa? Selain kehancuran di sana sini akibat pertempuran Kal El dengan musuhnya itu. Ada sih sedikit yang bikin saya haru, hubungan antara Clark dengan orangtua angkatnya. Selebihnya? Hummm…. Entahlah. Mungkin saya yang tak terlalu jeli menangkapnya. Tapi itu juga lah yang bikin saya bingung mau nulis reviewnya. Apa yang ditulis?

    

Beda sekali selepas saya nonton Monsters University minggu malam kemarin. Aaaaa…. Kereeen. Begitu keluar dari studio saya langsung bilang dan heboh sendiri kalau filmnya tadi itu keren. Banyak sesuatu yang bisa dijadikan pelajaran. Beda banget waktu habis nonton man of steel, ketika suami dan adek ipar ngomong tentang kerennya film itu saya cuma bengong. Heran kerennya di mana. Ahahaha….. Sorry buat penggemar man of steel.

Gambar
    Monster University adalah film animasi produksi Pixar Animation Studios, bercerita tentang Mike Wazowski. Mike Wazowski adalah seorang monster bertubuh hijau dan bermata satu. Jauh sekali dari kesan seram dan sering dipandang sebelah mata oleh teman-temannya. Tapi dia berhasil memasuki Monster University dan terobsesi buat mencapai prestasi yang mengagumkan di kelas paling populer di Monsters University yaitu kelas menakuti. Tujuan kelas menakuti ini bikin anak-anak kecil ketakutan sewaktu mereka tidur.

    Di kelas menakuti juga hadir James Sullivan, berbeda dengan Mike, James Sullivan bentuk tubuh yang menyeramkan. Terlebih nama Sullivan yang dia sandang. Dia seperti sudah mewarisi bakat alam untuk menakuti. Hal yang membuat Sullivan alias Sully merasa enjoy saja dengan pelajaran-pelajaran di kelas. Sully malah tidak membawa pensil ketika hari pertama masuk kelas.

    Dengan bakat alam yang dimiliki Sully menyebabkan Sully malas belajar. Sementara Mike, dia berusaha keras untuk menjadi yang terbaik. Berusaha keras untuk tampil menyeramkan. Mike belajar dengan gigih, membaca semua buku yang ada di perpustakaan. Semua teknik menakuti dia kuasai. Tapi prakteknya? *geleng2 kepala* Mike bukan sosok yang menyeramkan.

    Kemudian di Monsters University ada satu perlombaan yang pesertanya berkelompok. Perlombaan bergengsi tentang takut menakuti. Mike tentu ingin ikut serta. Dan dia menggandeng tokoh-tokoh yang tak dilirik di Monsters University, karena hanya sosok-sosok yang tak dilirik itu yang bersedia bergabung dengan Mike. Tapi yang namanya Mike dia tetap optimis kalau dia bisa. Eaaa… Grupnya si Mike kekurangan peserta. Maka bergabunglah Sully yang tadinya bermusuhan dengan Mike. Walau satu grup tapi mereka tetap saja bersaing dan mempertahankan ego masing-masing… Sampai… Ah, sudahlah, Ntar kalau kebanyakan spoiler lagi. Hehehe…

    Alur ceritanya emang agak mudah ditebak ya. Standar lah kisah-kisah seperti ini. Tentang yang tak punya kemampuan apa-apa, belajar gigih, ikut perlombaan, kalah di awal dan bla bla bla. Ketika perlombaan itu selesai, saya sudah berkemas-kemas dan bersiap meninggalkan bangku bioskop. Tapi ternyataaaa…. Masih ada sesuatu yang beda dari alur yang biasa itu. Membelokkan dugaan saya sebelumnya. Dan sesuatu yang beda itu mempercantik jalan cerita.

    Banyak hal yang bisa dipelajari dari film yang durasinya ga selama Man of Steel. Tentang bakat yang kalau tidak disertai dengan belajar juga akan merobohkan kepedean kita. Tentang kerja keras walau tak ada bakat. Tentang kerja tim, mengalahkan ego pribadi untuk kemajuan bersama. Tentang kemenangan yang terasa hampa kalau disertai dengan kecurangan di dalamnya. Juga tentang ketakutan-ketakutan anak kecil saat tidur malam. Film ini menggambarkan betapa para monster bekerja keras untuk bisa membuat anak kecil takut. Kalau udah gitu, ngapain juga kita mesti takut ama monster?

    Walau judulnya monster tapi ini film animasi yang ga seram. Sewaktu nunggu studio di buka, di dekat saya banyak sekali anak kecil yang juga mau nonton. Waktu liburan sih ya. Dan film ini juga animasi yang pas buat ditonton anak kecil. Emang segmen yang dituju para anak kecil ya.

    Film yang menyenangkan buat ditonton, ada lucunya dan sarat pelajaran dari ceritanya. Tadinya saya pikir film ini adalah sekuel, karena beberapa hari sebelumnya suami sempat nonton satu film yang katanya ada hubungan dengan film Monsters University ini. Ternyata yang ditonton suami adalah Monsters Inc. Monsters University adalah prekuel dari Monsters Inc, jadi setting ceritanya sebelum Monsters Inc walau waktu rilisnya Monsters Inc jauh lebih dulu dari Monsters University. Belibet amat yah.. Hehehe…

    Kesimpulannya… Film yang bagus🙂

19 thoughts on “Monsters University (The Movie)

  1. Pixar kenapa bikin sequel mulu sih.
    Walau Monster Inc bagus, saya tak terlalu minat sama kelanjutan Sully cs.
    Habis ini ada Finding Dory.
    Walau Nemo keren, saya ga tertarik sama kepikunan Dory.
    Ingat kasus Cars 2 yang hancur.

    • Belum ketemu ide yang cetar kali ya. Tadi malam nonton monster Inc dan saya lebih suka monsters university. Entah karena monsters university saya nonton di bioskop atau karena emang bagusan monsters university. Entahlah🙂

  2. aku jarang nonton film animasi. satu dari sedikit yang kutonton itu how to train your dragon. trus aku kalau film jua lebih suka drama ketimbang action

      • Kalau drama nonton di dvd atau download aja ka lah. Makanya ulun mikir 4 kalian handak nonton refrain. Kada lawas kaluar dah dvdnya. Tapi yang nyesak 5 cm. Milih nonton ainun habibie, sakalinya dvd 5cm kada keluar2 sampai wahini. Hohoho…

  3. aku penggemar film animasi, paling favorit sepanjang masa itu Finding Nemo, hehehe
    Btw, kurang tertarik nonton Monster univ krn ada yg ngereview kurang bagus, masih bagusan Monster Inc katanya
    Tapi ada juga beberapa yg bilang bagus *jadi galau

    • Aku lebih suka Monsters University, An. Entahlah, mungkin pengaruh nonton di bioskop juga ya. Kalau Monster Inc nonton di laptop. Hehehe… Aku malah baru nonton animasi karena nikah ama seorang sufi (suka film). Kalau aku kan supel (suka nopel alias novel. Hehehe…)

    • Hahahahaha…. Betol mbak. Perlu direkomendasiin ke Pixar tuh ya. Cepat banget deh ya kalau film keluar versi onlinenya. Ingat man of steel. Belom nonton tapi tiket udah di tangan, mampir ke kios dvd, udah ada yang jual dvdnya. Hihihi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s