[Review] The Cousins – Dian Onasis

Gambar

Judul : The Cousins (Flama Elementa)

Penulis : Dian Onasis

Editor : Beby Haryanti Dewi

Tahun : 2013 (Cetakan Pertama)

Penerbit : Pelangi (PT. Penerbitan Pelangi Indonesia)

 

Papanya Vito menghilang secara misterius.

Hal itulah yang kemudian membuat Vito harus tinggal di rumah Lex, sepupunya. Di mana di rumah Lex sudah ada 2 sepupu yg lain yaitu Max dan Morrin. Max dan Morrin tinggal dan menyatu menjadi keluarga Lex karena ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan pesawat. Ihiy.. Rumah Vito ramai bener ya banyak yg tinggal di sana. Hihihi…

Tapi kehadiran Vito memberikan warna lain di rumah Lex. Jika Max dan Morrin bisa kompak dengan Lex malah mereka bertiga membentuk grup band yang bernama The Cousins. Vito justru memamerkan sikap tak bersahabat buat mereka bertiga di hari pertama kehadirannya di rumah Lex. Vito cuek terhadap sapaan 3 sepupu itu, malah membuat Morrin marah karena mengatakan gelang kulit dengan batu quartzred yang dipakai Morrin tak berhak dipakainya. Padahal Morrin membeli mahal gelang itu. Gelang yang sejak memakainya membuat Morrin sering emosi dan menjadi pemarah.

Ada apa dengan Gelang kulit berbatu quatzred itu? Vito juga penasaran mengapa dia begitu tertarik dengan gelang yang dipakai Morrin. Sampai pada satu ketika saat gelang itu ada di tangan Vito, batu quartzred itu malah lepas dari gelang kulit dan kemudian menyusup di kedua lengan Vito. Hal yang kemudian membuat Vito punya satu kekuatan : Flama Elementa. Kenapa batu quartzred itu membuat Vito bisa menyalakan api di tangannya?

Vito juga kemudian bertemu dengan papanya. Bukan pertemuan biasa, karena papa yang ditemuinya berbentuk hologram. Dan apa yang dijelaskan papanya membuat Vito terkejut. Tentang ras terranian, planet terra,Jendral Thrill, dan 3 elementa.

Sementara Vito penasaran dengan misteri tentang papanya, The Cousins sedang menyiapkan diri ikut festival band. Mereka pun merekrut seorang pelatih bernama Om Jovan. Om Jovan yang begitu tertarik pada sosok Vito padahal Vito tidak tergabung dalam grup band the Cousins. Om Jovan malah menghilang saat The Cousins menghadapi momen penting, tampil dalam festival band.

Sebenarnya siapa Om Jovan? Ada apa dengan batu Quartdred itu? Ke mana papanya Vito? Dan kenapa Vito mempunyai kekuatan flama elementa? Penasaran? Samaaa… Sy juga penasaran dengan hal-hal itu. Rasa penasaran yang membuat saya tak sabar menghabiskan lembar demi lembar buku ini.

***

Melihat cover buku The Cousins ini seperti melihat buku terjemahan. Terlebih dengan sinopsis yang ada di belakangnya. Nama Lex, Max, Morrin dan Vito terdengar asing. Untungnya ada nama Dian Onasis yang jadi penulisnya, juga 2 nama endorsers yang Indonesia banget. Hehehhee…

Tadinya saya berpikir ini buku juga dengan setting luar negeri dengan tokoh orang bule, karena nama yang dipakai tokoh-tokohnya itu. Tapi ternyata tidak, walau tidak disebutkan di mana setting cerita ini, Indonesia-nya kerasa dan Papanya Vito juga dijelaskan hilang di Lombok. Malah, nama asli salah satu tokohnya adalah Nike Ardilla. Hahahaha….

Cerita tentang misteri yang dicampur dengan fantasi ini bikin saya penasaran dan membuat saya bisa menuntaskannya dalam waktu singkat. Hal itu juga karena penyajian ceritanya ga ngebosanin. Juga deskripsi tokohnya yang jelas, saya paling suka dengan Morrin.

Ceritanya juga sangat terasa filmis. Dalam imajinasi saya ceritanya berjalan seperti film, dalam satu dua scene saya malah ikut merasakan detik-detik ketegangan. Semisal ketika Vito menjelma menjadi manusia api dan dia berusaha mengembalikan tubuh normalnya sementara saat itu Max sepupunya yang pingsan, mulai terbangun. Duh, saya ikut tegang. Jangan sampai Max tahu tentang ‘keanehan’ Vito.

Tapi saya juga merasa heran dengan karakter Vito yang menunjukkan rasa tidak bersahabatnya pada Lex cs. Padahal dalam cerita disebutkan papanya pernah memberi nasehat ‘Jika kita memasuki kawasan asing dan sepi, kita harus pintar-pintar beradaptasi. Bla bla bla..’. Seharusnya jika Papanya memberikan nasehat itu dan Vito masih mengingatnya dengan jelas, Vito lebih bisa menampilkan sikap bersahabatnya pada Lex cs di awal cerita. Tapi ya sudahlah, Vito akhirnya mencair kok. Mungkin di awal dia terlalu banyak pikiran aja ya atau capek karena perjalanan jauh seperti sangkaan mamanya Lex.

Masih banyak cerita yang terbuka untuk dilanjutkan ke dalam sekuel novel ini. Karena di The Cousins hanya berpusat pada flame elementa, jadi lanjutannya sepertinya watera elementa dan aira elementa🙂

Kita tunggu saja ^^

11 thoughts on “[Review] The Cousins – Dian Onasis

    • pengetahuan ynt terhadap novel anak sedikit sekali mbak In. Hihihihi…
      Jadi kemarin juga cerita2 sama suami tentang cerita fantasi. Tentang ini itu dan lain-lain😀

    • Mungkin 3 kali ya, sesuai jenis kekuatannya😀
      Tadi nanya sama penulisnya, moga tahun depan sudah ada lanjutannya katanya. Kita doakan saja moga lancar. Iya ya bikin penasaran🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s