The Teashop Girls (Sehangat harapan, semanis persahabatan)

Gambar   Judul : The Teashop Girls (Sehangat harapan, semanis persahabatan)
    Penulis : Laura Schaefer
    Penyunting : Ida Wajdi
    Penerjemah : Silvia L. Namira
    Desain Sampul : Fahmi Ilmansyah
    Penerbit : Noura Books (PT. Mizan Publika)
    Cetakan I, Maret 2013

Seperti judulnya The Teashop Girl bercerita tentang teh, yang ketika membacanya membuat saya seperti didesak-desak untuk menikmati secangkir teh dan akhirnya beneran menyeduh teh malam itu juga.

    TTG menceritakan tentang Annie, seorang gadis ABG karena usianya 13 tahun yang sangat menggemari teh. Annie juga jatuh cinta dari siapa pun pada kedai teh milik neneknya, Louisa. Kedai teh itu bernama Steeping Leaf. Sampai-sampai Annie ingin bekerja di sana. Yang pada akhirnya keinginan Annie bekerja di Steeping Leaf direstui orangtuanya dan disetujui oleh Louisa, sang nenek. Annie juga semakin ingin bekerja di Steeping Leaf karena ada seorang cowok bernama Jonathan yang bekerja di sana yang suka diamatinya diam-diam.

    Bergelut dalam Steeping Leaf. membuat Annie mengetahui bahwa Steeping Leaf. dalam masalah serius dan terancam mau ditutup karena jumlah pengunjung yang terus menurun dan uang sewa bangunan yang tak terbayar. Maka Annie memikirkan dan berusaha mencoba beragam cara sebagai misi penyelamatan Steeping Leaf. Annie kemudian menggaet dua sahabatnya yang dulu sejak mereka masih kecil kerap menghabiskan waktu di Steeping Leaf.

    Annie dan dua sahabatnya itu lah yang mendeklarasikan diri sebagai Gadis-gadis kedai teh. Walau pada kenyataannya Annie kecewa karena melihat kedua sahabatnya tidak seambisius dirinya dalam mempertahankan steaping Leaf dan sibuk dengan urusan masing-masing. Jonathan yang mengusulkan perombakan besar di Leaf juga tak banyak membantu.

    Belum lagi Annie terperosok pada masalah-masalah pribadinya sendiri. Berhasilkan Annie menyelamatkan Steeping Leaf?

    ***

    Saya sebenarnya bukan penyuka karya terjemahan, bahkan untuk karya sekaliber Harry Potter pun tidak saya baca. Hahahaha… Tapi sepucuk surat sakti yang mengiringi hadirnya buku ini membuat saya harus tuntas membacanya. Ah, sebuah prestasi tersendiri buat saya🙂

    The Teashop Girls adalah karya novel remaja dengan masalah-masalah yang sangat remaja, walau dalam satu dua hal terlihat terlalu dewasa untuk remaja Indonesia yang masih kental budaya ketimurannya. Yah, tentu saja di luar masalah Steeping Leaf yang terlihat terlalu serius untuk dipikirkan seorang gadis 13 tahun, tapi saya suka konflik itu. Bagaimana Annie dibantu Jonathan, Genna dan Zoe memikirkan beragam cara untuk menyelamatkan sebuah bisnis, mengatur strategi dan mengeksekusinya. Belajar bisnis sejak usia muda bukan hal yang buruk juga kan?

    Saya juga suka dengan kutipan-kutipan tentang teh yang hadir di awal-awal bab dan juga tentu saja ada beragam resep tentang teh dan makanan penunjangnya seperti sandwich mentimun yang terasa begitu menggoda. Jadi pengin nyoba resep kue dan teh itu. Belum lagi di buku ini saya juga menemukan sejarah tentang teh dan beberapa info tentang teh lainnya.

    Untuk cover novel ini, ah, jangan ditanya lagi lah. Saya suka pink maka cover manis berwarna pink ini sudah merebut perhatian saya sejak awal. Terlebih dengan adanya pembatas buku yang lain dari biasa. Pembatas bukunya bisa ditempelkan di kulkas karena ada magnetnya. Lucu dan unik. Coba ya semua pembatas buku kayak gitu. Bisa ramai kulkas saya. Ahahahaha….

Gambar

 

4 thoughts on “The Teashop Girls (Sehangat harapan, semanis persahabatan)

  1. Sejak pertama lihat buku ini sudah penasaran ingin membacanya. Tapi maju mundur berebut anggaran dengan buku lain. Akhirnya memutuskan untuk baca reviewnya dulu deh di sini. TFS ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s