Prompt #11: Mengejar Mas Taufiq

“Mas Taufiq.” Seseorang yang berdiri di belakang meja kasir itu mendongak. Raut terkejut terlihat jelas di wajahnya.

Entah sudah kuhabiskan berapa waktu mencarinya. Semenjak dia lulus dari SMA aku kehilangan jejaknya. Kutanyakan pada orang-orang yang mengenalnya, satu dua orang mengaku pernah bertemu Mas Taufiq di stasiun Gambir. Aku mengira mungkin mereka bertemu selintasan saja. Karena sama-sama ingin pergi dan pulang atau menjemput, maka aku tak pernah memburunya hingga stasiun Gambir.

Sebuah nota yang dijadikan tantangan di grup monday flashfiction seolah menuntunku untuk benar-benar melacak keberadaan Mas Taufiq ke stasiun Gambir karena nama Taufiq yang tertulis di nota itu. Berharap itu orang yang sama dengan yang kucari selama ini.

Gambar

“Na mencari Mas Taufiq. Dari dulu,” jelasku tanpa diminta. Pria di depanku ini bergegas mencari sesuatu.

“Aku sudah menikah, Na. Ini foto istri dan puteriku.” Aku mengambil selembar foto yang disodorkan Mas Taufiq.

“Puteri Mas Taufiq cantik,” ucapku jujur. Kurogoh sesuatu dari dalam tasku.

“Dulu Na punya hutang sama Mas Taufiq. Ingat nggak Mas waktu kita ketemu di toko buku, Na lupa bawa dompet.” Kukeluarkan selembar uang berwarna biru dari dompetku. Kening Mas Taufiq tampak berkerut.

“Maaf ya Mas, Na ngutang sekian lama baru bisa dibayar. Nggak ketemu sama Mas Taufiq. Na pamit ya Mas, suami Na menunggu di mobil.” Ketika Mas Taufiq mengangguk, aku berbalik dan meninggalkan cafe itu.

Rasanya lega sekali hari ini aku bisa membayar hutang yang sekian lama menjadi beban pikiranku.

15 thoughts on “Prompt #11: Mengejar Mas Taufiq

  1. yusrizal says:

    haha, rupanya hutang dalam arti harfiah toh:mrgreen:
    Sebenarnya saya kurang suka ama endingnya, tapi saya suka ama ide ceritanya, mengandalkan event monday flash fiction secara nyata, aku ga kepikiran bisa juga hal ini dijadikan ide cerita.
    Nice😀

  2. Na…..??????? *ngelirik si Jeng Na Fatwaningrum*

    *batuk2* ckckckckckck…. dan itu grup MFF dijadikan salah satu “sebab” itu sesuatu sekali…😆

  3. eeee iya… ada yg ketinggalan -__-

    Cuma rada ga logis juga sih, karena nama Taufiq mah rada2 pasaran ya.. kok ya tiba2 aja gitu bener Taufiq yang ini yg dicari😛

    • Nah, iya mbak. Saya juga merasa agak ga logis juga. Walaupun ada keterangan beberapa temannya pernah ketemu di Gambir, tapi tetap aja merasa terlalu maksa. Coba namanya rada unik ya, Arlis misalkan. Hehehe…
      Tadinya pengin nambahin di cerita karena taufiq nya pakai Q biasanya pakai K. Tapi mikirin nama taufik, teman2 saya banyak Q juga namanya😀 cuman saya sering salah tulis jadi ujungnya K. hehehe…
      Thanks masukannya ya mbak🙂

    • maaf mba mau koment cuma lama masuknya jd pake test dulu hehe….Taufiq dah geEr berat dan takut dimintai pertanggung jawaban
      btw berarti taufiqnya bener taufiq yg dicari ya😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s