Prompt #11: Mimpi

“Ini untukmu.” Sebuah buku berjudul ‘Recipes for a Perfect Marriage’ itu kini berpindah tangan.

“Wow. Makasih ya. Dari mana kamu tahu kalau aku lagi butuh buku semacam ini.” Aku terpukau menemukan mata Arlis yang berbinar. Dia menimang buku itu.

‘Karena aku ingin melamarmu, Lis.’ Jawaban itu hanya ada di pikiranku. Aku masih butuh waktu buat mengatakannya. Walau aku tau waktuku tak banyak. Setelah ini kereta akan membawaku ke Surabaya. Bersediakah Arlis meninggalkan keluarga dan pekerjaannya mengikutiku ke Surabaya kalau kami menikah. Pertanyaan itu harus kulontarkan hari ini. Aku melirik Arlis, dia menyeruput jusnya.

“Kali aja kamu mau menikah, Lis.” Jawabku. Arlis tertawa.

“Kalau aku menikah kamu harus datang, Yud. Surabaya-Jakarta masih satu pulau kan? Masih bisa lah kamu datang.”

‘Aku akan datang Lis. Karena aku ingin yang berdiri di samping kamu saat di pelaminan sepanjang acara,’ Kataku lagi. Tapi lagi-lagi hanya dalam hati.

“Kapan rencana kamu menikah, Yudha?”

“Kalau kamu?” Bukannya menjawab aku malah balik bertanya.

“Nunggu ada pria baik yang melamar,” Arlis tertawa.

‘Bagaimana kalau aku?’ Errrggh.. Aku menggerutu. Tanya itu bukan di lisan, tapi di hati.

“Yudha.. 5 menit lagi kereta kamu datang. Ayo bergegas.” Arlis langsung berdiri sekejap setelah dia melirik arloji di tangannya. Aku mengikuti Arlis, berjalan ke meja kasir. Membayar 36 ribu untuk dua jus yang kami minum.

Gambar

Setahun sudah semuanya berlalu. Aku terkenang lagi akan peristiwa itu saat sekarang memegang sepucuk undangan bertuliskan Arlis dan Deny. Masih mungkinkah aku berharap ini hanya mimpi? Arrrgggh, seharusnya, aku lebih berani untuk mengatakannya hari itu.

42 thoughts on “Prompt #11: Mimpi

    • Ga berani dia mbak. Eh, tapi ada yang aneh lho mbak, soalna struknya itu tanggalnya april 2013, kok ujungnya setahun kemudian. Hahaha.. Saya baru ngeh pas ceritanya udah publish :)))

  1. man love man lagi.
    sebenarnya dengan penulisan huruf miring sudah cukup bagi pembaca untuk mengesankan kalau dialog tersebut terjadi di dalam hati.
    sementara mbak menjelaskan kembali kalau dialog2 tsb di dlm hati. pdhl bisa lebih padat🙂

  2. Ah.. Sering banget nih kaya begini. Endingnya sedikit bisa ketebak sih mba.. Tapi ceritanya bagus..🙂

    Eh jadi inget cerita temen saya. Udah 8 tahun dia nyimpen perasaan suka sama seorang cewe. Trus dia cerita ke saya. Akhirnya saya paksa supaya dia bilang ke cewe yang disukainya itu. Ngapain lama amat nyimpennya.

    Emang akhirnya ditolak sih. Tapi setidaknya dia gentle bilang perasaannya.

    *lha malah OOT*

    • Seriiiiiing banget mbak. Banyak tersebar para pemuja rahasia ini.
      8 tahun? Wow.. lama juga ya mbak. Setidaknya tidak menyimpan perasaan ya mbak. Lega udah dikeluarkan gitu. Walau jawabannya ga sesuai harapan🙂

  3. temenku dulu namanya erlis mbak😀 *OOT*

    ceritanya so sweet and tenderly…

    oh yah. tgl nggak pengaruh kan meskipun ceritanya setahun kemudian???, soalnya lg gak dapet ide bikin prompt yg ini *ini kan fiksi yah, seharusnya emg gak ngaruh*😀

    • Saya pakai nama Arlis ingat sahabatnya Bu Ainun Habibie itu lho mbak. Lupa2 ingat sih namanya, tapi seingat saya kayak Arlis gitu namanya. Hehehe…

      Naah.. ituuu. Saya baru ngeh dengan tanggal di struk pas udah posting ini. Hehehe.. Ya sudah lah jadinya saya biarkan aja😀

    • Saya pakai nama Arlis ingat sahabatnya Bu Ainun Habibie itu lho mbak. Lupa2 ingat sih namanya, tapi seingat saya kayak Arlis gitu namanya. Hehehe…

      Naah.. ituuu. Saya baru ngeh dengan tanggal di struk pas udah posting ini. Hehehe.. Ya sudah lah jadinya saya biarkan aja😀

  4. Si Yudha telat nih. Satu pelajaran, jika cinta sama seseorang lebih baik katakan saja, soal diterima atau ditolak itu sudah resiko. Tapi itu lebih baik daripada akhirnya telat seperti si Yudha ini ya ..🙂

    • Salam kenal yaa..🙂
      Iyaaaa.. saya sadar sepenuhnya endingnya kurang ngetwist. Hehehe… Moga minggu depan bisa ikutan dan ngetwist deh😉
      makasih ya🙂

  5. maaf kelewat ternyata blom baca yg ini hehe
    ceritanya bagus mba :..dan cerita seperti diatas kadang sering terjadi disekitar kita. Terutama buat mereka yg terjebak dalam sebuah ikatan yg disebut sahabat😀

    • Bener bangeet. Kalau ga ceweknya ya cowoknya ya memendam rasa gitu. Atau bisa juga keduanya. Tapi nggak berani terus terang keduanya. Aiiih… bikin gregetan. Makanya lagu pemuja rahasia SO7 banyak yang suka. Hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s